Tak Berkategori

Al Maidah 58, Puisi Sukmawati dan Puisi Ganjar Pranowo

Al Maidah 58, Puisi Sukmawati dan Puisi Ganjar Pranowo

Firman Allah dalam ayat Al Maidah itu adalah: “Dan apabila kalian menyeru (mereka) untuk (mengerjakan) salat, mereka menjadikannya buah ejekan dan permainan. (Al-Maidah: 58)”

Az-Zuhri mengatakan bahwa Allah Swt. telah menyebutkan masalah azan dalam Al-Qur’an, yaitu melalui firman-Nya: Dan apabila kalian menyeru (mereka) untuk (mengerjakan) salat, mereka menjadikannya buah ejekan dan permainan. Yang demikian itu adalah karena mereka benar-benar kaum yang tidak mau mempergunakan akal. (Al-Maidah: 58). Demikianlah menurut riwayat Ibnu Abu Hatim.

Asbat telah meriwayatkan dari As-Saddi sehubungan dengan firman-Nya: Dan apabila kalian menyeru (mereka) untuk (mengerjakan) salat, mereka menjadikannya buah ejekan dan permainan. (Al-Maidah: 58); Seorang lelaki dari kalangan Nasrani di Madinah, apabila mendengar seruan untuk salat yang mengatakan, “Saya bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah,” ia berkata, “Semoga si pendusta itu terbakar.” Maka di suatu malam seorang pelayan wanitanya masuk ke dalam rumahnya dengan membawa api, saat itu ia sedang tidur,- begitu pula ke­luarganya. Lalu ada percikan api yang jatuh dari api yang dibawa di tangannya, kemudian rumahnya terbakar sehingga dia beserta keluarganya terbakar pula. Demikianlah menurut riwayat Ibnu Jarir dan Ibnu Abu Hatim.

Ternyata firman Allah dalam al Maidah itu di jaman modern ini mereka menjadikan adzan menjadi buah ejekan dan permainan mulai banyak terbukti

Puisi Sukmawati Soekarnoputri menyinggung azan

Puisi Sukmawati Soekarnoputri yang dibacakan dalam acara 29 Tahun Anne Avantie Berkarya di Indonesia Fashion Week menuai kontroversi. Pasalnya, puisi tersebut dianggap menista agama karena menyinggung azan dan cadar. Kecaman pun datang bertubi-tubi. Bahkan ia juga dilaporkan ke polisi karena penistaan agama.

Sedangkan inilah penggalan puisi ibu Indonesia yang menyinggung adzan

….Aku tak tahu syariat Islam
Yang kutahu suara kidung Ibu Indonesia, sangatlah elok

Lebih merdu dari alunan azan mu
Gemulai gerak tarinya adalah ibadah
Semurni irama puja kepada Illahi
Nafas doanya berpadu cipta…….

Puisi Gubernur Ganjar Parnowo yang juga membaca puisi yang dikonotasikan banyak nitizien seperti menyinggung azan meski puisi tidak menyebut secara langsung suara afzan

……”kau bilang tuhan sangat dekat,
kau sendiri memanggilnya dengan pengeras suara setiap saat” ….. https://www.facebook.com/cha.albahr/videos/pcb.205877050177423/205876400177488/?type=3&theater

Iklan