*Kesehatan

Waspada Zat Acrylamide Dalam Kopi Penyebab Kanker ?

wp-1519175646719..jpgWaspada Zat Acrylamide Dalam Kopi Starbucks ?

Perusahaan ritel minuman kopi populer Starbucks Corp dan perusahaan kopi lainnya diwajibkan mencantumkan peringatan bahaya kanker pada kemasan minuman yang dijualnya. Ini terkait adanya kandungan zat kimia acrylamide, yang disebut bisa memicu munculnya kanker. Zat acrylamide ini sendiri merupakan hasil alami dari proses pemanggangan biji kopi dan kadarnya tinggi pada minuman kopi seduh ini. Council for Education and Research on Toxics atau CERT menyatakan acrylamide digolongkan sebagai karsinogen oleh undang-undang di California. Sehingga, perusahaan kopi wajib mencantukan label peringatan bahaya kanker bagi jutaan peminum produk mereka. Starbucks merupakan salah satu perusahaan kopi global, yang juga membuka gerai di Indonesia.

Kaitannya dengan acrylamide, sejumlah ilmuwan mengatakan dampak senyawa ini terhadap tubuh manusia masih harus didalami lagi. Hal ini terungkap dalam sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of Nutrition and Cancer di tahun 2014. Di tahun 2002, International Agency for Research on Cancer menggolongkan acrylamide ke dalam kelompok karsinogen 2A untuk manusia, tetapi didasarkan pada studi yang dilakukan terhadap binatang. Sedangkan menurut studi yang dilakukan pada manusia di tahun 2014 ditemukan ‘tidak ada keterkaitan yang signifikan antara asupan acrylamide dari makanan dan berbagai jenis kanker’. Selain kopi, acrylamide diketahui juga bisa ditemukan pada kentang dan makanan yang dipanggang seperti kue, sereal dan roti bakar. Terkait hal ini, organisasi tersebut menuding beberapa perusahaan pembuat dan penjual kopi seperti Starbucks, 7-Eleven dan BP ‘gagal memberikan peringatan yang jelas dan masuk akal’ tentang kandungan acrylamide ini.

Manajemen Starbucks dan para perusahaan kopi lainnya memiliki waktu hingga 10 April untuk mengajukan keberatan atas putusan pengadilan ini. “Para tergugat gagal untuk membuktikan bahwa mengkonsumsi kopi baik untuk kesehatan manusia,” kata Berle dalam putusannya seperti dilansir Reuters, Jumat, 30 Maret 2018.

Menurut Reuters, manajemen Starbucks enggan menanggapi putusan ini dan menunjuk kepada pernyataan dari NCA, yang menyatakan industri kopi mempertimbangkan gugatan hukum. “Label peringatan kanker di minuman kopi menjadi keliru. Pemerintah Amerika Serikat memiliki Panduan Diet yang mencantumkan kopi bagian dari gaya hidup yang sehat,” begitu pernyatan dari National Coffee Association.

Manajemen perusahaan minuman kopi ritel seperti Dunkin Donuts, McDonalds Corp, dan Peets juga belum merespon permintaan Reuters untuk menanggapi putusan hakim ini. Tergugat lainnya, seperti dilansir media ABC Online, adalah Green Mountain Coffee Roasters Inc, JM Smucker Company, dan Kraft Foods Global. Gugatan ini diajukan pada 2010 oleh Council for Education and Research on Toxics (CERT). CERT menuding Starbucks dan tergugat lainnya gagal menaruh peringatan bagi konsumen bahwa kopi jualan mereka mengandung acrylamide, yang merupakan zat berbahaya karsinogen, yang bisa menyebabkan kanker.

 

Iklan