Tak Berkategori

Negara Gagal Lindungi Rakyat, Gagal Cegah 250 Ton Sabu Cina Mengguyur Indonesia

Indonesia terus diguyur narkoba dari Cina. Belum lama dua kapal bermuatan total 1,6 ton sabu ditangkap, Jumat (23/2) malam satu kapal lagi disergap di perairan Kepulauan Riau (Kepri). Kapal asing ini dicurigai membawa 3 ton sabu. Sebelu,nya Tim Gabungan Satgassus Polri, bersama Direktorat IV Tipidnarkoba, dan Bea Cukai Pusat kembali menggulung penyelundup 1,6 ton sabu yang merupakan jaringan internasional. Sabu asal Taiwan tersebut disita dari kapal penangkap ikan berbendera Singapura di perairan Anambas, Kepulauan Riau, Selasa (20/2). Meski prestasi penegak hukum di Indonesia patut diacungi jempol. Tetapi secara umum Negara dianggap gagal melindungi rakyatnya untuk mencegah 250 ton sabu lainnya yang telah dikirim dari Cina Ke Indonesia.

Indonesia heboh seketika saat berturut turut ditangkap penyelundup sabu dari Cina ke Indonesia dengan sabu seberat 1,6 ton dan 3 ton. Sebenarnya kejadian itu tidak perlu mengagetkan karena Cina sudah memberi peringatan kepada Indonesia 2 tahun yang lalu. Yang lebih mengejutkan ternyata Ratusan ton sabu asal China masuk ke Indonesia sepanjang tahun 2016. Angka itu merupakan informasi yang diperoleh Badan Narkotika Nasional (BNN) dari China. “250 ton sabu yang masuk ke Indonesia tahun 2016 itu hasil data yang diberikan oleh China kepada kita,” kata Kepala BNN Budi Waseso di Hotel Mercure, Jakarta, seperti dilansir CNN Kamis (20/7). Budi Waseso, yakin sabu dengan jumlah tersebut sudah terpakai di Indonesia, karena pihaknya tidak menemukan praktik penyelundupan narkoba keluar Indonesia. Menurut Buwas ratusan ton sabu itu masuk ke Indonesia secara bertahap melalui berbagai wilayah.

Indonesia Gagal Cegah Gelontoran Narkoba Dari Cina

Prestasi penegak hukum menangkap pelaku penyelundupan 3 ton sabu memang patut diapresiasi. Tetapi prestasi itu tidak bisa menutupi kegagalan pemerintah mencegah sedikitnya 250 ton sabu yang telah masuk ke Indonesia. National Narcotics Control Commission of China, telah menyebutkan ada sekitar 250 ton narkotika jenis sabu asal Tiongkok yang masuk ke Indonesia. Jumlah tersebut sangat besar bila dibandingkan dengan jumlah sabu yang diamankan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Polri beberapa hari terakhir, yakni berjumlah 1,3 ton dan 3 ton sabu. Informasi dari BNN, setidaknya menyebutkan ada 72 jaringan narkoba internasional beroperasi di Indonesia,” seperti dilansir replubika.go.id Rabu (2/8).

Jadi dalam tahun 2016 yang lalu Indonesia gagal mencegah 250 Ton narkoba masuk ke Indonesia. Belum lagi tahun 2017 dan 2018 jumlah narkoba sebesar itu pasti terus mengguyur wilayah Insoensia. Selain sabu juga diungkapkan ribuan ton prekursor atau bahan baku sabu yang masuk ke Indonesia. ribuan ton prekursor yang masuk ke Indonesia dari China sepanjang tahun 2016. Angka itu pun dia dapat dari China.”Prekursornya jumlahnya 1097,6 ton yang masuk ke Indonesia. Itu produk dari China. Informasi itu disampaikan oleh China

Pengungkapan perdagangan gelap narkoba jaringan internasional yang dilakukan di perairan Indonesia, khususnya di Kepulauan Riau, oleh tim gabungan berhasil menyelamatkan 8,4 juta jiwa generasi muda yang ada di Indonesia. Hal ini diketahui jika diasumsikan dalam satu gram narkoba paling sedikit dikonsumsi oleh lima orang. Tetapi disisi lain Indonesia juga gagal menyelamat sedikitnya puluhan juta jiwa generasi muda ketika pemerintah gagal mencegah 250 juta sabu lainnya yang dikirim Cina ke Indonesia.

Berdasarkan riset Universitas Indonesia, jumlah pengguna narkoba di Indonesia telah mencapai empat juta jiwa atau setara 2,2 persen dari total penduduk Indonesia yang berusia 10 hingga 59 tahun. Prediksi BNN, setiap tahun para pengguna narkoba di Indonesia menghabiskan Rp 72 triliun. Besarnya jumlah uang dalam perputaran narkoba seharusnya bisa dipakai belanja barang kebutuhan pokok yang dapat menggerakkan roda perekonomian maupun membeli berbagai keperluan pendidikan, Daya tarik Cina untuk menjadikan Indonesia sebagai pasar narkotika. Besarnya jumlah penduduk, luasnya wilayah Indonesia, serta meningkatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi sebagai daya tarik tersendiri bagi para pengedar narkoba dalam memasarkan produknya.

Sikap Pemerintah

Saat mendengar informasi dari National Narcotics Control Commission of China, telah menyebutkan ada sekitar 250 ton narkotika jenis sabu asal Tiongkok yang masuk ke Indonesia ada tahun 2016 seharusnya pemerintah Indonesia menerapkan darurat narkoba. Swharusnya Indonesia tisak meremehkan indo klas A1 ITU. Seharusnya Indonesia sudah menerapkan siaga satu perang cansu yang dilakukan oknum rakyat Cina kepada Indoensia

Seharusnya saat itu pemerintah lansung menerapkan perang candu terhadap Cina. Seharusnya pemerintah menekan pemerintah Cina untuk ikut mencegah warga Cina mengguyurokan ratusan ton sabu ke Indonesia. Tetapi itu tidak dilakukan, meski ketua BNN Buwas sudah berkoordinasi ke pemerintah Cina. Tetapi sibaikan karena mengirim narkoba berapapun jumlahnya ke Indonesia bukan pelanggaran hukum. Seharusnya Indonesia langsung menggalang negara negara si dunia melalui PBB untuk melawan tindakan pemerintah Cina yang arogan membiarkan Cina melakukan perang Candu terhadap Indonesia. Tetapi tampaknya hal itu tisak dilakukan sama sekali. Bahkan tidak pernah mendengar respon dari pusat kekuasaan khusunya menteri terkait atau prwsiden Jokowi yang pernah merespon adanya info 250 ton sabu maauk ke Indonesia. Beberapa pengamat berspekulasi apakah keengganan Indonesia menekan Cina karena ketergantuan peoyek ekonomi dan utang Indobesia ke Cina yang semakin meningkat oesatbbeberapa tahun terakhir ini. Spekulasi ini harua dijawab segera oleh presiden Jokowi atau setidaknya menteri terkait.

Demikian juga rakyat, wakil rakyat dan media masa di Indonesia. Jangan hanya getol menyalahkan satu dua gelintir artis Indonesia yang hanya jadi korban narkoba. Rakyat dan media harus terus menyuarakan darurat narkoba yang mengancam Indonesia secara luarbiasa. Rakyat dan wakil rakyat harus terus menekan pemerintah Indonesia agar melakukan perang candu terhadap Cina yang dengan angkuhnya tidak melarang mengirim ratusan ton narkoba ke Indonesia.

Iklan