DARURAT Narkoba

10 Fakta Mengejutkan, Dibidik Cina Gelontor Ratusan Ton Sabu, Indonesia Tak Berdaya

  1. Indonesia heboh seketika saat berturut turut ditangkap penyelundup sabu dari Cina ke Indonesia. Sebenarnya kejadian itu tidak perlu mengagetkan karena Cina sudah memberi peringatan kepada Indonesia 2 tahun yang lalu. Yang lebih mengejutkan ternyata Ratusan ton sabu asal China telah masuk ke Indonesia sepanjang tahun 2016. Angka itu merupakan informasi yang diperoleh Badan Narkotika Nasional (BNN) dari China. “250 ton sabu yang masuk ke Indonesia tahun 2016 itu hasil data yang diberikan oleh China kepada kita,” kata Kepala BNN Budi Waseso di Hotel Mercure, Jakarta, seperti dilansir CNN Kamis (20/7). Budi Waseso, yakin sabu dengan jumlah tersebut sudah terpakai di Indonesia, karena pihaknya tidak menemukan praktik penyelundupan narkoba keluar Indonesia. Menurut Buwas ratusan ton sabu itu masuk ke Indonesia secara bertahap melalui berbagai wilayah. Namun, Buwas enggan menyebutkan wilayah yang sering menjadi tempat penyelundupan dari luar Indonesia.
  2. Selain sabu juga membeberkan ribuan ton prekursor atau bahan baku sabu yang masuk ke Indonesia. ribuan ton prekursor yang masuk ke Indonesia dari China sepanjang tahun 2016. Angka itu pun dia dapat dari China.”Prekursornya jumlahnya 1097,6 ton yang masuk ke Indonesia. Itu produk dari China. Informasi itu disampaikan oleh China
  3. National Narcotics Control Commission of China, juga menyebutkan ada sekitar 250 ton narkotika jenis sabu asal Tiongkok yang masuk ke Indonesia. Jumlah tersebut sangat besar bila dibandingkan dengan jumlah sabu yang diamankan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Polri beberapa hari terakhir, yakni berjumlah 1,3 ton dan 3 ton sabu
  4. Informasi dari BNN, setidaknya menyebutkan ada 72 jaringan narkoba internasional beroperasi di Indonesia,” seperti dilansir replubika.go.id Rabu (2/8).
  5. Berdasarkan riset Universitas Indonesia, jumlah pengguna narkoba di Indonesia telah mencapai empat juta jiwa atau setara 2,2 persen dari total penduduk Indonesia yang berusia 10 hingga 59 tahun.
  6. Prediksi BNN, setiap tahun para pengguna narkoba di Indonesia menghabiskan Rp 72 triliun. Besarnya jumlah uang dalam perputaran narkoba seharusnya bisa dipakai belanja barang kebutuhan pokok yang dapat menggerakkan roda perekonomian maupun membeli berbagai keperluan pendidikan,
  7. Daya tarik Cina untuk menjadikan Indonesia sebagai pasar narkotika. Besarnya jumlah penduduk, luasnya wilayah Indonesia, serta meningkatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi sebagai daya tarik tersendiri bagi para pengedar narkoba dalam memasarkan produknya.
  8. Akhir ini penyelundup itu tetap dilakukan sebagian besar oleh cina tetapi anehnya aparat atau pemerintah berusaha menyembunyikan dtaa itundalam informasindi media bahwa sebagjan beaar pelaku adalah Cina. Ada apa dengan aparat dan oemerintah Indonesia. Seperti halnya penangkapan penyelundup 1,3 ton dan 3 ton sabu sebagian besar mediamtelevisi dan media mainstream seperti metrotv, kompas dan lainnya berusaha menutupi hal itu dengan memberitakan bahwa kapalnya berbendera Singapura atau berasala dari Taiwan. Tetapi berbeda dengan media televisi Indosiar melaporkan bahwa semua awak kapal adalah berwarga negara Cina. Hal itu diperkuat ketika Kapolri melakukan tanya jawab pada pelaku yang mengakunmereka berasal dari desa di Cina. Salah satunya Tan Mai (69) mengamuk di depan Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Salah satu tersangka penyelundup 1,6 ton sabu itu berteriak seperti sedang marah-marah saat dipersilakan Tito berbicara. Awalnya Tito meminta seorang penerjemah, Herlina, bertanya kepada seorang lagi tersangka bernama Tan Yi (33) soal asal-usul dan bagaimana mereka bisa terlibat kejahatan ini. “Coba tanya dia berasal dari mana?” ucap Tito kepada Herlina di Pelabuhan Sekupang, Batam, Kepri, Jumat (23/2/2018). Tan Yi pun menjawab dan diterjemahkan Herlina, “Asalnya dari China. Desa San Pien,” kata Herlina. Suasana rilis pengungkapan 1,6 ton sabu. (Audrey Santoso/detikcom) Lalu Tan Mai tiba-tiba menawarkan diri berbicara sambil berdiri di hadapan para pejabat dan wartawan. Tito pun mengizinkan Tan Mai bicara tapi tetap menyuruhnya duduk. Mulailah Tan Mai berbicara dengan nada tinggi dan mata melotot. “Dia menyampaikan keseluruhan instansi ini bantulah dia mencari, yaitu si pelakunya, si Lao. Lao itu siapa? Yang menyuruh dia. Mereka kan nelayan, empat orang ini. Lao ini di China. Jadi dia meminta untuk bisa mencari Lao supaya bisa diungkap kebenarannya,” ujar Herlina.
  9. Melihat potensi pasar narkoba yang besar di Indonesia, mafia barang terlarang dari Afrika dan Cina kini bersatu untuk menguasai pasar nasional. “Dari penelusuran kami, ternyata sekarang mafia Afrika dan Cina bergabung, untuk menguasai pasar Indonesia,” ucap AKP Guntur, Kasat Narkoba Polres Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (28/5/2013). Sebagai contoh, kata Guntur, kasus tangkapan terakhir pada 20 Mei 2013, ketika seorang wanita warga RRC berinisial LX (48) dari Guangzhou, sengaja membawa 2,102 kilogram sabu-sabu. “Dia dikendalikan oleh bosnya langsung, seorang warga Nigeria-Cina. Bahkan kurir di Indonesia ini juga dari Afrika,” ungkapnya.
  10. Untuk membendung masuknya narkoba dari Tiongkok, Kepala BNN Budi Waseso mengaku sudah berkordinasi dengan pihak keamanan Tiongkok. Selain itu BNN juga sudah berkordinasi dengan pihak keamanan dari negara-negara pemaok narkoba, agar barang haram tersebut bisa dicegah masuk ke Indonesia. Tetapi respon Cina sangat buruk dan mengejutkan, bahkan mereka mengatakan narkoba dilarang di Cina tetapi diekpor ke luar negeri.

Iklan