Kontroversi

10 Fakta Aneh: Teroris Gila, Orang Gila Teror Ulama dan Umat Islam

10 Fakta Aneh: Teroris Gila, Orang Gila Teror Ulama dan Umat Islam

Kembali umat Islam menjadi fokus utama untuk menjadi subyek teror dari sekelompok orang yang bertujuan membuat kecemasan dan ketakutan. Hal ini trjadi kembali ketika semakin banyaknya orang gila yang menganiaya, melukai bajkan membunuh ulama dan ustadz di beberapa tempat di Indonesia. Polisi tidak seperti biasanya tanpa melakukan penyelidikan berbasis bukti dengan cepat menyatakan bahwa pelakunya adalah orang gila. Dalam forum intelektual sebagian besar tokoh pintar di Indonesia sepakat bahwa kejadian itu ada dalangnya. Hal itu terjadi karena kejadiannya sistematis, dalam waktu yang sama dan dengan modus yang sama. Bahkan dengan cepat sebagian tokih ulama mulai bergerak dengan cepat di antaranya sekitar 300 ulama perwakilan Pondok Pesantren se-Priangan Timur yang mengatasnamakan Forum Masyarakat Peduli Situasi (FMPS) menghadiri rapat di Ponpes An Nur Jarnauziyyah, Rabu (14/2). Forum tersebut mencurigai adanya rekayasa kasus serangan orang berstatus gila pada ulama.

Orang gila yang melakukan ancaman fisik dan kekerasan yang menimbulkan ketakutan dan kecemasan terhadap ulama dan seluruh umat Indonesia itu seharusnya yang disebut teroris sebenarmya. Karena telah menimbulkan kecemasan dan ketakutan pada sebagian ulama dan umat Islam.

Orang gila atau Skizofrenia adalah gangguan mental kronis yang menyebabkan penderitanya mengalami delusi, halusinasi, pikiran kacau, dan perubahan perilaku. Kondisi yang biasanya berlangsung lama ini sering diartikan sebagai gangguan mental mengingat sulitnya penderita membedakan antara kenyataan dengan pikiran sendiri. Penyakit skizofrenia bisa diidap siapa saja, baik laki-laki maupun perempuan. Kisaran usia 15-35 tahun merupakan usia yang paling rentan terkena kondisi ini. Penyakit skizofrenia diperkirakan diidap oleh satu persen penduduk dunia. Menurut data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) yang dipublikasikan pada tahun 2014, jumlah penderita skizofrenia di Indonesia diperkirakan mencapai 400 ribu orang. Tetapi tampaknya orang gila yang dianggap teroris menteror umat Islam itu ditemui beberapa kejanggalan dan keanehan. Salah satu gejala orang gila

10 Fakta Aneh: Teroris Gila, Orang Gila Teror Ulama dan Umat Islam

  1. Orang gila tetapi memilih tempat yang sama. Orang gila adalah gangguan jiwa yang tidak bisa mengenali dan membedakan dengan baik tempat, waktu dan orang. Tetapi orang gila ini bisa memilih tempat yang sama dan khusus yaitu masjid, pesantren dan rumah ulama dan ustadz.
  2. Orang gila tetapi memilih moment yang sama bersamaan dibeberapa tempat. Orang gila adalah gangguan jiwa yang tidak bisa mengenali dan membedakan dengan baik tempat, waktu dan orang. Tetapi orang gila ini bisa memilih
  3. Orang gila tetapi memilih orang yang sama. Orang gila adalah gangguan jiwa yang tidak bisa mengenali dan membedakan dengan baik tempat, waktu dan orang. Tetapi orang gila ini bisa
    Orang gila berpenampilan rapi tubuhnya.Orang gila adalah gangguan jiwa yang tidak bisa mengenali dan membedakan dengan baik tempat, waktu dan orang. Sehingga gangguan inibiasanya tidak mengemali waktu dan meninggalkan kebiasan merawat diri seperti mandi, bersisir, mencukur rambut atau kumis. Tetapi orang gila ini aneh, dalam video yang viral ketika ditemui orang hila menyatroni pesantren ternyata berpenampilan rambut yang klimis baru dicukur dan kumis rapi.
  4. Orang gila memakai handphone. Orang gila biasanya sulit berkomunikasi dengan orang lain baik secara langsung atau tidak langsung. Orang gila sulit berbicara dengan subyek lawan bicara secara langaung apalagi menggunakan handphone. Tetapi orang gila jni aneh, beberapa video orang gila yang masuk masjid tampak dalam foto yang dibidik nitizen memakai handphone dan berbicara dengan orang lain,
  5. Orang gila ada dalangnya. Hampur semua tokoh intelektual, tokoh agama dan tokoh nasional di dalam forum ILC TVOne berdasarkan fakta dan data yang ada sepakat bahwa kasus teror orang gila terhadap ulama ada dalangnya. Bila hal benar terjadi maka terdapat keanehan bahwa orang gila bisa diatur sebagai wayang menteror ulama dan ustadz.
  6. Kasus teror nasional tetapi ditangani polisi lokal. Kasus teror orang gilanterhadap ulama dan ustadz ternyata sudah menjadi isu nasional dan terjadi di sehala lenjuru Indonesia. Tetapu yang menanggani hanya polisi lokal setingkat polres dan polda. Bandingkan dengan kasus penyerangan gereja Lidwina di Yogjakarta, polisi langsung bertindak cepat dengan menerjukan petinggi polisi dan kasusnya lansung ditangani oleh Polri di Jakarta
  7. Polisi tidak pernah melakukan konperensi pers penangkapan pelaku. Kebiasaan polisi adalah selalu menggelar kasus di depan media televisi dengan menampilkan barang bukti dan tersangka. Tetapi kasus tersebut seperti disembunuikan tidak ada sekalipun konverennsi pers polisi disertai,pelaku di depan media televisi.
  8. Polisi terlalu cepat menyatakan pelaku gila. Tidak seperti kasus lainnya bila tersanhka dicurigai gila polisi seali mengatakan akan dievaluasi oleh dokter polda setempat status psikologis pelaku. Tetapi tampaknya saat ini polisi terlalu cepat memvonis bahwa lelaku gila. Seharusnya timbilnya ketodakpercayaan pada polisi saaat ini polisi pelakukan gelar kasus dan gelar perkara secara terbuka denhan melibatkan dokter psikiater polda dan dokter psikiater IDI yang independent seperti yang dilakukan terhadap pemeriksaan kesehatan Setyo Novanto.
  9. Pemerintah dan polisi tidak berkeadilan dalam menanganani kasus teroris orang gila. Saat menangani kasus teror di gereja Lidwina Yogjakarta. Seluruh jajaran polisi lengkap termasik petinggjnya terjadi ke lapanahan dan langsung mengunjunhi korban dan sekaligis menerjikan tim densus 88 anti teror dan pelakunya langsung ditarik ke Jakarta. Tetapi dalam penanhanan kasus teror otang gila terhadap ulama dan umat Islam berbeda. Tidak afa satupun komentar dari presiden dan tidak ada densus 88 anti teror yang dilibatkan. Sehingga umat Islam di Indonesia menjadi berprangkan buruk terhadap ketidakadilan pemerintah dan polisimdalam menangani teror orang gila terhadap ulama dan umat Isla,

p

Iklan

Kategori:Kontroversi

Tagged as: ,