*Agama Islam

Bupati Keluarkan Aturan Larang LGBT Kerja di Salon

wp-1517528922089..jpgBupati Keluarkan Aturan Larang LGBT Kerja di Salon

Bupati Aceh Besar Mawardi Ali melarang bencong mengelola salon. Bencong itu dianggap bagian dari komunitas Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT).

JawaPos.com memperoleh salinan peraturan tersebut, Senin (12/2). Surat bernomor 1 tahun 2018 itu pada bagian atas tertulis tentang “penertiban perizinan terhadap usaha pangkas/salon/rumah kecantikan yang dikelola oleh kelompok LGBT dalam wilayah Kabupaten Aceh Besar”. Surat ini juga ditujukan kepada sejumlah instansi, di antaranya Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Aceh Besar, Kepala Satpol PP dan WH Aceh Besar, Kepala Dinas Syariat Islam Kabupaten Aceh Besar dan para camat dalam wilayah Aceh Besar. Salah satu poin di surat itu, akan mencabut izin salon dikelola kelompok LGBT jika melanggar aturan.

SK Bupati Aceh Besar larang bencong kelola salon

 sumber foto: Jawapos

“Mencabut izin usaha pangkas/salon/rumah kecantikan yang telah diterbitkan jika ternyata terbukti melanggar aturan yang berlaku,” bunyi poin pertama. Sementara pada poin keempat, para camat diminta untuk mengawasi usaha pangkas dan salon yang dikelola LGBT. “Para camat dalam Kabupaten Aceh Besar melakukan monitoring terhadap kegiatan usaha pangkas/salon/rumah kecantikan dan menyampaikan laporan hasil monitoring kepada bupati melalui Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Aceh Besar,”. Mawardi mengatakan penertiban ini dilakukan untuk menjaga wilayah Aceh Besar dari kaum LGBT. Selain itu untuk meminimalisasi wilayahnya dari perilaku menyimpang yang bertentangan dengan syariat Islam. “Kami lakukan penertiban ini untuk menjaga Aceh Besar dari maksiat,” kata Mawardi. Surat edaran tersebut sudah disebar ke semua pihak terkait untuk ditindaklanjuti terkait proses penertiban dan pengawasan salon dan rumah kecantikan yang dikelola LGBT. “Kini kita masih menunggu hasil pendataan jumlah salon di Aceh Besar yang dilakukan camat,”

Iklan