Berita Internasional

Trump Akui Jerusalem, Dunia Beramai Ramai Menolak

1508053456083.jpg

Trump Akui Jerusalem, Dunia Beramai Ramai Menolak

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengakui Jerusalem sebagai ibu kota Israel pada Rabu (6/12/2017) waktu setempat. Keputusan bersejarah itu disebut berisiko memicu timbulnya kekerasan baru di Timur Tengah. “Israel adalah negara yang berdaulat dengan hak seperti setiap negara berdaulat lainnta untuk menentukan ibu kotanya sendiri,” kata Trump dalam pidatonya di Gedung Putih, seperti dilansir dari AFP. “Pengakuan ini merupakan sebuah fakta penting untuk mencapai perdamaian,” tambahnya. “Sudah saatnya untuk secara resmi mengakui Jerusalem sebagai ibu kota Israel,” ucapnya. Menurutnya, pengakuan Jerusalem sebagai ibu kota Israel merupakan hal yang tepat untuk dilakukan. Pemerintah AS juga memulai memproses perpindahan kedutaan besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem. Aksi ini merupakan salah satu pemenuhan janji kampanyenya kepada para pemilihnya. Trump menyatakan keputusannya menandai dimulainya pendekatan baru untuk menyelesaikan konflik Israel dan Palestina. Dia mengklaim pemerintas AS tetap bertekad mengejar kesepakatan damai terhadap wilayah itu. “AS akan mendukung solusi dua negara yang disepakati oleh kedua belah pihak.

PEMIMPIN DUNIA PENENTANG

  • Perdana Menteri Inggris Theresia May mengatakan pengumuman Trump tidak membantu dalam hal prospek perdamaian wilayah ini, dan Inggris tidak akan mengikutinya.
  • Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Kanselir Jerman Angela Merkel juga mengutuk langkah tersebut. Termasuk Turki, Yordania, Mesir dan Lebanon yang juga mengkritik sikap Trump.
  • Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengingatkan masalah Yerusalem merupakan ‘garis merah’ buat Muslim. Erdogan akan bergerakan bersama Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk menentang setiap upaya pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
  • Di Yerusalem, kata Issa, ada tiga tempat suci tiga agama, yakni Yahudi, Kristen, dan Islam. Kalaupun Yerusalem akan ditetapkan sebagai ibu kota Israel, harus ada kesepakatan di antara dua negara, yakni Israel dengan Palestina. “Itu harus melalui rekonsiliasi,” kata dia.  Anggota parlemen Israel (Knesset) dari Parta Balad, Jamal Zahalka, bahkan sejak awal menyatakan ketidaksetejuannya terhadap kebijakan Trump tersebut. Pengakuan AS atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel itu akan memicu demonstrasi besar-besaran.  Dia sebenarnya berharap ada pejabat AS yang menasihati agar Trump membatalkan rencana mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. “Ini buruk bagi semua orang. Tidak ada yang mendapatkan keuntungan dari kebijakan itu kecuali beberapa orang gila di Israel,” kata Jamal seperti dikutip dari Jpost.com.
  • Sekretaris Jenderal Palestine Liberation Organization (PLO) Saeb Erekat menyatakan bahwa langkah tersebut menutup pintu negosiasi. Trump dinilai mendiskualifikasi peran Amerika Serikat dalam proses perdamaian apapun.

  • Arab Saudi, Mesir, Yordania, dan Iran pun kompak mengecam langkah AS. Sejumlah pemrotes dikabarkan turun ke jalan-jalan di Amman dan provinsi lain serta kamp-kamp Palestina.

  • Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengatakan bahwa dia menolak langkah sepihak apapun yang membahayakan perdamaian.

  • Sementara itu, Emir Qatar Sheikh Tamim Al Thani berkata kepada Trump bahwa pengumuman ibu kota Yerusalem sebagai Israel akan mengikis stabilitas di Timur Tengah, seperti dilaporkan televisi Al-Jazeera. “Kerajaan menyatakan penyesalan mendalam bahwa pemerintah [AS] telah mengambil langkah ini, yang merupakan bias besar terhadap hak historis dan permanen rakyat Palestina di Yerusalem,” kata pihak kerajaan Arab Saudi dalam sebuah pernyataan yang dilaporkan oleh Saudi Press Agency.

  • Dari Eropa, Presiden Prancis Emmanuel Macron, dalam kunjungannya ke Aljazair, menyatakan bahwa keputusan tersebut bertentangan dengan semua peraturan undang-undang internasional. Ia menambahkan bahwa prioritas jangka pendeknya adalah untuk memastikan ketenangan serta membiarkan Israel dan Palestina untuk melanjutkan proses perdamaian.

  • Perdana Menteri Italia Paolo Gentiloni dalam akun Twitternya menuliskan bahwa masa depan Yerusalem harus didefinisikan dalam kerangka proses perdamaian.

  • Juru bicara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Ibrahim Kalin, mengatakan kepada televisi TRT bahwa langkah Trump sangat berbahaya yang bisa membuka luka baru di Timur Tengah.

PENDUKUNG TRUMP

  • Pemerintah Republik Ceko, Rabu (6/12), mengatakan pihaknya mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Pernyataan ini muncul setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan pengakuan serupa. Kementerian Luar Negeri Ceko dalam pernyataannya mengungkapkan, sebelum perdamaian antara Palestina dan Israel terwujud, pihaknya akan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. “Republik Ceko saatini, sebelum (kesepakatan) perdamaian Israel dengan Palestina ditandatangani, mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel di perbatasan garis demarkasi tahun 1967, ” kata Kementerian Luar Negeri Ceko, dilaporkan laman Anadolu Agency.Ceko juga mengaku siap mengikuti langkah AS, yakni memindahkan gedung kedutaan besarnya untuk Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem. “Kementerian dapat mulai mempertimbangkan untuk memindahkan kedutaan besar Ceko dari Tel Aviv ke Yerusalem berdasarkan hasil negosiasi dengan mitra kunci di kawasan inidan dunia, “ujar Kementerian Luar Negeri Ceko.
  • Warga Yahudi keturunan India di Israel, Roley Horowitz, mengaku sepakat dan mendukung kebijakan Trump tersebut. Namun dia mempertanyakan motif di balik pengakuan Trump ini.  Sebenarnya, kata Roley, Kongres AS sudah mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Namun kebijakan itu selalu ditunda pelaksanaannya oleh presiden yang berkuasa. Barulah pada masa Trump ini kebijakan itu dilaksanakan.  Menurut Roley, saat ini Presiden Trump tengah mengalami masalah internal di negaranya. Hal ini membuat Trump harus mengambil kebijakan untuk mendapatkan dukungan komunitas Yahudi di AS. M”Trump baru saja melakukan apa yang telah diputuskan oleh Senat AS. Mengapa dia melakukannya sekarang? Saya pikir mungkin ada negosiasi yang terjadi di balik layar,” kata Roley.
Iklan