Teknologi Transportasi

Inilah 6 jenis turbulensi yang bisa menyebabkan guncangan di pesawat.

Inilah 6 jenis turbulensi yang bisa menyebabkan guncangan di pesawat.

  1. Mechanical Turbulence yang disebabkan gesekan angin dengan bangunan, gunung, atau benda lain yang menjulang ke angkasa.
  2. Wake Turbulence disebabkan gerakan manuver pesawat. Semakin besar, efek wake turbulence akan makin besar dan bisa berimbas pada pesawat kecil yang ada di belakangnya.
  3. Convection Turbulence diakibatkan udara panas yang mengalir ke atas sebagai akibat perbedaan temperatur.
  4. Inversion Turbulence adalah perubahan arah angin (berbalik) karena perubahan temperatur.
  5. Frontal Turbulence ialah perubahan arah angin horizontal karena karena perbedaan tekanan udara.
  6. Mountain Wave Turbulence. Sesuai namanya, turbulensi ini terjadi di atas pegunungan.
  7. Thunderstorm Turbulence yang disebabkan oleh badai.
  8. Clear Air Turbulence (CAT) yang disebabkan fenomena alam atau juga dikenal dengan jet stream. CAT pada umumnya terjadi di ketinggian sekitar 40.000 kaki. Jet stream yang terbentuk kerap dimanfaatkan pesawat untuk efisiensi bahan bakar. Misalnya turbulensi yang dialami ketika pesawat sedang terbang di ketinggian jelajah 36 ribu kaki di atas permukaan laut. Pasca turbulensi, pesawat berada di ketinggian 30.000 kaki atau terempas 6.000 kaki.

4 tingkatan intensitas bahaya turbulensi pesawat 

  • Tingkat 1. Pada tingkat ini turbulensi pesawat hanya bersifat sementara. Pengaruhnya pun kecil; hanya pergeseran kecil terhadap ketinggian maupun posisi pesawat di udara. Penumpang hanya sedikit merasakan ketegangan dari perubahan yang diakibatkan oleh turbulensi di luar. Letak objek, misal gelas, pun hanya sedikit mengalami pergeseran tempat. Pada tingkat turbulensi ini, awak yang tengah berjalan mengantarkan makanan di pelataran pesawat (ruang berjalan di antara kursi penumpang) tidak akan mengalami kesulitan.
  • Tingkat 2. Akan ada perubahan sebesar 0.5-1g pada pusat gravitasi badan pesawat. Hal ini bisa dilihat instrumen pembaca accelerometer di kokpit. Namun kondisi pesawat masih dapat dikontrol meski mungkin sebagian benda atau penumpang dapat berpindah dari posisinya. Penumpang dan awak akan merasa lebih tegang karena objek dalam pesawat bisa keluar atau tercabut dari posisinya. Bahkan para awak akan merasa kesulitan ketika berjalan di pelataran.
  • Tingkat 3. Pada tahap ini, terjadi perubahan lebih besar; 1g pada pusat gravitasi di badan pesawat. Para penumpang akan merasakan guncangan keras hingga terlepas dari ikatan sabuk pengamannya. Keadaan ini tidak memungkinkan para penumpang maupun awak berjalan di kabin pesawat.
  • Tingkat 4. Ini adalah tingkat turbulensi paling parah. Berbagai benda, penumpang, atau awak bisa terlempar begitu saja tanpa bisa dikendalikan dan sangat membahayakan penerbangan.
Iklan