Tak Berkategori

Batik Air Alami Clear Air Turbulance, Pramugari dan Penumpang Patah Tulang

Batik Air Alami Clear Air Turbulance, Pramugari dan Penumpang Patah Tulang

Cedera yang dialami pramugari dan penumpang maskapai Batik Air rute Jakarta-Medan, yang menjadi korban insiden Clear Air Turbulence, Selasa kemarin ternyata cukup parah. Keduanya terpaksa dibawa ke Rumah Sakit Grand Medistra, Deli Serdang, karena mengalami patah tulang. Pramugari bernama Sasi Yuni patah tulang kaki. Sedangkan penumpang bernama Hoen Tjeng Ke mengalami patah tulang belakang. Sasi mengalami patah tulang akibat terjatuh terkena guncangan saat berdiri di kabin pesawat ketika turbulence terjadi. Kedua korban langsung dirujuk ke Rumah Sakit Grand Medistra untuk dilakukan perawatan lanjutan. 

Pesawat Batik Air yang mengalami turbulensi ini berjenis Boeng 737-800 NG, dengan nomor lambung PK-LBY dan nomor penerbangan ID 6890 dan terbang dari Bandara Internasional Soekarno Hatta pada Selasa pukul 15.00 WIB. Pesawat  mengangkut 114 penumpang dan 7 awak pesawat pada saat sedang terbang di wilayah udara Kabupaten Tobasa mengalami guncangan yang cukup kuat  dalam cuaca yang tidak berawan atau dikenal dengan istilah Clear Air Turbulance. Pesawat yang diterbangkan pilot, Kapten Rizky Nusa mengalami CAT saat terbang pada ketinggian 20.000 kaki atau enam kilometer di atas permukaan laut. Meski demikian, pesawat akhirnya bisa mendarat dengan mulus di Bandara Internasional Kualanamu pada pukul 17.33 WIB. CAT merupakan jenis guncangan yang kejadiannya tidak terkait dengan kehadiran awan. Pesawat terbang baiasanya mengalami guncangan saat melintas daerah berawan dan jarang mengalami guncangan pada saat terbang di cuaca tidak berawan.  Pesawat justru mengalami guncangan pada ruang udara yang tidak berawan dan tanda-tanda untuk kejadian seperti ini belum dapat dideteksi instrumen pesawat.

Inilah 6 jenis turbulensi yang bisa menyebabkan guncangan di pesawat.

  1. Mechanical Turbulence yang disebabkan gesekan angin dengan bangunan, gunung, atau benda lain yang menjulang ke angkasa.
  2. Wake Turbulence disebabkan gerakan manuver pesawat. Semakin besar, efek wake turbulence akan makin besar dan bisa berimbas pada pesawat kecil yang ada di belakangnya.
  3. Convection Turbulence diakibatkan udara panas yang mengalir ke atas sebagai akibat perbedaan temperatur.
  4. Inversion Turbulence adalah perubahan arah angin (berbalik) karena perubahan temperatur.
  5. Frontal Turbulence ialah perubahan arah angin horizontal karena karena perbedaan tekanan udara.
  6. Mountain Wave Turbulence. Sesuai namanya, turbulensi ini terjadi di atas pegunungan.
  7. Thunderstorm Turbulence yang disebabkan oleh badai.
  8. Clear Air Turbulence (CAT) yang disebabkan fenomena alam atau juga dikenal dengan jet stream. CAT pada umumnya terjadi di ketinggian sekitar 40.000 kaki. Jet stream yang terbentuk kerap dimanfaatkan pesawat untuk efisiensi bahan bakar. Misalnya turbulensi yang dialami ketika pesawat sedang terbang di ketinggian jelajah 36 ribu kaki di atas permukaan laut. Pasca turbulensi, pesawat berada di ketinggian 30.000 kaki atau terempas 6.000 kaki.

    4 tingkatan intensitas bahaya turbulensi pesawat 

    • Tingkat 1. Pada tingkat ini turbulensi pesawat hanya bersifat sementara. Pengaruhnya pun kecil; hanya pergeseran kecil terhadap ketinggian maupun posisi pesawat di udara. Penumpang hanya sedikit merasakan ketegangan dari perubahan yang diakibatkan oleh turbulensi di luar. Letak objek, misal gelas, pun hanya sedikit mengalami pergeseran tempat. Pada tingkat turbulensi ini, awak yang tengah berjalan mengantarkan makanan di pelataran pesawat (ruang berjalan di antara kursi penumpang) tidak akan mengalami kesulitan.
    • Tingkat 2. Akan ada perubahan sebesar 0.5-1g pada pusat gravitasi badan pesawat. Hal ini bisa dilihat instrumen pembaca accelerometer di kokpit. Namun kondisi pesawat masih dapat dikontrol meski mungkin sebagian benda atau penumpang dapat berpindah dari posisinya. Penumpang dan awak akan merasa lebih tegang karena objek dalam pesawat bisa keluar atau tercabut dari posisinya. Bahkan para awak akan merasa kesulitan ketika berjalan di pelataran.
    • Tingkat 3. Pada tahap ini, terjadi perubahan lebih besar; 1g pada pusat gravitasi di badan pesawat. Para penumpang akan merasakan guncangan keras hingga terlepas dari ikatan sabuk pengamannya. Keadaan ini tidak memungkinkan para penumpang maupun awak berjalan di kabin pesawat.
    • Tingkat 4. Ini adalah tingkat turbulensi paling parah. Berbagai benda, penumpang, atau awak bisa terlempar begitu saja tanpa bisa dikendalikan dan sangat membahayakan penerbangan.


      4 tingkatan intensitas bahaya turbulensi pesawat 

      • Tingkat 1. Pada tingkat ini turbulensi pesawat hanya bersifat sementara. Pengaruhnya pun kecil; hanya pergeseran kecil terhadap ketinggian maupun posisi pesawat di udara. Penumpang hanya sedikit merasakan ketegangan dari perubahan yang diakibatkan oleh turbulensi di luar. Letak objek, misal gelas, pun hanya sedikit mengalami pergeseran tempat. Pada tingkat turbulensi ini, awak yang tengah berjalan mengantarkan makanan di pelataran pesawat (ruang berjalan di antara kursi penumpang) tidak akan mengalami kesulitan.
      • Tingkat 2. Akan ada perubahan sebesar 0.5-1g pada pusat gravitasi badan pesawat. Hal ini bisa dilihat instrumen pembaca accelerometer di kokpit. Namun kondisi pesawat masih dapat dikontrol meski mungkin sebagian benda atau penumpang dapat berpindah dari posisinya. Penumpang dan awak akan merasa lebih tegang karena objek dalam pesawat bisa keluar atau tercabut dari posisinya. Bahkan para awak akan merasa kesulitan ketika berjalan di pelataran.
      • Tingkat 3. Pada tahap ini, terjadi perubahan lebih besar; 1g pada pusat gravitasi di badan pesawat. Para penumpang akan merasakan guncangan keras hingga terlepas dari ikatan sabuk pengamannya. Keadaan ini tidak memungkinkan para penumpang maupun awak berjalan di kabin pesawat.
      • Tingkat 4. Ini adalah tingkat turbulensi paling parah. Berbagai benda, penumpang, atau awak bisa terlempar begitu saja tanpa bisa dikendalikan dan sangat membahayakan penerbangan.
      Iklan