*Politik

Pengamat Politik: Alarm, Elektabilitas Jokowi Di bawah 50% dan Turun Terus

Pengamat Politik: Alarm, Elektabilitas Jokowi Di bawah 50% dan Turun Terus

Pakar politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro mengatakan, elektabilitas Joko Widodo di bawah 50 persen menjadi alarm bahaya Jokowi dalam kontestasi politik Pilpres 2019 mendatang. Sebab, menurutnya sebagai pejawat, Jokowi seharusnya memiliki peluang lebih besar. “Ditambah belum ada bermunculan calon lainnya,” ujarnya dalam sebuah acara diskusi Laporan Survei Nasional Polmark Indonesia di Restoran Batik Kuring, Jakarta, Ahad (22/10). Tampaknya warning pengamat politik itu bisa diartikan bahwa ditengah gencarnya tim Jokowi meningkatkan citra sang presiden justru elektabilitasnya semakin menurun.  Ada apa dengan Jokowi ?

Siti melanjutkan, memang sesuatu yang wajar di setiap rilis survei, Jokowi menjadi nama teratas. Akan tetapi, lanjut dia, elektabilitas yang menurun setelah masa pemilihan menjadikan indikasi banyaknya masyarakat pemilih yang menginginkan pemimpin baru.

Berdasarkan hasil survei yang dikeluarka PolMark Indonesia, Elektabilitas Jokowi menurun hingga 13,7 Persen. Ketika Pilpres 2014 lalu, Jokowi mengantongi elektabilitas sebersar 54,9 Persen, sedangkan dalam rilis survei PolMark Indonesia, Jokowi hanya mengantongi eletabilitas sebesar 41,2 Persen. CEO PolMark Indonesia, Eep Saifulloh Fatah mengatakan pesaing terdekat Jokowi masih tempati Prabowo Subianto dengan tingkat elektabilitas 21,1 persen. Eep menjelaskan, dari tingkat elektabilitas Jokowi, baru hanya 26,6 persen yang mengaku mantap untuk memilih kembali Jokowi di tahun 2019 mendatang. Sedangkan Prabowo mengantongi kemantapan pemilih di angka 11,6 persen suara.

Saat ini di media masa cetak ataupun online semakin gencar Tim Pendukung Jokowi dari segala arah meningkatkan citranya. Tiada hari tanpa pencitraan, tiada waktu tanpa peresmian proyek dan pembagian sertifikat tanah dan berbagai kartu sakti pada rakyat. Setiap hari hari juga para buzer di media masa sibuk menangkis berita buruk tentang Jokowi. Bahkan tim penegak hukum juga dikerahkan pihak tertentu mulai mengancami rakyat yang kritis di media sosial. Demikian juga tidak kurang puluhan bahkan lebih baik ulama, tokoh masyarakat atau masyarakat biasa yang dipaksa  terancam dengan urusan nukum karena mengkritisi sisi negatif Jokowi.

Tiada hari tanpa waktu Jokowi menyambangi langsung proyeknya untuk mengejar deadline pembangunan infrastruktur  monumentalnya sebelum tahun 2019. Banyak psngamat mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur yang mengegebu gebu salah satunya untuk kepentingan 2019. Hal ini bisa dibuktikan bahwa setiap proyek baik besar maupun kecil harus selesai sebelum tahun 2019. Tidak ada proyek Jokowi yang harus selesai ditargetkan sebelum tahun 2019 meski itu sebuah proyek maha karya. Tetapi semua itu tampaknya tidak menolong elektabilitas Jokowi. Seharusnya logika yang dipahami saat Jokowi mengetahkan segala kemapuannya untuk menarik hati rakyatnya akan meningkatkan citranya tetapi hal iji tidak berhasil

Sumber: replubika

Iklan