Dunia Binatang-Fauna

10 Fakta Karakteristik dan  Keunikan Fisik Binatang Gajah

  1. Testis gajah jantan terletak di dekat ginjal. Panjang penis gajah dapat mencapai 100 cm (39 in) dan diameternya kurang lebih 16 cm (6 in). Penis gajah berbentuk S saat sedang ereksi dan memiliki lubang uretral eksternal yang berbentuk Y. Gajah betina memiliki klitorisyang panjangnya dapat mencapai 40 cm (16 in). Vulvanya terletak di antara kaki belakang, sementara pada kebanyakan mamalia vulva terletak di dekat etor. 
  2. Penentuan status kehamilan gajah sendiri cukup sulit karena rongga abdominal gajah yang besar. Sementara itu, kelenjar susu gajah betina menempati ruang di antara kaki depan, sehingga bayi gajah yang sedang menyusui dapat dijangkai oleh belalai sanga induk. Gajah juga memiliki organ yang unik, yaitu kelenjar temporal, yang terletak di kedua sisi kepala. Organ ini terkait dengan perilaku seksual, dan gajah jantan mengeluarkan cairan dari kelenjar tersebut dalam keadaan musth. Gajah betina juga didapati mengeluarkan cairan dari kelenjar temporal
  3. Gajah semak afrika dapat ditemui di berbagai jenis habitat, seperti di sabana, gurun, rawa-rawa, dan pesisir danau, di ketinggian yang bervariasi antara permukaan laut hingga wilayah pegunungan di atas garis salju. Gajah hutan afrika utama hidup di hutan-hutan khatulistiwa, tetapi akan memasuki hutan galeri dan ekoton di antara hutan dan sabana. Gajah asia lebih menyukai wilayah yang merupakan percampuran antara rerumputan, tumbuhan berkayu yang berketinggian rendah, dan pepohonan, dengan habitat utama di hutan semak belukar berduri yang kering di India selatan dan Sri Lanka dan hutan hijau abadidi Malaya.
  4.  Gajah merupakan hewan herbivora dan akan memakan daun, ranting, buah, kulit pohon, dan akar. Mereka terlahir dengan usus yang steril, dan memerlukan bakteri yang dapat diperoleh dari feses ibunya untuk mencerna tumbuh-tumbuhan. Gajah afrika pada umumnya merupakan pemakan tunas, sementara gajah asia adalah hewan perumput. Mereka dapat mengonsumsi 150 kg (330 lb) makanan dan 40 L (11 US gal) air dalam satu hari. Gajah cenderung hidup di dekat sumber air. Periode makan biasanya berlangsung pada pagi, siang, dan malam hari. 
  5. Pada pertengahan hari, gajah beristirahat di bawah pohon dan mungkin tertidur saat berdiri. Gajah baru berbaring tidur pada malam hari. Rata-rata waktu tidur gajah adalah 3–4 jam per hari.[85] Baik jantan maupun kelompok keluarga umumnya berjalan sejauh 10–20 km (6–12 mi) dalam satu hari, tetapi beberapa gajah telah mencapai jarak sejauh 90–180 km (56–112 mi) di Taman Nasional Etosha, Namibia.[86] Gajah melakukan migrasi musiman untuk mencari makanan, air, dan pasangan. Di Taman Nasional Chobe, Botswana, kawanan gajah berkelana sejauh 325 km (202 mi) untuk mengunjungi sungai setelah sumber air lokal mengering.[87]
  6. Karena memiliki ukuran tubuh yang besar, gajah berdampak besar terhadap lingkungan dan dianggap sebagai spesies kunci. Perilaku gajah yang sering menumbangkan pohon dan semak dapat mengubah sabana menjadi padang rumput; saat mereka menggali untuk mencari air selama musim kemarau, mereka menemukan sumber air yang juga dapat digunakan oleh hewan lain. Mereka dapat memperbesar sumber air ketika mereka sedang mandi. Di Gunung Elgon, gajah menggali gua yang dapat digunakan oleh ungulata, hyrax, kelelawar, burung dan serangga.[
  7.  Gajah juga berperan penting dalam menyebarkan biji; gajah hutan afrika dapat menelan dan mengeluarkan biji tanpa berdampak apa-apa (atau malah memberikan pengaruh positif) terhadap proses perkecambahan. Biji biasanya disebarkan dalam jumlah besar di jarak yang jauh. Di hutan Asia, biji-biji yang besar perlu diangkut dan disebarkan oleh herbivora besar seperti gajah dan badak. Relung ekologi ini tidak dapat diisi oleh herbivora terbesar berikutnya, yaitu tapir.  Sebagian besar makanan yang diasup oleh gajah tidak dicerna, sehingga kotoran mereka dapat menjadi makanan bagi hewan lain, seperti kumbang kotoran dan monyet. 
  8. Gajah juga berdampak buruk terhadap ekosistem. Di Taman Nasional Murchison Falls di Uganda, jumlah gajah yang terlalu besar mengancam beberapa spesies burung kecil yang bergantung pada daerah berhutan. Berat mereka dapat mengakibatkan pemadatan tanah, sehingga air hujan akan mengalami pelimpasan yang dapat menyebabkan erosi.
  9. Sebagian besar makanan gajah tidak dicerna. Hewan lain, seperti babun, akan mengambil kotoran gajah untuk mencari biji yang belum dicerna.
  10. Pada umumnya gajah hidup berdampingan dengan herbivora lain, yang biasanya akan menjauh. Kadang-kadang terjadi interaksi agresif antara gajah dengan badak. Di Taman Nasional Aberdare, Kenya, seekor badak menyerang seekor anak gajah, dan akibatnya badak tersebut dibunuh oleh gajah lain. 
Iklan

Kategori:Dunia Binatang-Fauna

Tagged as: