berita metropolitan

Menjelang Pergantian Jabatan, Anis Heran Anggaran RPTRA Hilang

wp-1508117762002..jpg

Menjelang Pergantian Jabatan, Anis Heran Anggaran RPTRA Hilang

Dalam pergantian jabatan gubernur dan wagub antara Djarot dan Anis Sandi memyisakan beberapa ganjalan. Salah satu di antaranya hilangnya anggaran untuk penyediaan lahan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) di APBD DKI Jakarta. Tim Sinkronisasi Anies-Sandi memastikan tidak melakukan koordinasi baik dengan SKPD di Pemprov maupun DPRD DKI Jakarta untuk penghapusan nomenklatur lahan RPTRA.

Sebelumnya Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat yang menyebut hilangnya nomenklatur lahan RPTRA akibat koordinasi tim sinkronisasi.  Tetapi itu segera dibantah ketua Tim Sinkronisasi Naufal. “Itu tidak benar, tudingan yang tidak beralasan,” ujar dia dalam keterangan tertulisnya, Senin (28/8). Naufal mengatakan tidak ada pembicaraan antara Tim Sinkronisasi Anies-Sandi dengan SKPD maupun DPRD terkait penghapusan anggaran lahan untuk RPTRA. Dia mengklaim Anies-Sandi justru menginginkan agar RPTRA makin dikembangkan. “Jadi kami tidak tahu kenapa bisa hilang. Ini bukti bahwa Gubernur Djarot abai terhadap kerja bawahanya,” katanya.

Menurutnya, hal itu justru memperlihatkan kurangnya koordinasi dengan bawahannya dan lemahnya kontrol Djarot atas proses penganggaran. Sebab sampai dengan saat ini semuanya masih wewenang dari SKPD, dan gubernur seharusnya bisa mengontrol, termasuk pembahasan nomenklaturnya. “Pada dasarnya itu tindakan bawahannya. Jadi Djarot perlu bertanya pada dirinya sendiri dan introspeksi, kenapa bisa terjadi?” kata Naufal.

Apakah ada kesengajaan tentang hilangnya anggaran untuk RPTRA amsih belum diketahui. Banyak pengamat mengatakan bila hal itu meruoakan kesengajaan maka pembangunan RPTRA selama ini adalah hanya untuk pencitraan pada rakyat bukan karena ketulusan seorang pemimpin. Karena anggaran yang penting untuk itu telah dihilangkan padanal itu untuk kepentingan rakyat.

Iklan

Kategori:berita metropolitan

Tagged as: