Tak Berkategori

Presiden dan Menteri BUMN Minta Untuk Jual Tol Yang Baru Diresmikan

Presiden dan Menteri BUMN Minta Untuk Jual Tol Yang Baru Diresmikan

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno memberi sinyal ke PT Hutama Karya (Persero) untuk menjual Tol Medan-Binjai jika seluruhnya sudah tersambung. Hal tersebut karena ada masalah lahan dalam pembangunan jalan tol seksi Tanjung Mulia sepanjang 3,3 km. Tol ini masih menunggu proses pembebasan lahan yang ditargetkan akan selesai Desember ini. Hutama Karya sudah diberi mandat untuk membangun beberapa ruas tol yang termasuk bagian Tol Trans Sumatra. Penjualan tol ini mempunyai maksud yang jelas, yakni bisa mendapatkan dana segar dan bisa membangun ruas tol lainnya. Salah satu tol yang akan dibangun adalah Padang-Pekanbaru.

“Nanti kalau Medan-Binjai selesai, karena kita lihat dengan pertumbuhan ekonomi yang bagus ini keliatannya tingkat pengembalian investasi atau Internal Rate of Return (IRR) bisa bagus kalau sudah selesai, seperti halnya di Medan-Binjai ini kalau sudah tersambung semuanya, insha Allah nanti Hutama Karya saya mendorong untuk menjual yang Medan-Binjai,” papar Rini, Deli Serdang.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) ternyata beberapa minggu sebelumnya telah  meminta Menteri BUMN Rini Soemarno untuk segera “menjual” investasi yang sudah jadi untuk kemudian mendapat modal kerja dan bisa digunakan dalam proyek lainnya. “Kalau bisa jangan senang memiliki. Kalau barang jadi, tol jadi, segera di jual bukan dijual semua, tapi dijual dengan masa waktu misal 20 tahun. Nanti dapat uang bangun lagi di tempat lain, pulau lain. Tidak perlu memiliki, tapi itu kan tetap milik pemerintah RI,” ujarnya. Beberapa waktu lalu, PT Jasa Marga (Persero) Tbk telah melakukan sekuritisasi aset pertama dalam bentuk pendapatan masa depan (future income) jalan Tol Jagorawi. Adapun produk yang diterbitkan yakni kontrak investasi kolektif beragun aset (KIK EBA) Mandiri JSMR01. Menurut Presiden, dengan cara BUMN melakukan penjualan investasi yang baru jadi dengan masa konsesi sekian tahun maka pembangunan infastruktur lain bisa dipercepat. Jokowi menekankan, dijual bukan berarti dimiliki 100% oleh pihak lain, tapi setelah masa konsesi selesai akan kembali lagi pada negara. “Jadi, dalam konsesi dengan limit waktu sudah ditentukan bisa 10 tahun, 20 tahun, tapi kecepatan membangun di tempat lain bisa dimiliki. Ini kerja yang harus dilakukan supaya infrastruktur bisa diselesaikan,” ujarnya

Sumbef: okezone.com

Iklan

Kategori:Tak Berkategori

Tagged as: ,