Sejarah Indonesia

10 Fakta Tentang Misteri Piramida di Mesir

10 Fakta Tentang Misteri Piramida di Mesir

  1. Piramida Mesir adalah sebutan untuk piramida yang terletak di Mesir yang dikenal sebagai “negeri piramida” sekalipun ditemukan situs piramida dalam jumlah besar di Semenanjung Yucatan yang merupakan pusat peradaban Maya.
  2. Di Mesir umumnya piramida digunakan sebagai makam raja-raja Mesir Kuno yang dikenal dengan nama firaun. 
  3. Berabad abad lalu piramida sering digunakan sebagai sasaran penjarahan dan perampok makam karena para raja-raja membawa harta kekayaannya dan segala macam artefak guna di alam baka, sekalipun diberi perlindungan dengan semacam kutukan-kutukan untuk mencegahnya. 
  4. Pada masa raja-raja mesir kuno berikutnya, makam raja-raja dan para bangsawan ditempatkan pada lembah yang tersembunyi seperti halnya makam Raja Tutankhamun yang ditemukan secara utuh dan lengkap.
  5. Piramida pun tidak dibuat sembarangan. Para insinyur Mesir kuno menghitung dulu jarak piramida dengan matahari, karena matahari adalah salah satu hal terpenting dalam kehidupan masyarakat Mesir kuno. Ilmuwan masa kini pun mengakui kehebatan mereka dalam membangun piramida yang termasuk tujuh keajaiban dunia ini. 
  6. Waktu, harta, dan tenaga yang dikeluarkan demi pembangunan piramida pun luar biasa banyaknya. Pembangunan piramida membutuhkan waktu sekitar dua puluh tahun dan mempekerjakan lebih dari sepuluh ribu budak, dan banyak yang nyawanya melayang. Piramida terbesar berada di Giza.
  7. Para arkeolog yang sedang mempelajari piramid berusia 3800 tahun di area Dashur, Mesir dikejutkan dengan penemuan kamar makam yang mungkin menjadi rumah peristirahatan terakhir seorang putri Mesir. Dalam kamar tersebut, para arkeolog menemukan sebuah kotak kayu dengan tulisan hieorglyphs (aksara Mesir kuno) “Hatshepset”. Walaupun mirip dengan nama Firaun Hatshepsut, tetapi para peneliti berkata bahwa pemilik kamar merupakan orang yang berbeda. Menurut Kementerian Barang Antik Mesir, katu tersebut seharusnya berisi guci kanopik yang menyimpan organ-organ dalam mumi. Sayangnya, guci tersebut telah hilang dan arkeolog hanya menemukan balutan mumi di dalam kotak tersebut
  8. Bukan dibangun budak. Arkeolog Mesir menemukan sebuah makam baru milik para pekerja yang membangun piramida di lokasi setempat. Makam itu menggambarkan bagaimana para pekerja itu tinggal dan makan lebih dari 4.000 tahun yang lalu. Menurut departemen barang antik, ribuan orang yang membangun keajaiban dunia tersebut, makan daging secara teratur. Mereka bekerja selama tiga bulan bekerja dalam shift dan diberi kehormatan dimakamkan di makam batu bata suci, di dalam piramida. Kepala Badan Urusan Barang Antik Mesir Zahi Hawass menyebutkan, pada makam yang baru ditemukan itu terdapat tulisan tanggal 4 Dinasti Mesir (2.575 SM hingga 2.467 SM), menunjukkan waktu piramida besar itu dibangun. Sebelumnya, makam pekerja yang membangun piramida pertama kali ditemukan di daerah ini pada 1990. Penemuan seperti ini menunjukkan bahwa para pekerja itu dibayar, bukan budak seperti yang diperkirakan banyak orang.”Makam ini dibangun di samping piramida raja, yang menunjukkan bahwa orang-orang ini tidak diperbudak,” kata Hawass. “Kalau mereka budak, tentu tidak akan mampu membangun makamnya di samping makam raja mereka.”
  9. Bukti dari situs sejarah menunjukkan bahwa sekitar 10.000 buruh yang bekerja di piramida makan sekitar 21 sapi dan 23 domba setiap hari yang dikirim dari peternakan di bagian utara dan selatan Mesir. Para pekerja itu diputar setiap tiga bulan dan situs pemakaman adalah untuk orang-orang yang meninggal selama pembangunan. 
  10. Salima Ikram, seorang profesor ahli Mesir di Universitas Amerika di Kairo mengatakan, penemuan-penemuan seperti ini mengungkapkan aspek-aspek lain tentang masyarakat Mesir kuno selain monumen batu dan kuil-kuil yang sering dikunjungi oleh para imam, para penguasa dan bangsawan. “Adalah penting untuk menemukan makam dari orang-orang kelas bawah yang tidak terbuat dari batu, yang bercerita tentang organisasi sosial dan kekayaan relatif berbagai orang,” katanya. Makam para pekerja dari dinasti ke-4 biasanya terbuat dari bata lumpur berbentuk kerucut dan tertutup plester putih. Menurut Hawass, di antara penemuan itu, makam yang paling penting adalah milik seorang pria bernama Idu yang berbentuk persegi panjang ditutupi plester bata lumpur.
Iklan

Kategori:Sejarah Indonesia

Tagged as: ,