Waspada PKI

Kekejaman Josef Stalin, Pemimpin Komunis Soviet


Kekejaman Josef Stalin, Pemimpin Komunis Soviet

Rusia mempublikasikan sebuah dokumen yang membuktikan bahwa mantan pemimpin mereka, Josef Stalin, secara pribadi menandatangani surat perintah pembunuhan terhadap kalangan terkemuka Polandia semasa Perang Dunia II. Saat itu Rusia merupakan negara raksasa bernama Uni Soviet.  Seperti dikutip dari laman harian Sydney Morning Herald, Jumat 30 April 2010, pembunuhan massal 1940, yang disebut pembantaian Katyn, dilakukan terhadap hampir 22.000 warga Polandia, yang dianggap sebagai “borjuis.” Mereka terdiri dari pejabat militer, pendeta, penulis, profesor, dan aristokrat.

Sejak 1992, pemerintah Rusia telah mengizinkan beberapa peneliti melihat dokumen rahasia. Namun baru Kamis kemarin publik diperbolehkan mengakses dokumen, yang dulu sangat dijaga kerahasiaannya semasa rezim Soviet. Publikasi tersebut mengakhiri debat selama bertahun-tahun mengenai benar-tidaknya perintah pembunuhan oleh Stalin. Selama ini, para pengagum Stalin, Stalinist, mengklaim bahwa idola mereka tidak pernah secara pribadi mengesahkan pembunuhan tersebut.

Keputusan oleh Presiden Dmitry Medvedev untuk mempublikasikan dokumen tersebut dipandang sebagai tindakan bersahabat, meski simbolis, bagi Polandia yang selama berpuluh tahun mendesak agar kenyataan tersebut diungkapkan. Publikasi dilakukan beberapa pekan setelah presiden Polandia, Lech Kaczynski, dan 95 orang Polandia tewas dalam kecelakaan pesawat saat akan menghadiri upacara peringatan pembantaian Katyn di Rusia. 

  • Berkas-berkas dokumen tersebut berupa katalog atas keputusan-keputusan yang kemudian berujung pada Stalin dan para asistennya, yang mengesahkan eksekusi terhadap 21.587 tentara cadangan Polandia. 
  • Pembantaian dilaksanakan oleh Polisi Rahasia Soviet, NKVD, di tiga lokasi, tetapi hanya satu lokasi, yakni Hutan  Katyn di barat Rusia, yang menjadi istilah bagi salah satu pembantaian paling terkenal pada Perang Dunia II.
  • Dalam dokumen tersebut terdapat sebuah catatan dari kepala NKVD, Lavrenty Beria, untuk Stalin terkait nasib orang-orang Polandia yang akan dibantai. Beria, dalam catatan tersebut, mengusulkan bahwa NKVD akan melakukan hukuman paling berat, yakni mati ditembak. Tanda tangan Stalin dan cap berwarna merah bertuliskan ‘top secret’ berada di halaman pertama dokumen tertanggal Maret 1940 tersebut.

Stalin

Iosif (Josef) Vissarionovich Stalin (Bahasa Rusia: Иосиф Виссарионович Сталин, Iósif Vissariónovich Stálin), nama asli Ioseb Jughashvili (Bahasa Georgia: იოსებ ჯუღაშვილი, bahasa Rusia: Иосиф Джугашвили, Iósif Dzhugashvíli;) (lahir 18 Desember 1878 – meninggal 5 Maret 1953 pada umur 74 tahun) adalah pemimpin Uni Soviet dari pertengahan 1920-an sampai kematiannya pada tahun 1953. Memegang jabatan Sekretaris Jendral Komite Pusat Partai Komunis Uni Soviet, ia secara efektif sebagai diktator negara.

Stalin adalah salah satu dari tujuh anggota pertama Politbiro, yang didirikan pada tahun 1917 untuk mengelola Revolusi Bolshevik, bersama Lenin, Zinoviev, Kamenev, Trotsky, Sokolnikov dan Bubnov. Di antara kaum revolusioner Bolshevik yang mengambil bagian dalam Revolusi Rusia 1917, Stalin diangkat menjadi Sekretaris Jenderal Komite Sentral partai di 1922. Ia kemudian berhasil mengkonsolidasikan kekuasaan setelah kematian Vladimir Lenin tahun 1924 melalui kritik Lenin (dalam postscript wasiat,) dan memperluas fungsi perannya, sementara juga menghilangkan para oposisi. Dia tetap sebagai sekjen sampai pos dihapuskan pada tahun 1952, merangkap Perdana Menteri Uni Soviet dari tahun 1941 dan seterusnya.

Di bawah pemerintahan Stalin, konsep “Sosialisme di Satu Negara” menjadi prinsip utama dari masyarakat Soviet, bertentangan dengan pandangan Leon Trotsky bahwa sosialisme harus menyebar melalui revolusi internasional terus menerus. Dia menggantikan Kebijakan Ekonomi Baru yang diperkenalkan oleh Lenin pada awal tahun 1920 dengan ekonomi komando yang sangat terpusat, meluncurkan periode industrialisasi dan kolektivisasi yang mengakibatkan transformasi yang cepat dari Uni Soviet, dari masyarakat agraris menjadi kekuatan industri.[2] Namun, perubahan ekonomi juga bertepatan dengan praktik pidana penjara jutaan orang di kamp kerja paksa Gulag. pergolakan awal dalam pertanian menggangu produksi pangan dan turut andil terhadap bencana kelaparan Soviet 1932-1933, dikenal sebagai Holodomor di Ukraina. Antara 1934 dan 1939 ia menyelenggarakan dan memimpin pembersihan besar-besaran dari partai, pemerintah, angkatan bersenjata dan kaum intelektual, di mana jutaan orang tersebut disebut “musuh dari kelas pekerja” dipenjarakan, diasingkan atau dieksekusi, sering tanpa melalui proses hukum. Tokoh utama dalam Partai Komunis dan pemerintah, dan banyak komandan tinggi Tentara Merah, tewas setelah dihukum karena pengkhianatan ketika mengajukan banding

Pada bulan Agustus 1939, setelah usaha yang gagal untuk menyimpulkan pakta anti-Hitler dengan negara besar Eropa lainnya, Stalin menandatangani pakta non-agresi dengan Nazi Jerman yang dibagi berdasarkan pengaruh dan wilayah mereka di Eropa Timur, yang mengakibatkan invasi mereka dari Polandia pada bulan September, tetapi Jerman kemudian melanggar perjanjian dan melancarkan invasi besar-besaran ke Uni Soviet pada bulan Juni 1941. Meskipun kerugian manusia dan teritorial besar, pasukan Soviet berhasil menghentikan serangan Nazi setelah pertempuran yang menentukan di Moskow dan Stalingrad. Setelah mengalahkan kekuatan Poros di Front Timur, Tentara Merah ditangkap di Berlin Mei 1945, secara efektif mengakhiri perang di Eropa untuk Sekutu.[5][6] Uni Soviet kemudian muncul sebagai salah satu dari dua yang diakui sebagai negara adidaya dunia, selian Amerika Serikat.[7]Pemerintah Komunis yang setia kepada Uni Soviet didirikan di sebagian besar negara dibebaskan dari pendudukan Jerman oleh Tentara Merah, yang kemudian dibentuk Blok Timur. Stalin juga membina hubungan dekat dengan Mao Zedong di Cina dan Kim Il-sung di Korea Utara.

Ketika Perang Dunia II (1939-1945) meletus, Uni Soviet berperang bersama Inggris serta Amerika Serikat melawan Nazi Jerman. Tetapi seusai perang, Stalin memasang “Tirai Besi” antara sekutu Barat dan Soviet dan sebagian besar negara di Eropa Timur dijadikan negara Komunis. Stalin berkuasa sampai saat kematiannya pada usia 74 tahun. Kematiannya ini diduga kuat karena diracun oleh komplotan pimpinan Lavrenty Beria. Pada masa pemerintahannya ia tidak hanya mengawasi seluruh negara Soviet, melainkan juga negara-negara di luar Uni Soviet.

Kehidupan PribadiSunting

Iosif Lahir pada 18 Desember 1878 di Kota Gori , Tifiis , Kekaisaran Russia Ayah nya Besarion Jughashvili adalah seorang Tukang Sepatu dan Ibu nya Ketevan Geladze adalah seorang pembantu , saat kecil Iosif terganggu dengan berbagai masalah kesehatan. dia lahir dengan jari kaki berselaput dua jari kaki yang disatukan di kaki kiri nya. dan wajah nya secara permanen rusak akibat Smallpox pada umur 7 tahun. pada usia 12 tahun Iosif terluka akibat dari kecelakaan yang melibatkan kereta kuda sebab itu lengan kiri nya lebih pendek dari pada lengan kanan nya

Ayah Iosif terjerumus kedalam Minuman keras , dimana yang membuat nya menjadi kasar terhadap keluarga dan bisnis nya gagal. Ibu nya Iosif mendaftarkan Iosif untuk masuk ke sekolah Imam Orthodoks Yunani melawan keinginan suami nya kemudian ayah nya Iosif mengamuk dan mabuk lalu ia di buang dari Gori karena menyerang Kepala Polisi setempat , ia dari Tifilis meninggalkan Anak dan Istrinya

Ketika Iosif berumur 16 tahun ia mendapat beasiswa untuk menghadiri Seminar Spiritual terkemuka di Tifilis Bahasa pengantar nya adalah Rusia. meskipun di latih sebagai seorang imam , ia menjadi Ateisme pada tahun pertama. dia menjadi seorang Nasionalis Budaya Georgia. ia menerbitkan puisi di lokal pers Georgia dan terlibat dalam politik mahasiswa.meskipun penampilan nya sudah baik ia di usir pada thaun 1899 setelah absen dari ujian terakhir nya. catatan seminari juga menunjukan bahwa ia tidak mampu membayar pendidikan nya. sekitar waktu ini Iosif menemukan catatan-catatan Vladimir Lenin dan Iosif bergabung ke Demokrat-Sosialis Rusia sebuah Grup Marxis.

  • setelah keluar dari sekolah Iosif berkerja menjadi seorang pegawai paruh waktu di kantor metereologi , tetapi setelah tindakan keras negara pada revolusioner
  • ketika Vladimir Lenin membentuk Bolshevik , Iosif bersemangat untuk bergabung dengan nya. Iosif terbukti mampu menjadi seorang organizer yang efektif dan berintelektual. di antara kegiatan lain nya , ia menulis dan menyebarkan propaganda pemogokan terorganisir dan menggalang dana melalui perampokan bank , penculikan , pemerasan ,dan pembunuhan Iosif ditangkap dan diasingkan ke Siberia berkali-kali tetapi ia selalu melarikan diri. dengan kemampuan nya , daya tarik nya , dan kecerdasan nya. ia memenangkan rasa hormat dari Lenin dan ia cepat bangkit dengan memlalui Jajaran Bolshevik
  • Iosif menikah dengan istri pertama nya Ekaterina Svanidze, pada tahun 1906 ia melahirkan seorang Putra. Ekaterina Svanidze meninggal di tahun berikutnya akibat Penyakit Rickettsia. pada tahun 1911 Iosif bertemu untuk pertama kalinya dengan Istri kedua nya Nadezhda Alliluyeva satu dari banyak buangan nya di Siberia

Iklan