Tak Berkategori

Benarkah Komunis Dunia Telah Mati, Di Filipina 58 Tahun Terus Memberontak

wp-1505733361144.Benarkah Komunis Dunia Mati, Di Filipina 58 Tahun Masih Terus Memberontak

Setiap menjelang 30 September selalu terdengar isu PKI menghangat di Indonesia. Sebagian kelompok Muslim dan TNI selalu mengingatkan bahwa PKI masih ada dan harus diwaspadai. Tetapi kelompok lain khususnya kelompok pendukung rezim Jokowi dan kroni kroninya selalu menghembuskan bahwa PKI sudah mati dan tidak akan hidup mati. Kelompok ini juga selalu menghembuskan info bahwa Komunis di dunia sudah tidak ada lagi. Memang di Rusia Komunis sudah tidak berkuasa. Tetapi di Cina Partai komunis Cina masih mendominisasi pemerintahan. Bahkan di berbagai negara kelompok komunis terus melakukan pemberontakan terhadap pemerintahan resmi. Seperti halnya Partai komunis Filipina yang sedah lima puluh tahun lebih mengangkat senjata memeberontak terhadap pemerintahan resmi Filipina. Benarkah Komnis dunia sudah mati dan tidak bangkit lagi.wp-1505733985010.

Partai Komunis Filipina atau CPC adalah sebuah partai komunis utama di Filipina. Partai tersebut ikut perang gerilya melawan negara tersebut sejak akhir 1960an. Partai tersebut masih berupa sebuah organisasi politik bawah tanah sejak pendiriannya pada 26 Desember 1968. CPP (Partai komunis Philipina), dengan sayap bersejata Tentara Rakyat baru, telah melakukan pemberontakan hampir lima dekade. Mereka mengharapkan pemerintah Filipina akan mendeklarasikan gencatan senjata sepihak yang sama.

Saat ini CPP mendesak juga Duterte untuk meminta militer agar menunda jalannya semua operasi militer ofensif, pemboman udara, dan kampanye penembakan terhadap masyarakat desa. Tindakan itu untuk membantu menciptakan suasana yang menguntungkan bagi gencatan senjata. Partai Komunis Filipina (CPP) mengatakan unit bersenjatanya akan mendeklarasikan gencatan senjata sepihak paling lambat 31 Maret. Deklarasi itu dilakukan jelang dimulainya kembali pembicaraan damai dengan pemerintah Presiden Rodrigo Duterte bulan depan.

Untuk memberikan dorongan pembicaraan damai, CPP mengatakan juga mengharapkan pemerintah untuk membebaskan 19 tahanan politik yang tua dan sakit. Mereka juga meminta pembebasan atas lima konsultan sayap politiknya, Front Demokratik Nasional, yang ditahan. CPP mengatakan Tentara Rakyat Baru telah membebaskan “tawanan perang” di kota Mati di provinsi selatan Davao Oriental. Pembebasan itu dilakukan untuk membangun kepercayaan, dan juga akan membebaskan empat tahanan lebih.

Para perunding dari kedua pihak sepakat pada tanggal 12 Maret untuk melanjutkan perundingan perdamaian resmi di Belanda dari 2-6 April. Perundingan ini satu bulan setelah Duterte marah dan membatalkan pembicaraan setelah pemberontak menyerang tentara setelah sebelumnya secara sepihak mengakhiri gencatan senjata. Duterte sendiri mengatakan ia akan berkonsultasi dengan para pemimpin politik dan keamanan negara terkait apakah pemerintah melanjutkan gencatan senjata secara sepihak saat ini atau tidak. “Saya harus berkonsultasi dengan Ketua Parlemen, saya harus berkonsultasi dengan Presiden Senat, saya harus mengadakan pertemuan dengan Dewan Keamanan Nasional, dan saya harus bertanya para jenderal tentara dan polisi,” katanya. Konflik antara pemerintah dan komunis telah terjadi selama hampir lima dekade dan menewaskan lebih dari 40.000 orang.

Di Indonesia sampai saat ini Partai Komunis telah dihabisi sampai akar akarnya oleh Rezim Orde Baru dan kelompok Muslim di indonesia karena balas dendam terhadap pemberontakan dan pembantaian yang dilakukan Partao komunis terhadap Para Jenderal TNI AD dan pembunuhan yang tidak manusiawi terhadap ulama, ustadz an para santri saat itu. Tetapi para petinggi TNI AD dan beberapa pihak masih meyakini bahwa gerakan PKI tidak dapat dilihat tetapi masih dirasakan kebangkitannya dengan berbagai fenomena di berbagai daerah.

Iklan