Tak Berkategori

Dokter Anestesi Meninggal Dunia Kelelahan, Tidak Ada Regulasi Jam Kerja Dokter

Dokter Anestesi Meninggal Dunia Kelelahan, Tidak Ada Regulasi Jam Kerja Dokter
Dokter spesialis Anestesi, Dr Stefanus Taofik meninggal dunia setelah melakukan tugas jaga, yang dilaporkan berlangsung ‘lima hari di tiga rumah sakit’ saat libur Lebaran.  Dokter Taofik diduga meninggal karena serangan jantung di kamar jaga rumah sakit di Bintaro.

Ikatan Dokter Indonesia membenarkan kejadian tersebut, namun masih menyelidiki penyebab kematian, kata Sekjen Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) dr M Adib Khumaidi. “(Kita periksa) juga apa betul jaga lima hari, karena informasi lain menyebut bahwa dia berjaga 2×24 jam dengan status on call,” katanya kepada Christine Franciska. “Dokter anestesi tidak seperti dokter UGD yang selalu melek terus di UGD, kalau anestesi biasanya disediakan tempat untuk istirahat.” Ketika tugas on call, dokter tidak harus berada di rumah sakit, tetapi banyak yang memilih berjaga di rumah sakit karena ketika ada panggilan dituntut untuk cepat datang, kata Adib. “Harus dilihat apakah ada faktor pencetus di jantungnya, karena jika ditambah dengan jaga on call, karena (saat on call) stressornya tinggi, ini bisa jadi pemicu. Ini yang perlu ditunggu informasi resminya.” “Sebab beliau sudah ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa di kamar jaga rumah sakit. Sebelum meninggal, dokter Taofik melaksanakan jaga di tiga rumah sakit selama lima hari berturut turut dikarenakan banyak seniornya yang cuti,” tulisnya.

Tidak ada aturan jam kerja

Saat ini regulasi tentang jam kerja dokter di Indonesia belum jelas. Bahkan dokter yang sedang pendidikan spesialis khususnya spesialis Bedah, Anestesi, Anak dan penyakit dalam adalah bidang pendidikan dokter yang sangat padat dan sibuk. Beban kerja mereka sangat berat khususnya berlaitan dengan jam kerja. Seringkali seorang doktwr yang sedang berpendidikan harus jaga 2 × 24 jam atau bahkan lebih terus menerus karena harus mengganti teman sejawatnya yang sedang berhalangan. Sehinggantidaklah mengherankan  di dunia mayanberedar foto seorang doktwr yang sedang jagando rumah sakit harus tidur di atas meja atau kolong meja karena kelelahan. Berbeda dengan di Eropa dan di Amerika Serikat, (diatur) dokter muda (kerja) berapa jam, senior berapa jam, di sini belum ada.”

Tenaga dokter spesialis juga sering tidak merata di sebuah rumah sakit. Ada yang spesialis anestesi satu orang, dua orang. Kalau satu orang, ada operasi 10 sehari, ya dia semua yang ambil karena anestesi menyangkut semua operasi. Intinya dipenyebaran dokter belum bagus sehingga regulasi tidak bisa diterapkan di semua rumah sakit, sehingga rumah sakit menerapkan berbeda-beda,” katanya.

Beberapa kasus kerja berlebihan juga pernah sebelumnya di alami heberapa dokter pernah beberapa kali terjadi. Dulu pernah ada dokter bedah, meninggal, ternyata ada faktor pemicu karena dia perokok dan punya kolesterol. Ada juga yang sudah ada gejala sebelumnya, nyeri dada dan sebagainya, tapi tidak pernah diperiksa lebih jauh kondiai kesehatan jantungnya. 

Iklan