*Ekonomis Bisnis

Mengapa Uang Rupiah Baru Tidak Diakui Di Luar Negeri ?

Mengapa Uang Rupiah Baru Tidak Diakui Di Luar Negeri ?

Keluhan kurangnya pengakuan uang pecahan rupiah baru di beberapa negara seperti Hong Kong, Singapura dan Arab Saudi mulai bermunculan dialami masyarakat Indonesia. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Tirta Segara memberikan klarifikasi dari keluhan tersebut.

Dia mengatakan, uang rupiah adalah alat pembayaran sah di Indonesia, dan telah tertera dalam hukum. “Sehingga pembayaran transaksi dengan rupiah di wilayah NKRI tidak boleh ditolak kecuali telah diperjanjikan lain,” kata Tirta seperti dilansir Republika.co.id, Selasa (4/7) sore.

Sedangkan setiap negara, kata dia, memiliki otoritas sendiri untuk menentukan menerima atau tidak mata uang dari negara lain sebagai alat pembayaran. NKRI, kata dia juga berhak menentukan untuk menerima atau menolak mata uang negara lain selain rupiah. “Kecuali monetary union seperti seperti di wilayah Euro,” kata dia menambahkan.

Beberapa warga Indonesia yang berkunjung ke negara tertentu mengaku mengalami penolakan saat ingin menukarkan uang rupiah baru ke mata uang dolar AS. Mereke mengungkapkan keluhannya tentang legalitas uang rupiah baru di luar negeri terutama di Arab Saudi, Singapura, Amerika

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus melemah. Saking kecil nilainya, rupiah bahkan sulit untuk ditukar ke mata uang lain di luar negeri.

Pengamat Pasar Uang Farial Anwar menilai hal ini sangat memprihatinkan. Pasalnya, orang luar negeri seperti enggan pegang rupiah seolah sudah tidak ada nilainya. “Kalau Anda jalan-jalan ke Australia saja itu tidak banyak money changer yang terima rupiah. Memang masih ada yang mau tapi jumlahnya sedikit sekali,\\\” ujar Farial sepertoli dilansir  detikFinance, Kamis (5\/12\/2013).

Parahnya lagi, money changer di Australia itu menerima hampir semua mata uang Asia, seperti dolar Singapura, dolar Hong Kong, ringgit Malaysia, tapi tidak rupiah. “Kenapa ini terjadi, karena mereka merasa kalau pegang rupiah ini nilainya jelek,\\\” jelas Farial. Salah satu pengusaha asli Indonesia yang berbisnis di Australia, Iwan Sunito, juga mengamini hal tersebut. Ada beberapa pihak yang menukar dolar dengan rupiah tapi harganya dimahalkan. “Orang tidak mau jual dolar dibeli pakai rupiah, kecuali harga dolarnya dimahalkan,” kata Iwan.

Bank Indonesia (BI) mengimbau kepada masyarakat yang ingin bepergian ke luar negeri agar menukarkan rupiah baru dengan mata uang negara tujuan di tanah air. Direktur Eksekutif Departemen Pengedaran Uang BI Suhaedi mengatakan sebaiknya penukaran uang di money changer negara asal demi keamanan. “Jadi sebelum berangkat ke luar negeri, yang bersangkutan dapat menukarkan uang rupiahnya di money changer resmi dengan mata uang negara lain,” kata Suhaedi seperti dilansir detikFinance, Kamis (6/7/2017).

Suhaedi mengatakan, hal ini harus dilakukan karena lebih aman dan praktis. “Ini bisa lebih efisien, tapi kalau dalam jumlah besar bisa dilakukan non tunai lebih praktis dan aman,” ujar dia.

Penukaran ini juga supaya menghindari hal-hal yang tidak diinginkan di luar negeri, misalnya uang rupiah baru tidak diterima untuk ditukar dengan uang negara setempat.

Iklan