Kontroversi

Mengapa Klaim Pimpinan Polisi Kecelakaan Mudik 2017 Berbeda ? Tahun 2013 jauh lebih rendah ?

Mengapa Klaim Pimpinan Polisi Kecelakaan Mudik 2017 Berbeda ? Tahun 2013 jauh lebih rendah ?

Penanganan mudik tahun ini dianggap lebih baik dari tahun kemarin. Angka kecelakaan dan korban jiwa di jalur selatan menurun dibandingkan ketika mudik tahun 2016 lalu. Hal tersebut diungkapkan Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Tito Karnavian, ketika melakukan konferensi pers di Pos Pelayanan Cileunyi, Jumat (30/6/2017). Menurut Kapolri angka kecelakaan turun 46%.. Tetapi anehnya Angka kecelakaan lalu lintas sepanjang musim mudik Lebaran tahun 2017 diklaim Kabagpenum Divisi Humas Polri Komisaris Besar menurun hanya sebesar 14 persen dibanding tahun lalu. Melihat keanehan dan kerancuan laporan jumlah mudik tersebut banyak pengamat mengatakan bahwa terkesan data yang dimiliki Polri tidak akurat atau dikeluarkan hanya sepotong potong pada daerah tertentu dan saat tertentu misal hamya disebutkan hari kedua lebaran saja. Kapolri sebagai kepala polisi se Indonesia seharusnya tidak menyebutkan angka kejadian hanya di jalur selatan tetapi juga angka kecelakaan nasional. Pada tahun tahun sebelumnya Kadivhumas Polri selalu melaporkan dengan detil jumlah angka kecelakaan dan jumlah korban secara nasional dan hasil rekapitulasi sevelum dan setelah lebaran dalam kurun waktu 1-2 minggu. Dengan tidak terkoordinasinya cara pelaporan angka kecelakaan itu pengamat mengatakan  polisi terkesan hanya untuk image penurunan kecelakaan karena kehebatan polisi dan pemerintah dalam menangani kasus mudik dengan petmainan angka stastistik yang sering mengecoj masyarakat dalam ikut menilai dan mengevaluasi kerja aparat dan pemrrintah .

Keanehan lainnya Kapolri dianggap tidak profesional dalam menyebutkan angka kejadian kecelakaan hanya menyebutkan prosentase penurunan dengan tidak menyebutkan jumlah pasti angka kecelakaan dan angka kematian. Padahal setelah diteliti dibandingkan tahun 2013 ternyata kasus kecelakaan yang terjadi saat ini jauh lebih besar. Dibandingkan angka kecelakaan tahun 2013 ternyata saat peristiwa kecelakaan saat ini yang diklaim turun jauh tetapi masih jauh lebih tinggi. Saat tahun 2013, Dari data yag himpun dari H-7 sampai hari H jumlah kecelakaan ada 1598 kejadian,” ujar Agus dalam rilis di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Sabtu (10/8/2013) . Dibandingkan tahun 2017 Kabagpenum Divisi Humas Polri Komisaris Besar Martinus Sitompul dalam keterangan tertulisnya, Selasa (27/6) mengungkapkan Jumlah kecelakaan 1.299 kejadian hanya pada hari kedua lebaran. 

Perbedaan Klaim Polri Tentang Angka Kecelakaan Saat Mudik Lebaran 2017 

  • Polisi mengklaim arus mudik dan arus balik Lebaran 2017 lebih baik dari tahun sebelumnya. Hal tersebut tergambar dari tingkat kemacetan dan kecelakaan lalu lintas yang menurun pada tahun ini. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan tingkat kecelakaan lalu lintas turun sekitar 26 persen dari tahun 2016 lalu. “Jadi turun semua. Kemarin temen-temen kami ajak semua dari kepolisian, ada dari Jasa Raharja, ada dari TNI juga ikut di jalan dan ikut memberikan warna untuk tahun ini. Sehingga kita bisa menekan semuanya, dan cara seperti inilah kita gunakan untuk tahun depan,” ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Senin (3/7/2017).
  • Penanganan mudik tahun ini dianggap lebih baik dari tahun kemarin. Angka kecelakaan dan korban jiwa di jalur selatan menurun dibandingkan ketika mudik tahun 2016 lalu.Hal tersebut diungkapkan Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Tito Karnavian, ketika melakukan konferensi pers di Pos Pelayanan Cileunyi, Jumat (30/6/2017). Menurut Kapolri angka kecelakaan turun 46%. Menurut data yang diterimanya, jumlah angka kecelakaan selama arus mudik tahun ini mengalami penurunan dibandingkan jumlah angka kecelakaan pada arus mudik tahun lalu. “Angka kecelakaan menurun sebanyak 47 persen,” ungkapnya selama sesi wawancara. Selain itu, angka jumlah korban luka-luka pun mengalami penurunan.Angka jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan selama arus mudik turun sebanyak 68 persen.
  • Angka jumlah korban luka berat akibat kecelakaan selama arus mudik turun sebanyak 20 persen, sementara angka korban luka ringan turun sebanyak 58 persen.

ARGO

    • Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan tingkat kecelakaan lalu lintas turun sekitar 26 persen dari tahun 2016 lalu. Argo menjelaskan pada Operasi Ramadniya 2017 terjadi 93 kecelakaan lalu lintas. Adapun pada tahun 2016 lalu terjadi 126 kecelakaan. Tercatat ada 10 orang tewas akibat kecelakaan lalu lintas pada tahun ini. Sedangkan tahun lalu korban mencapai 12 orang. Adapun korban luka berat sebanyak 24 orang. Data tersebut menurun setengahnya dibandingkan tahun lalu. Lalu, korban luka ringan mencapai 97 orang, menurun dibandingan 101 orang pada tahun lalu.”Tingkat fatalitas korban meninggal dunia menurun sekitar 17 persen,” kata Argo. Menurut Argo, rata-rata kecelakaan tersebut terjadi lantaran faktor kelelahan. Kendati angka kecelakaan turun, kerugian materil akibat kecelakaan lalu lintas pada tahun ini naik tiga persen dibanding tahun sebelumnya. Kerugiannya mencapai Rp 280 juta pada tahun ini dan tahun sebelumnya hanya Rp 273 juta.

    Wow baru 4 hari Mudik Angka Kecelakaaan 598 

      • Selama arus mudik per tanggal 19 Juni hingga 22 Juni, sudah ada ratusan kecelakaan lalu lintas terjadi.  Tercatat, selama empat hari berselang, sudah terjadi 598 kecelakaan di jalanan. “Total ada kecelakaan sebanyak 598 selama empat hari ini,” ucap Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen Rikwanto, Jumat (23/6). Jenderal bintang satu ini memerinci, ada sebanyak 71 kecelakaan terjadi pada 19 Juni 2017. Lalu pada 20 Juni 2017, kecelakaan lalu lintas terjadi sebanyak 189 peristiwa.  Kemudian tanggal 21 Juni 2017 terjadi 146 insiden, dan pada 22 Juni 2017 terjadi 192 kecelakaan. Namun dia belum bisa memerinci jumlah berapa banyak kecelakaan roda dua dan roda empat terjadi. Dia hanya menegaskan, selama empat hari ini, kecelakaan mayoritas terjadi pada kendaraan roda dua. “Memang mayoritasnya roda dua. Kami rekomendasikan sejak awal, beberapa tahun lalu sampai sekarang, roda dua jangan digunakan untuk mudik,” kata dia. Mantan Kapolres Klaten ini menambahkan, akibat kecelakaan, ada 17 orang meninggal pada 19 Juni 2017. Lalu 17 meninggal pada 20 Juni 2017. Kemudian sebanyak 35 tewas pada 21 Juni 2017 dan 36 tewas pada 22 Juni 2017. “Untuk yang Jumat (23/6) masih dilakukan pendataan,” tukas dia.(jawapos.com/jpnn)
      • Angka kecelakaan lalu lintas sepanjang musim mudik Lebaran tahun ini diklaim menurun sebesar 14 persen dibanding tahun lalu. Itu disampaikan Kabagpenum Divisi Humas Polri Komisaris Besar Martinus Sitompul dalam keterangan tertulisnya, Selasa (27/6). “Jumlah kecelakaan 1.299 kejadian atau turun 216 kejadian. Dibandingkan hari ke-dua tahun  2016, sebanyak 1.515 kejadian,” kata Martinus menyebutkan. Ia melanjutkan, angka kematian saat arus mudik juga turun dibanding tahun sebelumnya. Tahun ini sebanyak 292 orang meninggal dunia, sementara tahun lalu 294 orang. Korban luka berat, lanjut Martinus, juga mengalami penurunan sebesar 122 orang. Tahun lalu, korban luka berat saat arus mudik mencapai 478 orang, sedangkan tahun ini hanya 356 orang. “Korban luka ringan 1.682 orang dibanding tahun 2016 sebanyak 1.959 orang, atau turun sebanyak 277 orang 14 persen,” katanya. Penurunan juga terlihat dalam kerugian materi yang dialami dari arus mudik Lebaran tahun ini. Tahun lalu kerugian mencapai Rp3,65 miliar, sementara tahun ini hanya Rp2,72 miliar. Artinya, ada penurunan sebesar 25 persen soal itu
      • Pada tahun 2013 jumlah kecelakaan 1598.  “Dari data yang kita himpun dari H-7 sampai hari H jumlah kecelakaan ada 1598 kejadian,” ujar Agus dalam rilis di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Sabtu (10/8/2013). Saat hari didapatkan 44 meninggal. Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Inspektur Jenderal Polisi Ronny Frengky Sompie mengatakan, khusus pada hari H Lebaran, sebanyak 44 orang meninggal dunia dan 83 orang mengalami luka berat. “Dan jumlah kendaraan yang terlibat kecelakaan lalu lintas sebanyak 2.749,” ujar Ronny. Kendaraan yang mengalami kecelakaan tersebut meliputi kendaraan roda dua sebanyak 1.897, mobil penumpang sebanyak 426 kendaraan, bus sebanyak 109, dan mobil barang 232 kendaraan. Hingga tahun ini, kecelakaan masih didominasi oleh kendaraan roda dua.

      Pembuat Hoax Terbaik adalah Pemerintah ?

        Melihat keanehan dan kerancuan tersebut beberapa pengamat menyarankan agar Polri lebih profesional dalam mengumumkan data statistik angka kecelakaan saat mudik agar tidak membingungkan masyarakat dan tidak membuat praduga yang buruk tentang niat baik polisi.

        Perbedaan dan keanehan tersebut mengigatkan ungkapan  Dosen di Departemen Filsafat Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (FIB-UI), Rocky Gerung yang pernah melayangkan kritik keras pada pemerintahan Presiden Joko Widodo dalam menangani hoax atau berita bohong. Pemerintah saat ini sedang panik. “Kita mencium ada semacam kepanikan di dalam rezim ini. Orang panik biasanya ingin cari pegangan apa saja. Kayak orang hanyut, dia mau raih apa saja. Entah itu kaleng bekas hanyut, batang pohon. Jadi kepanikan menunjukkan ada krisis, sebenarnya,” kata Rocky dalam acara Indonesia Lawyer Club (ILC) yang bertemakan Hoax di TVOne, Selasa (17/1), malam. Menurut Rocky, rezim saat ini semacam ingin mengendalikan kebenaran sesuai dengan standarnya. Dia pun mencurigai ada kebohongan yang disembunyikan dalam upaya keras pemerintah melawan hoax. “Rezim itu, kalau dia terus menerus mengendalikan kebenaran, artinya ada kebohongan yang hendak disembunyikan,” kata Rocky. Sementara, dia menilai bahwa pembuat berita bohong terbaik adalah pemerintah yang sedang berkuasa. “Pembuat hoax terbaik adalah penguasa,” katanya. Alasannya, penguasa memiliki seluruh peralatan untuk berbohong. Intelijen, kata dia, pemerintah punya, begitupun data statistik dan media. “Tapi itu faktanya. Hanya pemerintah yang mampu berbohong secara sempurna,” kata Rocky.

        Iklan