10 Korupsi

Ketika Prof Romli Buka Belangnya KPK dan ICW

Ketika Prof Romli Buka Belangnya KPK dan ICW

Pakar hukum pidana, Prof. Romli Atmasasmita membongkar dugaan penyimpangan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Selain itu, Ia juga mengkritisi Indonesia Corruption Wact (ICW) terkait dengan dana hibah yang diterima ICW dari dan atau KPK.

Berikut cuitan Prof. Romli soal dana hibah dan dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh ICW dan KPK, kemarin, Jum’at (30/06/2017):

  • “Yang saya tahu donor ICW ada 54 organisasi internasional. Baca buku tentang KPK dan ICW, penerbit Gramedia. Buku tentang KPK dan ICW analisis laporan BPK atas KPK dan donor ICW serta akumulasi dana yang diterima ICW.
  • Sumber dana ICW 2009-2014. Total penerimaan hibah ICW 2005-2014. Buku akuntabilitas tentang KPK dan ICW, sumbernya: 1). Laporan Riksa BPK atas KPK dan, 2). Audit keuangan ICW oleh kantor akuntan Yanuar dan kawan-kawan dipublikasi.
  • Yang saya tidak habis pikir, jika ICW punya solidaritas seharusnya LSM sumber dana tersebut di-share dengan kawan-kawan LSM lain agar geraknnya masif. Total penerimaan hibah ICW Laporan Keuangan periode 2005-2014 dengan total IDR 91.081.327.590.02. Hibah asing: IDR 58.848.536.364.73. Dan dari pemerintah Negara Asing/lembaga di bawah PBB: IDR 9.197.471.629. Sumber penerimaan tidak terikat IDR 23.035.319.596.29.
  • dana ICW terbanyak dari 52 donor asing. Pasti tidak ada yang gratis. Minimal laporan kinerja dan laporan pertanggung-jawaban keuangan. Catatan kaki halaman 92 buku Akuntabilitas KPK (kuning. red) jelas pelanggaran UU Hibah yang dilakukan oleh KPK jilid III dan LSM. Hasil analisis tentang kinerja KPK dan ICW itulah yang mendorong saya sedia sebagai narsum Pansus Angket dengan tujuan koreksi dan bukan bubarkan KPK. Harapan saya Pansus Angket KPK minta pertanggung-jawaban KPK atas: 1). Nasib 36 tersangka tanpa Bukper-langgar KUHAP, dan 2). 77 perkara tidak lanjut ke penututan.
  • Baca konsentrasi dana asing ada di ICW. Jelas ICW lembaga monopoli gerakan anti korupsi yang kredibel di mata negara asing dan orang asing. Yang mengusik saya sebagai inisiator KPK dan UU Tipikor terhadap ICW, mengapa ICW tidak lakukan gerakan masif hajar mafia migas tapi hanya pada birokrasi.
  • Jawaban atas kegalauan saya mungkin terjawab pada data tabel total penerimaan hibah ICW 2005-2014, nomor urut 28 dan 29: dana 2007-2012: IDR 6,6 miliar.
  • Pansus angket KPK harus minta pertanggung-jawaban KPK alirkan dana ke ICW dan LSM lainnya karena terkait dugaan pelanggaran UU hibah (asing). Mengapa saya buka saja data hasil analisis tentang KPK dan ICW, agar khususnya 357 profesor pendukung KPK berpikir objektif dan jernih tentang KPK.
  • Bagi saya KPK telah menyimpang dari khittah awal pembentukan sehingga wajib dikoreksi dan dikembalikan kepada on the right track-nya.
  • Romli juga menyinggung soal Asset recoverry kejaksaan dan KPK 2009-2014. Analisis daya serap APBN dan biaya negara untuk narapidana/tahanan ditulis dalam buku (belum terbit) ‘Rekonstruksi Asas Tiada Pidana Tanpa Kesalahan’. Data tentang KPK dan ICW tersebut justifikasi, saya dukung Pansus Angket KPK sebagai jawaban atas dukungan 357 Profesor terhadap KPK di bawah tim hukum KPK.
  • “Cuplikan analisis LPIKP atas Roadmap KPK 2011-2023 dan Renstra KPK 2011-2015. Analisis roadmap KPK dan reksa KPK. Atas data dan analisis LPIKP maka jargon ‘Jika bersih kenapa risih’ dan ‘Jujur itu hebat’! Buktikan oleh KPK dan ICW di depan Pansus Angket.
  • Laporan BPK atas keuangan KPK 2009-2013 (gambar). LSM anti korupsi termasuk adalah ICW dan juga pukat sekalipun di bawah naungan UGM wajib audit sesuai UU Ormas, UU Keuangan, dan UU KIP juga UU Hibah. Silahkan berikan pendapat yang argumentatif atas analisis LPIKP tentang KPK penerbit Gramedia 2016 oleh siapapun yang berminat khususnya yang pro KPK. Jawab, kenapa dana segitu besarnya diterima ICW tidak di-share kepada kawan? LSM pegiat anti korupsi yang lain? ICW jangan alihkan isu. Jika saya ICW, pasti dana milyaran di-share ke corrupt watch daerah-daerah agar masih dan merata bantu KPK, dan kejaksaan berantas korupsi.
  • Mari kawal Pansus Angket KPK sampai tuntas! Kita kawal Pansus bekerja lurus, terbuka, tidak ada yang ditutupi dan akuntabel. Saya siap hadir di Pansus jika dipanggil untuk berikan keterangan di bawah sumpah tentang kinerja KPK dan ICW.” Demikian tulisan Prof. Romli melalui akun media sosial Twitter milik(-nya).
Iklan