*Pendidikan politik

Inilah Alasan PDIP, Nasdem dan Golkar Kirim Kadernya Belajar Ke Partai Komunis ke China

Inilah Alasan PDIP, Nasdem dan Golkar Kirim Kadernya Belajar Ke Partai Komunis Ke China

PDIP, Nasdem dan Golkar pembelajaran mengenai pembangunan kader akar rumput serta pengentasan kemiskinan pada Partai Komunis China (PKC). Bahkan PDIP sudah mengirimkan kadernya angkatan ketiga. Eva Kusuma Sundari selaku pimpinan delegasi PDI Perjuangan memgatakan para kader partai tersebut akan meninjau lapangan untuk mempelajari bagaimana cabang dan ranting Partai Komunis Cina bekerja. Sementara itu Golkar mengirimkan kadernya ke PKC karena tertarik belajar pendidikan moralitas PKC dan penanaman ideologi partai kepada kader-kadernya. 

Ketua Depatemen Kaderisasi dan Ideologi DPP PDIP, Idham Samawi menepis anggapan bahwa kerjasama dengan Partai Komunis China itu akan berdampak negatif terhadap persepsi publik di tanah air. Seperti yang diketahui, citra komunisme di Indonesia masih buruk karena pengalaman sejarah di masa lalu. “Kesamaan tidak bisa kita pungkiri adalah di sisi kerakyatan, berpihak pada yang kaum tertindas, termarjinal. Mereka Marhaen. Yang sama itu akan kita kerjasamakan. Kaderisasi bukan ideologinya, tapi cara memahamkan ideologinya,” jelas Idham.

Inilah Alasan PDIP, Nasdem dan Golkar Belajar Pada Partao Komunis China

  • Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) kedatangan Partai Komunis China (The Communist Party of China/CPC). Partai nasionalis itu ingin belajar sistem pengkaderan CPC yang dikenal berhasil. “Kedatangan delegasi dari CPC ini sangat berarti penting selain untuk melakukan pembelajaran mengenai pembangunan kader akar rumput serta pengentasan kemiskinan,” ujar Ketua Bidang Pertahanan dan Hubungan Luar Negeri Andreas Pareira di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Selasa (11/9). Dalam diskusi bertajuk ‘Peran Partai dalam Membangun Organisasi Akar Rumput dan Pengentasan Kemiskinan’ ini, Andreas berharap pertemuan bisa mempererat hubungan persahabatan kedua partai. Sebaliknya, Deputy Director General International Exchange Center of IDCPC Ah Yuejun, mengatakan kunjungannya untuk mengajak melakukan studi banding mengenai bagaimana melakukan kaderisasi dan pendidikan kepemimpinan. “Kami juga ingin meningkatkan pengetahuan kepada China. Kalau memungkinkan, kami juga bersedia mengundang organisasi syariah anda atau NGO ke China. Saya juga ingin mengundang delegasi PDIP ke sekolah partai di China,” sebut Yuejun. Delegasi PKC di Indonesia selama lima hari, terdiri dari Vice President, China Eksekutif Leadership Academy Pudong (CELAP) Jiang Haishan, Director International Exchange Center of IDCPC Wu Zhenghong, Third Secretary From Embassy of The People’s Republic of China Chen Bin, Researcher The Office of Poverty Alleviation and Development of The State Council Gou Jianjun, dan Deputy Division Director Bereau IDCPC Mei Jing. Sedangkan PDIP diwakili Wakil Sekjen Bid Kesekretariatan Hasto Kristiyanto, Ketua Bidang Perikanan dan kelautan Rokhmin Dahuri, Ketua Bidang Kehutanan dan Perkebunan M Prakosa, Ketua Bidang Pertanian Perikanan Kelautan Mindo Sianipar dan Ketua Bidang Perempuan dan Anak SB Wiryanti Sukamdani. (www.merdeka.com)
  • Sebanyak 15 kader PDI Perjuangan bertolak dari Jakarta menuju China, Senin, guna memenuhi undangan Partai Komunis China untuk studi banding berbagai masalah pembangunan di sekolah partai negara tersebut hingga 23 Oktober 2013. Sebelum bertolak menuju China, Eva Kusuma Sundari selaku pimpinan delegasi PDI Perjuangan kepada Antara menjelaskan bahwa kader partainya yang belajar di sekolah partai itu merupakan angkatan ketiga pada tahun ini. Selain Eva yang juga anggota Komisi III DPR RI, kader PDI Perjuangan lainnya yang berangkat ke Negeri Tirai Bambu, antara lain Vanda Sarundayang (anggota Komisi VI DPR RI yang sekaligus Ketua Taruna Merah Putih Sulut), Bupati Ngawi Budi Sulistyo, Bupati Flores Timur Yoseph Lagadoni Herin, dan Ketua DPRD Kabupaten Semarang Bambang Kusriyanto. “Selebihnya, anggota berbagai departemen di Departemen Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan,” kata Eva yang juga anggota Departemen Kaderisasi Departemen Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan.  Selama kunjungan, lanjut Eva, delegasi akan pergi ke Shanghai, Guiyang, dan Beijing. Ia lantas menjelaskan pelbagai kegiatan di Shanghai, yakni delegasi akan meninjau lapangan untuk mempelajari bagaimana cabang dan ranting partai bekerja, melakukan observasi di pusat perawatan kesehatan anak-anak, dan melihat bagaimana sektor pertanian di perdesaan dikembangkan.  Di Guiyang, delegasi akan mempelajari bagaimana pemerintah setempat membina dan mengembangkan usaha kecil dan menengah (UKM) di sektor produk industri kesehatan agar bisa masuk pasar internasional. Adapun program di Beijing, kata Eva, akan diisi dengan serial “workshop” dengan para ahli dan pengurus Sekolah Partai China dengan topik, antara lain “Grassroots Cadres Competitive Selection and Training”; “The Experiences on Building Close Party-Masses Relationship”; dan “Sharing Experiences on Strengthening and Innovating Of Social Administration”.
  • Seperti PDIP, Nasdem pun Akan Kirim Kadernya Belajar ke Partai Komunis Cina. Partai Nasdem tampaknya mengikuti jejak kawan sekoalisinya, PDIP, yang telah menjalin hubungan mesra dengan Partai Komunis Cina sejak beberapa tahun lampau. Sama seperti PDIP, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh pun akan mengirim kader-kader partainya untuk belajar soal kepartaian kepada partai satu-satunya di Cina itu. Hal tersebut diungkapkan Surya kepada Wakil Presiden Partai Komunis Cina Gou Yezhou, yang datang ke Kantor DPP Partai Nasdem di Gondangdia Lama, Jakarta Pusat, Senin malam (8/6). Surya menyambut dengan hangat kedatangan Gou Yezhou. Sementara itu, Gou Yezhou mengatakan, dirinya senang bisa mengunjungi Indonesia. Menurut dia, hubungan antara Indonesia dan Cina dapat berjalan dengan baik. Begitu pula hubungan Partai Nasdem dengan Partai Komunis Cina. “Kami berharap Partai Nasdem dapat mengirimkan lebih banyak lagi kader ke Tiongkok,” ujar Gou Yezhou. Menanggapi hal itu, Surya mengungkapkan, pihaknya pasti akan mengirim kadernya sebanyak-banyaknya ke Cina. Surya juga berharap, hubungan Indonesia dan Cina tak sekadar hubungan bilateral matematika, tapi juga secara emosional. “Kedua negara ini harus melakukan hubungan tak sekadar hitungan matematika, tapi emosional. Kalau ada apa-apa di Indonesia, Tiongkok harusnya sudah tergetar. Demikian juga sebaliknya,” kata Surya. Sebelumnya, pada September 2014 lampau, Surya Paloh pernah juga menggelar pertemuan dengan petinggi Partai Komunis Cina di Beijing Cina. Menurut Surya, kunjungannya ke Partai Komunis Cina ketika itu adalah kunjungan yang tidak resmi.
  • Partai Golkar dalam waktu dekat akan mengirimkan kader-kader mudanya untuk belajar di Sekolah Partai Pusat Partai Komunis China. Golkar tertarik belajar pendidikan moralitas PKC dan penanaman ideologi partai kepada kader-kadernya. Hal itu diungkapkan Ketua Bidang Penanganan Kesejahteraan Rakyat Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar Agus Gumiwang Kartasasmita, Rabu (20/4), setelah menjalani serangkaian pertemuan dengan petinggi PKC, sebagaimana dilaporkan wartawan Kompas, Susana Rita Kumalasanti dari Beijing.Agus mengungkapkan, Golkar dengan PKC telah menyepakati kerja sama dalam lima bidang, yaitu politik, kebudayaan, sosial, ekonomi, dan politik internasional. Dalam bidang politik, kerja sama tersebut ditindaklanjuti dengan pengiriman 10 kader Partai Golkar per tahun yang berusia 30-40 tahun untuk belajar di Sekolah Partai Pusat PKC. (www.kompas.com)

Secara umum alasan PDIP, Golkar dan Nasdem belajar langsung ke Partai Komunis Cina dengan meninjau lapangan adalah untuk mempelajari bagaimana cabang dan ranting Partai Komunis Cina bekerja. Selain itu pengiriman kader ke Partai Komunis China karena tertarik belajar pendidikan moralitas PKC dan penanaman ideologi partai kepada kader-kadernya. 

    Sumber: Kompas, antara dan berbagai sumber lainnya

    Iklan