10 Rekor Dunia

10 Gaji Presiden Terbesar Di Asia Dan Gaji Presiden Jokowi

10 Gaji Presiden Terbesar Di Asia DaN Gaji Presiden Jokowi

  1. Lee Hsien Loong, Perdana Menteri Singapura. Dengan gaji US$ 1,7 juta atau setara dengan Rp 23,3 miliar per tahun, Lee Hsien Loong berhasil menjadi pemimpin negara dengan gaji paling tinggi di dunia.
  2. Tony Tan, Presiden Singapura. Di urutan kedua ada Presiden Singapura, Tony Tan, dengan gaji per tahun sebesar US$ 1,1 juta atau setara dengan Rp 15 miliar.
  3. Fuad Masum, Presiden Irak. Politikus asal Kurdish, Fuad Masum, merupakan Presiden Irak saat ini. Total gaji yang ia dapatkan per tahun adalah US$ 840.000 atau setara dengan Rp 11 miliar.
  4. CY Leung, Kepala Negara Hong Kong. Gaji tahunan dari CY Leung adalah US$ 530.000 atau setara dengan Rp 7,2 miliar. Jumlah tersebut sama dengan 12 kali gaji penduduk di Hong Kong.
  5. Khalifa bin Salman Al Khalifa, Perdana Menteri Bahrain. Pada 2009 dilaporkan bahwa pemimpin negara satu ini mendapat gaji per bulan sebesar Rp 270 juta ditambah uang tunjangan sebesar US$ 4.000 atau setara dengan Rp 54 juta setiap bulan.
  6. Ilham Aliyev, Presiden Azerbaijan. Pria yang telah menduduki posisi sebagai Presiden Azerbaijan sejak 2003 ini memiliki gaji per tahun sebesar US$ 230.000 atau setara dengan Rp 3,1 miliar. Gaji yang cukup fantastis tersebut sukses membuatnya bertengger di posisi ke-6.
  7. Shinzo Abe, Perdana Menteri Jepang. Perdana Menteri Jepang ini membawa pulang gaji sebesar US$ 202.700 atau setara dengan Rp 2,7 miliar per tahun. Gaji yang ia dapat setara dengan 8 kali gaji penduduk Jepang pada umumnya.
  8. Park Geun-hye, Presiden Korea Selatan. Dikabarkan bahwa gaji presiden Korea Selatan ini telah naik 1,7 persen. Saat ini ia mampu mendapat gaji sebesar US$ 187.000 atau setara dengan Rp 2,5 miliar per tahun.
  9. Ma Ying-jeou, Presiden Taiwan. Presiden Taiwan ini menduduki posisi ke Sembilan dengan gaji US$ 184,000 atau setara dengan Rp 2,4 miliar per tahun.
  10. Tammam Salam, Perdana Menteri Libanon. Tammam Salam merupakan perdana menteri Lebanon yang juga menjalankan tugas dari pengganti presiden. Gaji per tahunnya sebesar US$ 150.000 atau setara dengan Rp 2,04 miliar.


Gaji Jokowi

  • Menurut situs theasianranking.com, Jokowi di 2015, dalam setahun mendapatkan gaji hingga US$ 124.171 atau sekitar hampir Rp 1,7 miliar. Jika dibagi dengan 12 bulan, maka akan muncul angka Rp141 juta lebih. Jumlah yang berbeda dari yang kita dapatkan saat mencari di google. Jika data dari Theasiangrangking.com itu benar, maka gaji Jokowi naiknya diatas 100 persen. Dan itu berdasarkan tahun 2015, atau hanya berselang satu tahun setelah Jokowi berkantor di Istana. Jumlah tersebut hampir sama jika menggunakan cara penghitungan zakat. Hal itu ketahuan saat Jokowi membayar zakat melalui Baznas di Istana Rabu (14/6/2017). Presiden RI ke tujuh itu membayar zakat Rp45 juta, jumlah itu merupakan 2,5 persen dari penghasilan setiap tahunnya.
  • Dengan gaji yang diterima Najib razak, gaji Jokowi terpaut US$ 24.171. Najib, dalam setahun mendapatkan US$ 100.000 atau sekitar Rp 1,3 miliar. Sedangkan Perdana Menteri Thailand, mengantongi US$ 50.000 atau sekitar Rp 683 juta dalam setahun sebagai kompensasinya menjadi Presiden. Kemudian untuk Benigno Aquino, Negara Filipina memberinya US$ 32,513 dalam setahun atau jika dirupahkan mencapai Rp 444,6 juta.
  • Melalui keterangan resmi Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden, Bey Machmudin pada Rabu (28/6/2017), pihak Istana membantah kabar kenaikan gaji itu. “Hingga saat ini, Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla masih menerima gaji sesuai UU Nomor 7 Tahun 1978 tentang Hak Keuangan/Administratif Presiden dan Wakil Presiden serta Bekas Presiden dan Wakil Presiden,” ujar Bey. Pada Pasal 2 undang-undang itu, tercantum bahwa gaji pokok Presiden adalah enam kali gaji tertinggi pejabat Indonesia selain Presiden dan Wakil Presiden. Adapun, gaji pokok Wakil Presiden adalah empat kali gaji pokok tertinggi pejabat selain Presiden dan Wakil Presiden. Sementara itu, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 75 Tahun 2000, gaji pokok tertinggi pejabat negara (setingkat Ketua DPR, MA, BPK) adalah sebesar Rp 5.040.000 per bulan. Artinya, besaran gaji pokok Presiden adalah enam kali dari nilai tersebut atau setara dengan Rp 30.240.000. Sedangkan gaji pokok Wakil Presiden adalah Rp 20.160.000. Soal besaran tunjangan jabatan, Presiden mendapatkan Rp 32.500.000 Sementara, Wakil Presiden yakni Rp 22.000.000. Besaran gaji dan tunjangan presiden dan wapres itu sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 68 Tahun 2001. “Dengan demikian, besaran penghasilan yang diterima oleh Presiden dan Wakil Presiden saat ini tidak mengalami perubahan sejak tahun 2001.
Iklan