*Lingkungan Hidup

10 Fakta Mengapa Amerika Keluar dari Kesepakatan COP21 Paris

10 Fakta Mengapa Amerika Keluar dari Kesepakatan COP21 Paris

  1. Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Kamis (1/6/2017) akhirnya mengumumkan negerinya mundur dari kesepakatan iklim Paris 2015.Dia menambahkan, langkah untuk merundingkan kesepakatan baru yang ‘adil’ yang tidak merugikan dunia usaha dan pekerja AS akan dimulai. Kesepakatan Paris 2015 lalu mengikat Amerika Serikat dan 187 negara untuk menjaga kenaikan temperatur global di bawah 2 derajat Celcius dan berupaya membatasinya pada 1,5 derajat Celcius. Kesepakatan tersebut diteken hampir semua negara di dunia kecuali Suriah dan Nikaragua. 
  2. Alasan Trump Keluar dari Kesepakatan COP21 Paris
  3. Saat mengumumkan kebijakan tersebut di Taman Mawar Gedung Putih, Presiden Trump menggambarkan kesepakatan Paris sebagai perjanjian yang ditujukan untuk memincangkan, merugikan, dan memiskinkan Amerika Serikat.
  4. Trump berpendapat kesepakatan Paris menyebabkan kehilangan Amerika kehilangan produk domestik bruto sebesar 3 triliun dolar dan 6,5 juta lapangan kerja. Sementara, negara-negara pesaing Amerika seperti China dan India mendapat perlakuan yang lebih baik. “Untuk memenuhi tugas sunguh-sungguh dalam melindungi Amerika dan warganya, Amerika Serikat akan mundur dari kesepakatan iklim Paris,” ujar Trump. “Jadi kami akan ke luar namun akan memulai perundingan dan kita akan lihat apakah kita membuat kesepakatan yang adil,” tambahnya.
  5. Pada masa kampanye tahun lalu, Presiden Trump mengatakan akan mengambil langkah untuk membantu industri minyak dan batu bara Amerika Serikat. Para penentangnya mengatakan kebijakan untuk ke luar dari kesepakatan global merupakan langkah mundur Amerika Serikat dari tantangan global utama global.
  6. Sebelumnya Sekjen PBB, Antonio Guterres, kembali meminta agar Presiden Trump tidak memutus komitmen negerinya tetapi menambahkan perjuangan melawan perubahan iklim akan tetap berlanjut terlepas dari posisi yang yang diambil pemerintah Washington. “Jelas merupakan keputusan yang amat penting karena Amerika Serikat merupakan perekonomian terbesar duna. Namun terlepas dari keputusan Amerika Serikat, penting bahwa semua pemerintahan tetap berada di jalurnya,” kata Guteres kepada BBC.
  7. Para pengamat memperkirakan mundurnya Amerika Serikat akan membuat dunia semakin sulit untuk mencapai tujuan yang ditentukan dalam kesepakatan Paris. Amerika Serikat “menyumbang” sekitar 15 persen emisi karbon global tetapi juga merupakan sumber keuangan dan teknologi yang penting bagi negara-negara berkembang dalam upaya mengatasi peningkatan temperatur.
  8. Kesepakatan COP21 Paris Negoisasi iklim ke 21 (COP 21) dari Konvensi Kerangka Kerja PBB Untuk Perubahan iklim (UNFCCC) telah berlangsung di Paris pada 30 November hingga 13 Desember 2015. Pertemuan ini adalah pertemuan bersejarah yang menyepakati kesepakatan yang mengikat (legally binding). Ini adalah kesepakatan yang mengikat pertama sejak Protokol Kyoto yang lahir pada pertemuan COP ke 3. Butir-butir kesepakatan Paris disebut Kesepakatan Paris untuk Perubahan Iklim.
  9. Kesepakatan Paris bertujuan untuk menghentikan suhu pemanasan bumi tidak lebih dari 2 derajat Celcius. Dan untuk itu, setiap negara perlu memasukkan komitmen mengenai berapa banyak emisi karbondioksida yang akan dikurangi.
  10. Kesepakatan Paris didukung sedikitnya 195 negara termasuk dua negara produsen emisi karbon terbesar dunia yaitu Amerika Serikat dan Tiongkok.

Iklan