*Pendidikan Agama Islam

MUI Tidak Boleh Halangi Takbir Keliling, Inilah Pejabat Yang Melarang dan Membolehkan

    MUI Tidak Boleh Halangi Takbir, Pejabat Yang Melarang dan Membolehkan

    Pelarangan takbir keliling menjadi kontroversi yang luas di Indonesia. Padahal budaya yang bertahun tahun itu selama ini betkalan baik baik saja. Akhirnya Majelis Ulama Indonesia memberikan maklumat bahwa tidak boleh ada yang menghalangi kegiatan syiar idul fitri, dengan dalih apapun. MUI juga menghimbau bagi umat Islam yang melaksanakan takbir keliling, perlu menjaga ketertiban umum. Koordinasi dengan pengurus masjid, pengurus lingkungan, dinas lalu lintas dan aparat keamanan. Aparat keamanan perlu menjamin keamanan pelaksanaan ibadah, termasuk kegiatan umat Islam yang menghidupkan malam idul fitri dengan takbir keliling. Sebaliknya tahun 2017 Gubernur DKI Jakarta Djarot dan Kapolda melarang takbir keliling di Jakarta. Padahal Jakarta Sudah lengang ditinggal pemudik tetapi para pejabat si Jakarta masih kawatir tentang keamanan daerahnya.  Demikian pula terdapat beberapa pemimpin dan pejabat pemerintah yang melarang takbir keliling dengan berbagai pertimbangan.  Tetapi banyak juga pejabat yang membolehkan takbir keliling. Tampaknya hal itu tergantung pimpinan daerah tersebut. Selain MUI, PP Muhammadiyahpum tidak melarang takbir keliling.

    MUI menghimbau kepada seluruh umat Islam untuk menghidupkan malam Idul Fitri dengan syiar kumandang takbir, tahmid, dan tahlil, di mana pun berada. Semarakkan masjid, musala, rumah, jalanan, lingkungan, dan seluruh negeri kita dengan semarak syiar takbir, memuji asma Allah. Dalam maklumat Komisi Fatwa juga disebutkan bahwa aparat keamanan perlu menjamin keamanan dan situasi kondusif selama perayaan Idul Fitri

    Demikian pula PP Muhammadiyah melalui Sekretaris Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Abdul Mu’ti tidak melarang kegiatan takbir keliling yang biasa dilakukan masyarakat pada malam sebelum Hari Raya Idul Fitri. Hal itu diutarakan Abdul usai mengikuti acara buka puasa bersama di kediaman Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy di Jakarta, Selasa (20/6). Menurut Abdul, selama dilakukan sesuai dengan tuntunan agama dan tidak mengganggu ketertiban umum, maka tidak ada yang salah dengan kegiatan takbir keliling.  “Kalau dua hal itu dipenuhi, menurut saya tidak ada alasan menyoal takbir keliling itu,” kata Abdul. Abdul menambahkan, ada beberapa hal yang perlu dilakukan masyarakat sebelum melakukan takbir keliling.  Dia menyarankan masyarakat agar memberi tahu pihak kepolisian terkait rute mana saja yang akan ditempuh saat melakukan takbir keliling. Selain itu, jam dilakukannya takbir keliling serta jumlah orang yang ikut juga perlu diberitahukan kepada pihak kepolisian. Dengan demikian, menurut Abdul, polisi akan lebih mudah mempersiapkan kondisi di lapangan agar takbir keliling berjalan kondusif. “Itu menjadi penting supaya tidak menimbulkan gangguan bagi masyarakat yang mereka juga punya agenda-agenda selain takbir keliling,” lanjut Abdul.

    Larangan Takbir

    • Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengimbau masyarakat, khususnya warga DKI Jakarta, untuk tidak menggelar takbiran keliling pada malam sebelum Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah. Imbauan tersebut juga diperkuat dengan pernyataan Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan yang melarang masyarakat berkeliaran saat malam Lebaran. “Tapi saya harapkan takbir keliling itu dilakukan di tempat masing-masing, di masjid, di musala, di kantor-kantor pemerintah, silakan,” ujar Djarot di Balai Kota Jakarta, Selasa, 20 Juni 2017. Bahkan yahun 3016 Wakil Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat mengimbau agar warga Jakarta tak melakukan konvoi takbir. Soalnya, Pemerintah Provinsi DKI dan Polda Metro Jaya sudah bersepakat untuk membuat suasana aman tanpa huru-hara di malam takbiran. “Untuk takbiran, kita imbau untuk tidak melakukan takbiran keliling, apalagi dengan menggunakan petasan,” kata Djarot usai memimpin rapat forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (29/6/2016). Bila nantinya masih saja ada warga yang bandel menggelar konvoi, maka polisi akan menertibkan. Ini untuk menjaga kondusivitas dan kekhidmatan takbiran
    • Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan takbir keliling sehari sebelum lebaran nanti. Hal itu tertuang sebagaimana surat Imbauan Kamtibmas yang dikeluarkan Polda Metro Jaya (PMJ).  Surat yang diteken Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan, tertanggal 16 Juni 2017 itu berisi imbauan tak melakukan takbir keliling di wilayah hukum PMJ. Terkait beredarnya surat imbauan itu dibenarkan Kepala Bidang Humas PMJ, Kombes Argo Yuwono, saat dikonfirmasi, Sabtu (17/6).
    • Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyarankan umat Islam dalam menyemarakkan malam Lebaran dengan cara takbiran, hendaknya melakukannya di masjid-masjid, musholla, lapangan-lapangan, dan tempat-tempat lain yang tidak mengganggu ketertiban umum dan kelancaran lalu lintas di jalan raya. Demikian disampaikan Menteri Agama seperti dilansir situs resmi Kemenag, Sabtu (24/6). Menurutnya, takbiran adalah tradisi baik yang patut dipelihara. Karena itu, Menag mengajak umat Islam untuk tidak merayakan takbiran dengan menyalakan mercon dan petasan, atau hal-hal yang berpotensi menimbulkan bahaya dan kerawanan sosial. “Takbiran harus tetap terjaga kekhidmatannya. Merayakan malam Lebaran juga jangan sampai dengan cara hura-hura yang berlebihan dan kelewat batas,” harapnya.
    • Joko Widodo. Tahun 2013 Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) ternyata juga melarang warga Jakarta melakukan takbir menyambut hari kemenangan atau Idul Fitri di masjid saja. Oleh karenanya, dia tidak mengizinkan warga ibu kota melakukan takbir keliling. “Enggak ada. Kita mengimbau masyarakat agar takbirannya di masjid-masjid saja, tidak usah keliling, tidak usah konvoi,” ujar Jokowi usai mendampingi SBY di kantor Baznas, Jl Kebon Sirih, Jakarta, Senin (5/8). Apabila nantinya imbauan yang ia berikan tersebut dilanggar oleh warga, maka urusan sanksi, kewenangannya berada di kepolisian. Saat itu Gubernur DKI Jakarta melarang takbir keliling. Larangan Jokowi terasa aneh karena dalam sejarah gubernur DKI dan mungkin gubernur se Indonesia, hanya dia satu-satunya yang melarang takbir keliling
    • Kepolisian Resort Kabupaten Sidoarjo (Polresta Sidoarjo) mengimbau kepada semua elemen masyarakat agar tidak melakukan takbir keliling baik menggunakan mobil, motor, atau dengan berjalan kaki rame rame pada malam  Idul Fitri 1437 H. Hal tersebut disampaikan Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Himawan Bayu Aji, selasa (20/6/2017).  Dia menghimbau agar masyarakat untuk melakukan takbiran di masjid atau mushola d lingkungannya masing-masing agar lebih khidmat dan yang utama untuk menjaga kenyamanan masyarakat.  “Untuk larangan takbir keliling kita belum mengeluarkan keputusan itu, saat ini Polresta Sidoarjo masih mengkaji apakah takbir keliling dilarang atau tidak. Tapi, pada intinya lebih baik takbir dilaksanakan di Masjid atau dimushola saja,” kata Kapolreta, selasa (20/6/2017). 
    • Kapolda Jatim Imbau Warga Tak Takbir Keliling (Video). Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Machfud Arifin mengimbau warga di wilayah itu agar tidak melakukan takbiran keliling pada malam Hari Raya Idul Fitri 1438 Hirjriah. “Kalau bisa warga Surabaya dan Jatim tidak melakukan takbir keliling. Takbir lebih baik dilakukan di masjid-masjid atau mushalla,” kata kapolda di Surabaya, Kamis.. Dia mengatakan, salah satu warga diimbau tak lakukan takbir keliling ialah saat ini musim hujan. Selain itu, bisa jadi ada pihak yang tidak suka dengan takbir keliling tersebut. “Karena kami sampai sekarang waspada. Beberapa hari yang lalu ada dua terduga teroris yang kami tangkap di Malang dan Surabaya. Oleh karena itu masyarakat juga perlu waspada terhadap ancaman seperti itu,” tutur dia.
    • KH Said Aqil Siroj. Pada tahun 2016, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj ikut angkat bicara. Kata dia, takbir keliling sebenarnya merupakan kegiatan yang sangat baik. “Asalkan harus tertib dan betul-betul untuk mensyiarkan agama Islam,” jelas Said saat ditemui di Kantor PBNU di jalan Kramat Raya, Jakarta, Selasa 4 Juli 2016. Hanya saja, kata Said, dirinya akan mendukung larangan takbir keliling, jika hal itu justru menyebabkan kerusuhan terlebih merugikan berbagai kalangan, tak terkecuali hingga melawan para aparat keamanan. “Kalau mau dilarang yah silahkan,” ucapnya.
    • Bupati Karawang, Jawa Barat mengeluarkan larangan yang tertuang dalam butir surat edaran Bupati Karawang, tentang Peningkatan Pelayanan Publik pada Hari Raya Idul Fitri 1438H. Surat tersebut ditujukan kepada para camat di Karawang. Di media sosial facebook sendiri netizen Karawang mengungkapkan kegeraman terhadap surat edaran tersebut. Banyaknya netizen yang salah mengartikan maksud dari edaran tersebut membuat Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana diserang cibiran.
    • NU Banyuwangi melarang. Banyaknya hal negatif dalam perayaan takbir keliling pada tahun-tahun sebelumnya, membuat Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Banyuwangi mengimbau untuk tidak melakukan takbir keliling di malam jelang Lebaran. “Daripada takbir keliling, masyarakat baiknya untuk lebih banyak melakukan takbir di masjid atau mushala di sekitar rumah,” kata Maskur Ali Ketua PCNU Banyuwangi, Senin (4/7/2016)
    • Kapolresta Bandung. Warga Kota Bandung dihimbau tidak melakukan aksi takbiran keliling karena dianggap iring-iringan kendaraan saat melakukan takbiran akan memicu gangguan lalu lintas. Himbauan tersebut diutarakan oleh Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Hendro Pandowo. Namun larangan tersebut dikritisi karena aksi bakar lilin di depan Gedung Sate malah diizinkan. “Jadi imbauan kami, lebih baik kegiatan takbiran dilakukan di masjid saja. Usahakan tak berkeliling karena bisa mengganggu arus lalu lintas,” ujarnya kepada Detikcom di Gedung Sate, Bandung pada Senin (19/6). Ia menjelaskan, takbir keliling dapat menimbulkan gangguan lalu lintas. Apalagi, lanjutnya, bila kegiatan itu dilakukan dengan menggunakan kendaraan yang tidak sesuai standar keselamatan.

    Pejabat yang Tidak Melarang

    • Saat Jokowi menjabat Gubernur tahun 2013 melaramg takbir. Menteri Agama Suryadharma Ali berharap agar tradisi takbiran keliling tidak dilarang.”Saya berharap Kapolda maupun Pemprov DKI Jakarta memmberikan izin bagi mereka yang takbiran,” ujar Suryadharma usai memimpin sidang isbat di gedung Kemenag, Jl MH Thamrin, Jakarta, Rabu (7/8). “Takbiran itu membesarkan nama Allah, masa dilarang. Saya Khawatir polisinya malah dosa,” imbuh dia. Tapi Menag mendukung tindakan tegas polisi terhadap warga yang menyalahi aturan saat takbir keliling. “Yang dilarang itu kebut-kebutannya atau petasannya,” ungkap Suryadharma.
    • Ketua Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir melepas ribuan peserta takbir keliling dari berbagai kecamatan di Halaman Masjid Gede Kauman, Yogyakarta, Selasa malam. Dalam acara pelepasan takbir keliling bertajuk “Jogja Bersatu Dalam Takbir” yang diselenggarakan Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Gondomanan, Kota Yogyakarta itu juga dihadiri sejumlah pengurus cabang Muhammadiyah Yogyakarta serta MUI DIY. “Takbir keliling merupakan budaya Islam di Indonesia sekaligus sebagai sarana kita bersyiar dan berdakwah,” kata Haedar. Menurut dia, penyelenggaraan takbir keliling di Masjid Gede Kauman Yogyakarta memiliki makna spesial bagi umat Islam di Yogyakarta. Melalui takbir keliling di masjid bersejarah itu, generasi muda Islam di Yogyakarta berupaya “napak tilas” atau mengenang jejak sejarah penyebaran Isam di Yogyakarta. “Dari Masjid Besar Kauman inilah lahir sebuah pergerakan Islam yakni Muhammadiyah yang membawa umat Islam di Indonesia menjadi maju, modern, dan berperadaban,” kata dia. Haedar menilai takbir keliling bukan hanya sebagai ritual keagamaan semata, melainkan budaya positif yang dimiliki Indonesia dan perlu terus dilestarikan.
    • Wali Kota Bandung Ridwan Kamil bereaksi atas beredarnya informasi di media sosial tentang larangan takbir keliling di Kota Bandung. Emil memastikan informasi itu hoax. “Warga silakan melakukan takbir keliling. Tapi akan ditindak jika melanggar aturan lalu lintas. Berita bahwa dilarang Kapolrestabes itu adalah hoax dari akun-akun yang tidak memverifikasi,” ucap Ridwan Kamil dalam Instagramnya @ridwankamil, Jumat (23/6).
    • Kapolres Cirebon, AKBP Risto Samodra di Cirebon,  daei Kepolisian Resor Cirebon, Jawa Barat, siap mengawal masyarakat yang ingin melakukan tekbir keliling untuk merayakan hari kemenangan Idul Fitri tahun 1438 Hijriyah, agar bisa tertib dan hikmad. “Kita siap kawal masyarakat yang ingin melakukan takbir keliling, asalkan para panitia berkoordinasi terlebih dahulu sebelum menggelar acara tersebut,” kata Kapolres Cirebon, AKBP Risto Samodra di Cirebon, dilansir dari Antara, Jumat (23/6).
    • Gubernur Nusa Tenggara Barat. Nusa Tenggara Barat akan menggelar Ramadan Berzikir dan Malam Pesona 1.000 Cahaya, yang dilaksanakan pada malam takbir Hari Raya Idul Fitri 1438 H. Acara ini sebagai rangkaian akhir Festival Pesona Khazanah Ramadan 2017 yang berlangsung selama Ramadhan di Masjid Hubbul Wathan Islamic Center, Mataram. “Sebagai even kali pertama yang dilaksanakan di NTB, bahkan di Indonesia, pelaksanaan kegiatan Pesona Khazanah Ramadan 2017 selama Bulan Ramadhan ini kami akui mungkin ada banyak kekurangannya. Namun Alhamdulillah, respons masyarakat terhadap kegiatan ini kami yakini cukup baik, dan ikut mengangkat NTB sebagai destinasi tujuan wisata halal dunia,” kata Kepala Dinas Pariwisata NTB, Moh Faozal di Mataram, Selasa (20/6). Ramadan Berzikir akan berlangsung pada Kamis (22/6), malam. Selain dihadiri oleh Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi, panitia juga mengundang Ustadz H Arifin Ilham. “Kegiatan Malam 1.000 Cahaya, rencananya akan diikuti oleh 10 ribu peserta, yang masing-masing akan membawa lampion untuk dinyalakan. Mereka nantinya melakukan takbir Hari Raya Idul Fitri. “Untuk Malam 1.000 Cahaya, kami bekerja sama dengan Pemerintah Kota Mataram. Di mana nantinya untuk 10 ribu peserta pawai takbir itu akan diikuti para kafilah dari enam kecamatan yang ada di Kota Mataram. Insya Allah kegiatan ini nantinya akan kami dorong untuk tercatat dalam rekor MURI (Museum Rekor Indonesia),” kata Faozal.  Untuk memudahkan koordinasi, nantinya peserta akan terbagi dalam enam blok. Masing-masing untuk blok pertama ditempatkan di sekitar Jebak Beleq (pintu gerbang) Dasan Agung hingga Masjid At Taqwa Mataram, kemudian Blok 2 menempati sekitar Islamic Center hingga perempatan Bank Indonesia, Blok 3 dari Bank Indonesia sampai BRI Mataram, Blok 4 BRI Mataram sampai depan Kantor Denpom Mataram, Blok 5 Bank NTB sampai Hotel Santika Mataram, dan Blok 6 Kantor Wali Kota Mataram hingga perempatan Kantor Gubernur NTB. Panggung utama akan dibangun di perempatan Kantor Gubernur NTB menghadap ke arah barat, yang acaranya akan dihadiri oleh Gubernur NTB TGH M Zaenul Majdi, dan Wali Kota Mataram Ustadz H Ahyar Abduh,” katanya. Nantinya masing-masing kafilah yang berasal dari berbagai kecamatan di Kota Mataram itu akan berjalan melintasi panggung utama, untuk dilepas pawai takbiran oleh Gubernur NTB dan Wali Kota Mataram. Bukan untuk keliling Kota Mataram, tetapi peserta langsung pulang ke masing-masing asalnya.
    • Gubernur terpilih DKI Jakarta Anies Baswedan, berpendapat takbir keliling itu tak ada masalah selama dilaksanakan dengan tertib. “Sebetulnya takbir keliling itu sudah dilaksanakan dari masa lalu, yang penting ketertibannya,” kata Anies setelah berbelanja dengan keluarganya di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu (24/6/2017). “Tapi kan saya belum punya otoritas ya, tapi kami melihat yang penting itu adalah pada ketertiban,” imbuhnya. 
    • Wali Kota Semarang, Jawa Tengah, Hendrar Prihadi tidak melarang pelaksanaan takbir keliling menyambut Lebaran 2017, tetapi akan diatur dengan sistem zonasi. “Sebentar lagi kan Lebaran, biasanya kan ada takbir keliling. Ya, seperti tahun-tahun sebelumnya,” kata Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi di Semarang, dilansir dari Antara, Rabu (21/6). Berdasarkan pengalaman tahun lalu, kata dia, takbir keliling menyambut Lebaran di Kota Semarang berjalan dengan baik dan suasana juga tetap berlangsung secara kondusif.
    • Satuan Intelkam Polres Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung telah mengeluarkan izin bagi masyarakat yang ingin melaksanakan kegiatan takbir keliling kota. “Izin kegiatan takbir keliling sesuai dengan hasil rapat di Pemkot Pangkalpinang pada Selasa (20/6). Penanggung jawab pengamanan takbir keliling akan diatur oleh Kabag Ops dan pengawalan takbir keliling akan diatur Kasat Lantas Polres Pangkalpinang,” kata Kapolres Pangkalpinang Noveriko A Siregar melalui Kasat Intelkam AKP M Adi Putra, dilansir dari Antara, Jumat (23/6).

    Iklan