*Ekonomis Bisnis

Jelang Lebaran: Jokowi Bilang Harga Stabil, Faktanya di Pasar Harga Melejit

Jokowi Bilang Harga Stabil, Faktanya di Pasar harga Melejit

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumpulkan para menteri jelang Lebaran. Berdasarkan informasi yang diterima, Jokowi menyimpulkan bahwa harga bahan pangan sekarang terpantau stabil. Jokowipun memberikan apresiasi pun meluncur dari mulut Jokowi kepada para pejabat terkait. Khususnya Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Tampaknya apa yang disampaikan Jokowi juga secara kebetulan atau disengaja, saat ini berita kenaikkan harga barang di media televisi mainstream yang dahulu setiap tahun pasti mengbiasali media masa televisi tapi saat ini senyap bagai tertelan bumi. Bahkan sebuah stasiun televisi berita swasta metrotv dan beberapa media masa juga memberitakan berita bahwa harga daging sapi tidak meningkat cenderung stabil. Tapi justru sebaliknya beberapa media masa yang terpercaya justru menjukkkan fakta bahwa harga di pasar tetap saja menggeliat naik. Siapakah yang berbeda data media masa yang salah atau data yang dibaca Jokowi yang benar ? Siapakah yang harus dipercaya ?

Dalam pembukaan rapat, Jokowi memberikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang telah mampu menjaga kestabilan harga. Secara khusus apresiasi disampaikan kepada Menteri Pertanian dan Menteri Perdagangan serta Kapolri RI yang telah mampu menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok menjelang Lebaran tahun ini.

“Saya ingin ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Kalau kita lihat, harga kebutuhan pokok menjelang Lebaran pada tahun ini berada dalam posisi yang sangat baik, stabil. Saya ingin memberikan apresiasi ke menteri terkait dengan pola yang sudah ada ini perlu dipertahankan dan disempurnakan lagi,” kata Jokowi.

Jokowi menilai, dengan sinergi yang dilakukan antara Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, dan Kepolisian Republik Indonesia membuat harga kebutuhan pokok menjelang Lebaran tahun ini dalam posisinya baik, yaitu stabil. “Jadi Menteri Perdagangan, Pak Kapolri, Menteri Pertanian yang telah bekerja keras untuk stabilisasi harga kebutuhan pokok,” puji Jokowi. Hal yang disampaikan Jokowi berbeda dengan kondisi lapangan. Harga daging sapi, cabai dan bawang melonjak di padaran

Fakta di lapangan

Menurut pantauan detik seperti yang dimuat di detik.com, pada Kamis (22/6/2017) tim detik baru saja memantau harga bahan pangan di Pasar Palmerah, Jakarta Barat. Harga cabai dan bawang ternyata naik cukup signifikan.

  • Di Jakarta Harga hati dan jeroan sapi juga naik. Ada kenaikan dari Rp 60.000/kg pada dua hari lalu, menjadi Rp 80.000/kg. Harga daging ayam juga naik. Satu ekor ayam dengan berat 1,3 kg dijual dengan harga Rp 40.000 atau naik Rp 10.000 dari minggu sebelumnya Harga bawang putih Honan saat ini berkisar Rp 40.000- Rp 55.000 per kg. Padahal, saat pertengahan Ramadan, harganya masih Rp 35.000 per kg. Lonjakan harga tertinggi dialami bawang putih jenis kating yang tembus Rp 80.000 per kg.  Bawang merah berada di kisaran Rp 40.000-45.000 per kg, atau naik Rp 5.000-10.000 dari harga sebelumnya sekitar Rp 35.000 per kg. Harga cabai merah. Sebelumnya cabai merah dijual dengan harga Rp 25.000 per kg, namun kini harganya melonjak menjadi Rp 40.000 per kg. Sedangkan harga cabai rawit merah, stabil tinggi di Rp 60.000 per kg. Harga daging sapi segar di pasar Rawasari, Jakarta Pusat mencapai Rp 140.000/kg. Naik sekitar Rp 20.000/kg dibandingkan sebelum memasuki Ramadan.
  • Berdasarkan pantauan suarantb.com di Pasar Kebon Roek, Kamis, 22 Juni 2017, harga daging sapi yang semula Rp 120 ribu per kg, melonjak menjadi Rp. 130.000 sampi Rp. 135.000 per kg. Selain daging sapi, daging ayam potong pun mengalami kenaikan. Menurut salah seorang pedagang, Mus, semula ia menjual daging ayam potong seharga Rp 28 ribu per kg. Namun hari ini, harga daging ayam potong naik menjadi Rp 35 ribu per kg. Menurut Mus, ia terpaksa menaikkan harga karena pengepul tempatnya membeli daging menaikkan harga. Meski sempat mengalami penurunan di hari sebelumnya, harga cabai rawit kembali mengalami peningkatan. Semula harga cabai rawit Rp 20 ribu per kg, namun hari ini harga cabai rawit kembali melonjak ke angka Rp 35 ribu per kg. Selain itu, harga bawang merah sudah lebih dahulu naik. Sekitar empat hari yang lalu, harga bawang merah melonjak dari Rp 25 ribu per kg menjadi Rp 35 ribu per kg. Menurut salah seorang pedagang, Yuliati, kenaikan itu dipicu kurangnya pasokan bawang merah. Menurutnya sebagian pemasok memilih untuk mudik ke daerah asalnya.

    Harga Daging Sapi Menggila lagi

    • Berita daging sapi menggila telah dilansir jpnn.com, Harga kebutuhan pokok di Pasar Induk Tanjung Selor, Kalimantan Utara mulai naik cukup signifikan. Saat ini, harga daging sapi mencapai Rp 160 ribu per kilogram. Halimah (26), salah satu pedagang daging sapi di Pasar Induk mengatakan, kenaikan harga sudah terjadi sejak sepekan lalu. “Sebelum mencapai Rp 160 ribu per kg, pada H-7 Idulfitri harga daging sapi sudah naik menjadi Rp 150 ribu per kg,” ujar Halimah kepada Radar Kaltara, Kamis (22/6).
    • Seperti yang dikutip dari radartegal.com, harga daging sapi di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Brebes masih terbilang tinggi. Salah satunya di Pasar Tradisional Jatibarang, harga daging di pasar tersebut mencapai Rp135 ribu per kilogram. Nurohmah (50), salah seorang pedagang daging sapi, mengaku harga tersebut sudah terjadi beberapa hari setelah memasuki bulan puasa. Selain membeli sapi di Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, Tegal dan Bumiayu, kurangnnya rumah pemotongan hewan di menjadi salah satu tingginya harga daging sapi di Pasar Jatibarang. “Sudah lama harga daging mencapai Rp135 ribu per kilogram,” ungkapnya saat ditemui di sela-sela kegiatan berjualan di Pasar Jatibarang. Dia mengatakan, meski harga sapi di Pasar Jatibarang mencapai Rp135 ribu per kilogram, namun permintaannya masih tinggi. Itu terbukti, dalam sehari permintaan daging sapi lokal mencapai 1,5 kwintal. Jumlah tersebut akan terus bertambah menjelang lebaran. “Kalau hari biasa permintaannya mencapai 1,5 kwintal, tapi mendekati lebaran jumlah tersebut mengalami kenaikan mencapai 2 kwintal lebih,” jelasnya. Diungkapkan pula, harga yang dipatoknya itu karena daging sudah mahal saat dirinya membeli sapi di beberapa wilayah. Harga daging sapi yang tinggi tidak menggambarkan Kabuaten Brebes yang mulai melakukan proses peternakan sapi dengan Rumah Pintar Peternakan (RPP) di Kecamatan Ketanggungan.
    • Berdasarkan pantauan suarantb.com di Pasar Kebon Roek, Kamis, 22 Juni 2017, harga daging sapi yang semula Rp 120 ribu per kg, melonjak menjadi Rp. 130.000 sampi Rp. 135.000 per kg.
    • Dari pantauan RMOLBabel, Jumat (23/6) tidak hanya daging sapi, penjualan daging ayam pun juga mengalami peningkatan. “Alhamdulillah penjualan daging sapi menjelang lebaran ini mengalami peningkatan. Untuk harga sendiri kita menjual tidak menentu. Kalau masih pagi sekitar pukul 09.00 WIB ke bawah kita jual dengan harga Rp 130.000 per Kg. Tapi kalau ke atas kita jual dengan harga Rp140.000 per Kg untuk daging murni,” ungkap Fred, salah satu pedagang yang dibincangi. Dia mengatakan kenaikan harga daging sapi karena meningkatnya jumlah pembeli. “Harga daging sapi ini meningkat karena meningkatnya kebutuhan masyarakat. Sementara barangnya sendiri kurang,” jelasnya.  Hal senada juga diungkapkan Yul (60), bahwa harga daging sapi tidak menentu. “Kalau pagi jualnya kadang Rp 130.000 per Kg. Tapi mnjelang siang biasanya kita jual Rp140.000 per Kg. Sebab kebutuhan masyarakat mengalami kenaikan,” jelasnya. 

    Iklan