Berita Terkini

Mahasiswa Dibungkam, Ketika Akan Demo di Depan Jokowi Saat Kunjungan ke Malang

Mahasiswa Dibungkam, Ketika Akan Demo di Depan Jokowi Saat Kunjungan ke Malang
Puluhan mahasiswa ditahan selama hampir empat jam oleh aparat keamanan di sebuah ruko Jalan Raya Tlogomas, Kota Malang. Mereka ditahan saat menggelar unjuk rasa menyambut kedatangan Presiden Jokowi menghadiri Kajian Ramadan di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sabtu (3/6/2017) siang. 

Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Malang (AMM), berencana menggelar aksi penolakan kehadiran Jokowi dan menyampaikan tuntutan agar pemerintah lebih benar memperhatikan kesejahteraan rakyat. Mulai dari pendidikan sampai upah pekerja.

“Kami dari Aliansi Mahasiswa Malang berasal dari IMM, BEM Unisma, BEM Unikama, BEM UM, FMN, PMII Kanjuruhan memang berencana menggelar aksi dengan jumlah peserta 50 orang. Menjelang Jokowi hadir, massa aksi hanya 35 orang dan kami putuskan turun menyuarakan aspirasi atau tuntutan yang kami bawa,” ujar Humas AMM Fauzul kepada detikcom, Sabtu malam.

“Tidak lama korlap memimpin aksi, tiba-tiba personel Brimob dan aparat keamanan berbaju preman menggiring kami dan membawa kami ke sebuah ruko di seberang jalan pintu gapura masuk UMM sebelah timur. Kami ditahan selama hampir empat jam di sana,” tambahnya.

Fauzul mengaku titik aksi sebenarnya dipusatkan di depan SPBU Kampus UMM, namun rencana itu mendapat reaksi dari aparat keamanan hingga digeser ke sebelah timur. “Selama di area ruko, kami ditanya dari mahasiswa mana,” kenang Fauzul. 

Setelah Jokowi meninggalkan lokasi acara, para mahasiswa kemudian dilepas oleh aparat keamanan. “Ada sekitar 35 orang, dari kami yang ditahan,” tegas Fauzul. 

Dalam kondisi ditahan, para mahasiswa sempat menyiarkan siaran pers, yang juga diterima oleh detikcom. Berikut isinya:


  • Hari ini, 03 Juni 2017 kawan-kawan aliansi mahasiswa malang rencana melakukan aksi demonstrasi atas kedatangan jokowi di kampus UMM malang. Massa yang berjumlah sekitar 50 orang tersebut bergerak menuju kampus UMM untuk melakukan aksi penolakan kedatangan jokowi. 


  • Mereka menuntut agar kesejahteraan rakyatnya di perhatikan mulai dari pendidikan sampai dengan upah pekerja. Akan tetapi rezim yang hari ini anti demokrasi dan anti rakyat tersebut telah melakukan represifitas terehadap kawan-kawan aliansi mahasiswa malang dengan melakukan penangkapan dan pemukulan terhadap kawan-kawan aliansi. Hal tersebut sudah mencederai hukum soal kebebasan berpendapat dan berbicara di depan umum. 


  • Jokowi yang katanya pro rakyat dan peduli wong cilik hari ini nyatanya mereka telah anti rakyat. Rezim menggunakan aparat negara terus melakukan tindakan represif terhadap gerakan rakyat.


  • Dengan situasi ini, rezim yang anti rakyat terus melakukan represif terhadap rakyat yang lagi berjuang. Maka, kami serukan kepada seluruh gerakan pro demokrasi dari golongan buruh, tani, mahasiswa, pemuda, ulama, dan golongan rakyat lainnya untuk segera bersatu memperjuangkan kehidupan demokratis. Dengan ini juga kami meminta dukungan dan solidaritas kawan-kawan untuk kawan-kawan kami yang di tangkap. Kami menuntut kepada pihak kepolisian setempat dan pemerintah.

  1. Bebaskan kawan-kawan kami yang melakukan aksi demonstrasi. Karena hak berpendapat dan berbicara di muka umum di lindungi oleh undang-undang
    • Hentikan segala bentuk intimidasi dan represifitas kepada seluruh gerakan rakyat

Sekian pernyataan sikap dan konfrensi pers kami sampaikan demi tegaknya supremasi hukum dan kehidupan demokratis.

Salam perjuangan
Malang, 03 Juni 2017

Sementara Kapolres Malang Kota AKBP Hoiruddin Hasibuan tidak merespon saat ditanya soal penahanan puluhan mahasiswa tersebut. Bahkan saat detikcom menghubungi, telepon selularnya tak diangkat.
Sumber: detik

Iklan