*Demokrasi

Pendukung Ahok: Ahok Korban Anti Keberagaman, Hakim: Ahok Penyebab Kegaduhan

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok divonis hukuman pidana penjara selama 2 tahun karena dianggap terbukti melakukan penistaan agama. Majelis dengan berbagai pertimbangan hukum membalikkan semua pembelaan pengacara Ahok dan isu yang berkembang saat ini bahwa Ahok korban anti keberagaman dan anti SARA. Majelis hakim dengan fakta dan bukti yang ada membalikkan semua pembelaan terhadap  Ahok bahwa dia selama ini juatru merupakan pelaku yang menyebabkan kegaduhan yang terjadi.

Ahok dinyatakan majelis hakim terbukti melakukan tindak pidana dalam Pasal 156a huruf a KUHP yakni secara sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan permusuhan, penyalahgunaan atau penodaan terhadap suatu agama. Ahok pun divonis hukuman pidana penjara selama 2 tahun.

Ahok korban antikeberagaman.
Majelis hakim juga menyinggung tentang pembelaan pengacara Ahok bahwa Ahok adalah korban antikeberagaman. Sekama ini isu yang dikemvangkan pihak Ahok dan pendukungnya bahwa Ahok korban anti keberagaman.  Menurut majelis hakim, Ahok merupakan pelaku yang menimbulkan kegaduhan. “Bahwa pembelaan penasihat hukum diberi judul ‘Terkoyaknya Kebinekaan’, pengadilan tidak sependapat, karena kasus terdakwa murni merupakan kasus pidana yabng digambarkan penasihat hukum seolah-olah terdakwa korban antikeberagaman berdasarkan SARA,” ucap majelis hakim. “Padahal faktanya terdakwa sendirilah sebagai pelaku yang menimbulkan kegaduhan dalam masyarakat karena ucapannya yang seharusnya terdakwa sebagai gubernur sekaligus pelayan masyarakat harus mempunyai sifat kenegarawanan, selain bersih, tegas jujur dan sopan santun sehingga menjadi tauladan,” jelas majelis hakim.

    Iklan