*Hukum

Paska Vonis, Pendukung Ahok Eforia Berubah Jadi Tangisan

wp-1479256338964.jpgPaska Vonis, Pendukung Ahok Eforia Berubah Jadi Tangisan

Ratusan orang massa pendukung Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sedikit demi sedikit memasuki lokasi Jalan RM Harsono pada Selasa, 9 Mei 2017. Massa pro dan kontra dipisahkan oleh rangkaian kawat duri, di balik kawat duri terlihat polisi dan tentara berjaga. Baracuda dan water canon pun turut berada di balik kawat duri mengamankan sidang vonis Ahok di Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan. Massa pro Ahok sendiri terlihat tetap optimis. Mereka menari dan menyanyi, membawa bunga serta balon. Terlihat juga karangan bunga yang memuat dukungan untuk Ahok. Mereka juga membuat tugu keadilan yang pada alasnya dipenuhi mawar merah dan putih. Selain adanya mobil komando, rombongan drum band pun untuk turut meramaikan acara. Tetapi keceriaan tersebut tidak berlangsung lama. Sekejap situasi berubah menjadi teriakan dan tangisan.

wp-1476191854024.jpgKeceriaan tersebut secara drastis seketika berubah menjadi tangisan dan jeritan. Raut sedih dan kecewa terlihat dari massa pro-Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) atas vonis majelis hakim. Massa terlihat sedih dan menangis atas vonis itu. Saat itu, lagu berhenti dan seorang orator memberikan pengumuman terkait dengan vonis 2 tahun untuk Ahok. Mendengar itu, massa terdiam sejenak. “Oohhhh, ……  Yaaah,” teriak massa dengan nada kecewa disertai tangisan beberapa perempuan pendukung Ahok yang sebelumnya tertawa tawa dan menari nari kegirangan..

Meski banyak yang menangis terisak, massa pendukung Ahok tetap menyerukan dukungannya. Salah satu pendukung berorasi bahwa tangisan itu bukan menangisi Ahok, tapi berduka karena dosa besar bangsa Indonesia yang telah memenjarakan orang tak bersalah. Sebagai negara hukum, Indonesia justru tunduk pada kelompok pembenci bukan aturan hukum yang sesungguhnya. “Ahok kamu tidak berjalan sendirian, ahok kamu tidak berjalan sendirian, kami akan berada di sisimu,” seru mereka.

“Menangislah saudaraku dan bertumpah ari mataku ,bukan karena menangisi Ahok tapi menangisi betapa besar dosa bangsa ini memenjarakan orang yang tidak bersalah,” kata seorang orator di tengah massa pendukung Ahok yang mengenakan kemeja kotak-kotak, di kompleks Kementan, Jl RM Harsono, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (9/5/2017). “Kelak ini terjadi kepada anak saya cucu saya ketika negara hukum tunduk pada pembenci. Inikah negara hukum, inikah negara hukum yang memiliki keluhuran,” sambung sang orator berapi-api, di atas mobil komando.

“Teman-teman, bapak Basuki divonis 2 tahun. Kita tidak akan tinggal diam. Kita akan melawan. Kita akan naik banding,” kata orator pendukung Ahok di depan Gedung Kementan, Jalan RM Harsono, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (9/5/2017). Para ibu yang ikut bergabung dengan massa pro Ahok, terlihat meneteskan air mata. Mereka tidak terima dengan vonis hakim kepada Ahok. Kesedihan tersebut bertambah di saat orator memberi tahu bahwa Ahok saat ini telah dibawa ke penjara Cipinang.

cropped-wp-14943822005321.jpg

Iklan