*Pendidikan politik

Penguasa Membangun Adalah Keniscayaan TIDAK SELALU KEHEBATAN

wp-1482883284925.jpgPenguasa membangun negeri dan berbuat untuk rakyatnya sekecil apapun adalah keniscayaan. Tetapi bila pejabat dan penguasa yang tamak dan berambisi melanggengkan jabatan dan kursinya maka semua upaya membangun untuk rakyatnya menjadi tidak ihlas sehingga dipenuhi oleh pamrih, pencitraan dan kesombongan. Hal inilah yang sekarang terjadi di negeri ini. Ketika penguasa yang berambisi untuk melanggengkan kekuasaan maka yang dipikirkan adalah membangun dengan niat yang tidak tulus dan ihklas agar melanggengkan kekuasaannya. Setiap apa yang dihasilkan oleh kekuasaannya diklaim sebagai kehebatan individunya dan digunakan sebagai komoditas kampanye terselubung yang berlebihan

Para pemimpin yang bekerja paling efektif, dalam pandangan saya, tidak pernah berkata “aku’. Dan itu bukan karena mereka telah melatih diri untuk tidak berkata “aku”. Mereka memang tidak berpikir sebagai “aku”. Mereka berpikir sebagai “kita”; sebagai “tim”. Mereka paham bahwa pekerjaan mereka adalah membuat timnya berfungsi dengan balk. Mereka menerima tanggung jawab dan tidak menghindarinya, Namun pada akhirnya “kita” lah yang mendapatkan penghargaan. Inilah yang menghasilkan kepercayaan, yang membuat Anda mampu menuntaskan pekerjaan. (Peter Drucker)

Penguasa Membangun Adalah Keniscayaan TIDAK SELALU HARUS KEHEBATAN DIRINYA

  • Seorang Gubernur dan pendukungnya berkoar koar menganggap dirinya dan membuat sungai Jakarta bersih. Padahal itu adalah keniscayaan karena di Sukabumipun sungainya mendapat adipura tahun 2016 sungai sangat besih dan Indah tetapi orang tidak pernah berusaha mencari tahu siapa bupati yang membangunnya
  • Seorang gubernur dan penduKungnya berulang ulang menganggap dirinya paling hebat karena membangun taman di kotanya lebih baik. Padahal itu juga adalah keniscayaan sebagai kerja Gubernur. Gubernur sebelumnya juga bekerja keras memperbaiki taman kota bahkan walikota Surabaya mendapat penghargaan dunia karena pengelolaan taman di kotanya dengan luar biasa tapi tidak yang gembar gembor seperti gubernur dan pendukungnya bahwa dia adalah satu satunya Gubernur yang membuat taman kota lebih baik.
  • Seorang gubernur dan pendukungnya berkoar koar bahwa banjir sudah berlurang titik bajirnya meski Jakarta sempat tetap tenggelam. Tapi Ahok duanggap pahlawan Jakarta oleh dorinya sendiri, parpol dan pendukungnya. Padahal itu adalah keniscayaan karena di jaman walikota Surabaya yang legendaris yang disebut “walikota got” oleh warga Surabaya karena membebaskan banjir Surabaya yang sudah kronis berpuluh puluh tahun tetapi tidak pernah gembor gembor sehebat ahok dan pendukungnya
  • Seorang pemimpin negeri dan pendukungnyapun tak kalah gembar gembor menunjukkan jati dirinya bahwa dialah satu satunya pemi.pin yang membangun. Sudah menjadi kebiasaan seorang pemimpin negeri saat ini bila proyeknya sedang di bangun atau selesai dibangun maka muncul di media masa dan media online disebarkan sang pemimpin dan pendukungnya foto pose dirinya seorang diri tanpa ada pendampingnya untuk menunjukkan bahwa proyek itu adalah hasil karyanya. Padahal seorang pemimpin yang ihklas dan bijaksana keberhasilam kepemimpinan adalah kerjasama bersama. Misalnya yang rakyat dan dilakukan oleh segenap staf dan pekwrja yang membangunnya.
Iklan