*Gaya Hidup

Kebahagiaan Rakyat Om Telolet Om, Akan Dilarang

Demam ‘Om Telolet Om’ melanda pengguna internet di seluruh dunia. Mulai dari orang biasa, polisi, sampai selebriti pun ikut terkena ‘wabah’ ini. Istilah ‘Om Telolet Om’ bahkan sempat tercatat di situs Wikipedia. Istilah ‘Om Telolet Om’ yang menjadi viral ini berawal dari anak-anak yang meminta bus yang lewat di jalan untuk membunyikan klakson yang berbunyi seperti ‘Telolet’. Ternyata trend kebahagiaan itu akan tidak lama lagi dinikmati oleh masyarakat Indonesia karena akan dilarang polisi.

Nasib ‘om telolet om’ akan tidak berlangsung lama karena akan segera dilarang. Polisi dan pemerintah akan m3larang dan menghentikan kegembiraan masyarakat itu. Kasubdit Gakkum Dirlantas Polda Metro Jaya AKBP Budianto dengan tegas menyatakan pemasangan klakson modifikasi ‘telolet’ merupakan bentuk pelanggaran hukum. Sebab, klakson tersebut tidak sesuai lagi dengan standar yang tercantum dalam aturan lalu lintas. Dia menyamakan penggunaan klakson itu dengan pemasangan sirine pada kendaraan non-operasional polisi. “Modelnya sama. Masyarakat umum tak boleh menggunakan. Itu melanggar pasal 227 UU No. 22 Tahun 2009 tentang angkutan jalan,” kata Budianto di Jakarta, Kamis (22/12), demikian dikutip dari poldametrojaya.info. Pelarangan itu dilakukan bukan tanpa alasan, salah satunya faktor keselamatan. Di mana bunyi-bunyian keras bisa menyebabkan orang lain kehilangan konsentrasi dan menimbulkan kecelakaan. “Ada tindakan penegakan hukum seperti tilang atau penyuluhan. Nanti tergantung kadar kesalahan saja,” tutup Budianto.

Senada dengan polisi, anggota Komisi V Fraksi Gerindra Nizar Zahro menyarankan sopir bus tidak memodifikasi klakson yang menyalahi aturan. Nizar menilai aksi ‘om telotet om’ membahayakan keselamatan. “Fenomena itu kita sarankan klakson tidak menyalahi terhadap peraturan dan membahayakan keselamatan bagi anak muda. Dan itu kebiasaan buruk yang tidak usah ditiru,” kata Nizar seperti 6ang dolansir merdeka.com, Kamis (22/12). Dia menyarankan Polda di tiap daerah memasang spanduk larangan anak-anak berburu klakson. Alasannya, aktivitas ini mengganggu dan membahayakan. “Kita memohon kepada polda agar memasang spanduk larangan terhadap anak-anak karena membahayakan keselamatan, karena ganggu,” jelasnya.

Fenomena ‘Om Telolet Om’ ini membuat Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi ikut angkat bicara. Di satu sisi, dia memahami anak-anak itu sekadar mencari hiburan. “Satu sisi kita menghargai kepada masyarakat memulai satu kegemaran tertentu. Tapi kegemaran itu harus di lihat secara lengkap,” kata Budi saat dihubungi, Rabu (21/12). Namun begitu, mantan Dirut PT Angkasa Pura II ini juga bicara soal keselamatan anak-anak. Sebab, kebiasaan ini bisa membahayakan keselamatan mereka karena dilakukan di pinggir jalan besar. “Apakah kegemaran itu ada manfaatnya, apakah kegemaran itu membahayakan orang?” katanya. “Nah kalau itu yang terjadi kita melihat bahwa ada kemungkinan itu bisa membahayakan diri sendiri atau pihak lain yang turut serta menonton,” sambung Pria asal Palembang, Sumatera Selatan ini. Budi Karya mengimbau kepada sopir bus untuk tidak melayani permintaan anak-anak yang meminta ‘telolet’. “Jadi kami mengimbau kepada pengguna atau sopir-sopir tidak mengikuti permintaan-permintaan itu,” katanya. Budi juga berharap kepada seluruh orang tua untuk mengawasi anak-anaknya. Sehingga, anak-anak tak mengikuti tren yang sampai menjadi perbincangan artis-artis dunia ini. Keselamatan anak-anak, kata dia, harus diutamakan meskipun hanya sekedar untuk mencari hiburan semata. “Kepada orangtua kami juga mengimbau jangan membiarkan anak-anak kita itu punya keinginan atau punya kegiatan-kegiatan yang sebenarnya tidak memberikan manfaat bahkan membahayakan diri sendiri,” ucapnya

Mendunia

Mendadak jadi topik populer dunia. Salah satunya melalui media sosial twitter, karena dicuitkan oleh DJ-DJ terkenal. Bahkan Donald Trump, presiden terpilih Amerika Serikat tak lepas dari serbuan orang-orang yang memintanya membunyikan klakson bus. “Om telolet om,” riuh media sosial yang ‘menyerbu’ di kolom komentar Donald Trump.

‘Om telolet om’ adalah sebuah teriakan yang biasa diucapkan oleh anak-anak di pinggir jalan ketika sebuah bus melintas dengan harapan sopir akan membunyikan klakson yang unik. “Telolet telolet,” begitu bunyinya. Ada yang mengatakan mendadak jadi populer pada Selasa (20/12) malam setelah berbagai DJ terkenal mencuitkannya. Tapi sebelum itu, video-video lucu memperlihatkan orang-orang meminta ‘telolet’ ke supir bus yang sudah lebih dulu viral di Facebook. Tampaknya ada tren ‘telolet challenge’ dan ‘demam telolet’ yang sudah beberapa pekan menggerilya dari satu akun ke akun lain. Dalam video-video yang memancing tawa itu, terlihat ekspresi kegembiraan tersendiri ketika Anda berhasil meminta supir membunyikan klakson dengan lambaian tangan dan teriakan, “Om telolet ommmmmm!” beramai-ramai.

Artinya Saya Yahudi ?

Terkait pengertian ‘Om Telolet Om’ yang tercantum di situs Wikipedia ini menjadi misterius. Situs tersebut menyebut jika ‘Om Telolet Om’ berasal dari bahasa Euthopia yang artinya ‘Saya Yahudi’. “Merupakan sebuah kata yang dipopulerkan oleh tokoh Yahudi (Sirout Cakam) yang berasal dari Euthopia. ‘Om Telolet Om’ berasala dari bahasa Euthopia yang berarti ‘Saya Yahudi’,” demikian tulis Wikipedia. Namun tak lama berselang, postingan tersebut sudah dihapus wikepedia. “Maaf, halaman ini telah dihapus (dalam 24 jam ini). Sebagai referensi, berikut adalah log penghapusan atau pemindahan halaman ini,” demikian pengumuman Wikipedia seperti dilansir Dakwahmedia.net.
Setelah dicek kembali, saat ini arti dari istilah itu sudah diperbaharui Wikipedia. Indonesia merupakan negara yang mampu membuat sebuah tren untuk dunia. Salah satunya yakni fenomena ‘Om Telolet Om’ ini. Hampir semua tokoh dan artis di dunia dengan akun Twitter yang terverifikasi juga mengeluarkan tweet ini.

Iklan

Kategori:*Gaya Hidup

Tagged as: