*Politik

Kembali Pesawat TNI Jatuh, Hercules Bekas Pemberian Australia Benarkah Karena Sudah Berusia Tua ?

Pesawat Hercules C-130HS milik TNI Angkatan Udara (AU) dengan nomor registrasi A-1334 yang jatuh dalam perjalanan dari Wamena ke Timika, Papua merupakan hibah dari Australia. Pesawat itu mulai dioperasikan oleh prajurit di Landasan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Malang pada Februari 2016 lalu. Tetapi TNI AU BERKILAH bahwa Pesawat itu masih layak terbang. Pengecekan sebelum pemberangkatan juga sudah sesuai dengan prosedur yang berlaku. “Semuanya sudah sesuai dengan prosedur,” jelasnya. Semakin seringnya kejatuhan pesawat TNI atau Polri disinyalir berbagai pihak karena usia tua Alusista. Dalam hikmah kejadian itu Jokowi mengatakan dicari akar masalahnya, tetapi ketua MPR langsung mengatakan sebaiknya hikmahnya pemerintah harus mengganti alusista TNI agar kejadiannya tidak terulang lagi. Benarkah seringnya jatuh pesawat TNI karena usia tua pesawat ?

Pesawat tempur dan angkut TNI kerap mengalami kecelakaan. Di antaranya alat utama sistem persenjataan (alutsista) Angkatan Udara seperti pesawat terbang diakui Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo banyak yang sudah memasuki usia tua. Kendati, TNI selama ini selalu berusaha diremajakan dengan memasang onderdil baru. Gatot pun mengatakan selalu mengingatkan teknisi untuk memeriksa kelaikan burung besi tersebut. Menhan Ryamizard: Patroli Bersama 3 Negara Sudah Berjalan “Memang sama-sama kita tahu pesawat kita sudah tua. Tetapi saya ingatkan kepada teknisi, pesawat tersebut harus diinspeksi. Apabila teknisi mengatakan laik terbang maka laik terbang. Karena pesawatnya selalu digantikan onderdil terbaru,” ujar Gatot di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Minggu (4/10/2015).

Pesawat itu terbang ke Papua membawa misi latihan pemantapan kaderisasi kapten. Rencananya, latihan itu akan berakhir pada Rabu (21/12/2016). Akibat kejadian itu, 13 orang yang ada di dalam pesawat meninggal. Dua belas orang merupakan kru dari pesawat itu dan satu orang lainnya anggota TNI yang tengah menumpang. Sebanyak 12 kru pesawat itu rencananya akan dibawa ke Lanud Abdulrachman Saleh, Malang untuk diadakan upacara penghormatan terakhir.

Usia Tua

Pesawat Hercules milik TNI AU yang merupakan pesawat bekas pemberian Australia jatuh di Gunung Tugima, Wamena, Papua, menjadi duka bagi Indonesia. Ketua MPR RI yang menyampaikan belasungkawa kepada korban. Di Pendopo Bupati Pidie Jaya, Aceh, Minggu (19/12/2016). Zulkifli menuturkan, dengan kejadian ini semoga menjadi hikmah bagi negara. Dia juga meminta agar pemerintah memperbarui alat utama sistem persenjataan TNI agar tidak terjadi hal yang serupa di masa mendatang. “Mudah-mudahan dengan kejadian ini memberikan pelajaran kepada kita agar memperbaharui pesawat-pesawat kita. Khususnya alutsista TNI, Polri kita. Karena memang ada yang sudah lama, perlu perhatian agar kejadian seperti ini tidak terjadi lagi,” tutur politisi PAN itu.

Pesawat tempur dan angkut TNI kerap mengalami kecelakaan. Di antaranya alat utama sistem persenjataan (alutsista) Angkatan Udara seperti pesawat terbang diakui Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo banyak yang sudah memasuki usia tua. Kendati, TNI selama ini selalu berusaha diremajakan dengan memasang onderdil baru. Gatot pun mengatakan selalu mengingatkan teknisi untuk memeriksa kelaikan burung besi tersebut. Menhan Ryamizard: Patroli Bersama 3 Negara Sudah Berjalan “Memang sama-sama kita tahu pesawat kita sudah tua. Tetapi saya ingatkan kepada teknisi, pesawat tersebut harus diinspeksi. Apabila teknisi mengatakan laik terbang maka laik terbang. Karena pesawatnya selalu digantikan onderdil terbaru,” ujar Gatot di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Minggu (4/10/2015).

Ia mengatakan, tidak bijak jika satu pesawat tipe tertentu jatuh dan TNI tak menerbangkan pesawat lainnya dengan tipe yang sama, karena setiap pesawat memiliki kondisi berbeda-beda. “Jangan sampai begitu ada pesawat tua yang jatuh terus semuanya tidak boleh terbang,” ujar Gatot. Namun, sesuai perintah Presiden Joko Widodo yang menginstruksikan agar Indonesia tidak lagi membeli alutsista bekas, Gatot mengungkapkan, TNI akan melakukan modernisasi pesawat semaksimal mungkin dan memilih armada dengan teknologi terbaik. Seperti pesawat angkut, mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) itu menuturkan bahwa pesawat C17 terbaik di kelasnya. “Tapi sesuai dengan apa yang dikatakan Presiden, kita harus membeli pesawat yang baru. Dan tentunya idealnya kalau pesawat angkut itu C17, misalnya. Itu yang terbaik. Kita usahakan dapat itu, apa yang jadi kebijakan Presiden harus dipatuhi. Kita harus beli pesawat baru,” tutup jenderal bintang empat ini.

Tetapi nyatanya saat ini Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Agus Supriatna mengatakan, rencananya pesawat Hercules C-130 HS yang didatangkan dari Australia sebanyak sembilan unit. Namun TNI baru menerima enam unit. “Ini adalah pesawat kelima yang diterima dari Australia,” kata Agus saat memberikan keterangan kepada wartawan di Skadron Udara 32 Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Senin (19/12/2016). Enam pesawat termasuk pesawat Hercules bernomor registrasi A-1334 yang nahas itu merupakan pesawat pengiriman kelima. Hercules A-1334 menambah kekuatan Skadron 32 sejak didatangkan dari Royal Australian Air Force (RAAF) Febuari 2016 lalu. Kedatangan pesawat Hercules dari Australia memang dilakukan secara bertahap, terakhir Skadron Udara 32 menerima kembali Hercules A-130, pada Nopember 2016 lalu. Yakni Hercules bernomor registrasi A-1335.  Meskipun dibuat sekitar tahun 1980, pesawat Hercules A-1334, masih dalam kondisi laik terbang. Dan kini masih menyisakan 64 jam, sebelum kembali dilakukan perawatan rutin.

Kalau benar penyebab seringnya kecelakaan karena alusista seharusnya pemerintah lebih fokus pada pembelian alat alusista baru. Hal ini tidak mudah karena keuangan negara saat ini sedang krisis. SAKALA PRIORITAS SANGAT DIBUTUHKAN UNTUK INI

Iklan

Kategori:*Politik

Tagged as: , ,