*Agama

Ahok, Umat Lain dan Umat Muslim Lakukan Diskriminasi Terhadap Agama Islam

Sebuah video di Youtube berjudul “Prof.J.E.SAHETAPY” beredar viral di medsos. Dalam video itu JE Sahetapy ceramah di sebuah gereja dan meminta untuk mendukung Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Dukungan itu sampai menjadi Presiden. JE Sahatapy di depan anggota gereja mengatakan sebagai satu-satu orang yang mengusulkan amandemen bahwa presiden Indonesia harus asli. “Presiden ialah orang Indonesia asli telah dihapus,” ungkap mantan politikus PDIP itu dan disambuk tepak tangan jemaat gereja. Ketika viral tersebut beredar di medsos tersebut Ahok, umat lainnya dan sebagian umat Islam yang beraliran liberalis, pluralis dan sekuler tidak ada yang menista dan membully pendeta tersebut. Padahal banyak sekali fakta dan video yang menunjukkan bahwa pendeta atau pemimpin agama lainnya menyerukan untuk memilih pemimpin seumat.  Tetapi ketika ulama Islam sendiri memperjuangkan ayat sucinya untuk memilih pemimoin muslim selalu dinista, dicurigai dan di bully. Mengapa Ahok, umat lain dan umat Islam kelompok itu melakukan diskriminasi terhadap ulama dan agama Islam, justru hal itu terjadi di negeri sendiri dan sebagai warga mayoritas.

Dalam video yang secara vira beredar di medaos tersebut mengungkapkan  JE Sahetapy juga mengutip sebuah ayat injil bahwa pada saatnya Ahok jadi pemimpin bangsa Indonesia. “Jadi kalau Pak Ahok jadi Gubernur, maka Firman Tuhan itu telah …… (agak kurang jelas),” lanjut Prof. JE Sahetapy yang disambut tepuk tangan. Selain itu, ia mengatakan, dalam sebuah firman Tuhan tidak ada yang mungkin termasuk Ahok menjadi Presiden dan Gubernur DKI Jakarta.

S3benarnya adalah merupakan hal biasa ketika pendeta, ulama dan pemuka agama lainnya menganjurkan peda umatnya untuk memilih pemimpin yang seumat. HAL ITU BUKAN DISKRIMINASI DAN RASIS.

Saat Gereja Serukan Pilih Ahok dengan Dasar Agama sebenarnya tidak ada satupun umat Islam melawan dan mengkritisi hal tersebut. Karena hal ITu merupakan hak hidup yang paling asasi baGi unat kristen sebagai minoritas. Hal itu tidak pernah ada yang mempermasalahkannya.  Umatn islampunun berisaha untuk tidak melawan dan menista pendetantersebut . Demikian juga umat Islam juga tidak bersuara ketika ada video di Youtube bahwa kelompok gereja mendukung Ahok berdasarkan agama.

Tetapi kalau umat Islam mendukung pemimpin berdasar agama umat lain dan umat Islam sendirimada yang langsung menista dan menuding  sebagai diskriminasi dan rasis, karena mereka akan diam saja kalau pendeta menyerukan memilih pemimpin yang seumat.

Yang mengenaskan yangnmelakukan itu adalah sebagian umat yang beragama Islam terhadap ulama dan agamanya sendiri. Biasanya yang melakukan itu umat Islam yang khususnya yang beraliran liberal atau yang mempunyai kepentingan politik dan kelompok saaat ini tidak pernah mempermasalahkan tersebut. Tetapi sebaliknya mereka  selalu mengkritisi , membully bahkan menghina ulama yang menganjurkan umatnya memilih pemimpin muslim. Tampaknya kelompok itu hanya ingin melemahkan Islam dan tidak ingin Islam dengan kekuatan yang b3sar memenangi demokrasi di Idnoensia. Seharusnya kalau mau adil sebagian umat Islam yang beraluran liberal, sekuler dan pluralisme itu juga harus  sportif dan fair dengan mengkritisi pendeta dan gereja yang mendukung Ahok dengan dasar agama mereka. Kelompok Islam tersebut melaiukan  diskriminasi terhadap Umat Islam di negeri sendiri dengan mengorbabkan nilai aqidah yang seharusnya dianutnya.

Iklan

Kategori:*Agama, *Politik-Sosial

Tagged as: , ,