*Pendidikan

10 Gebrakan  Anis Baswedan Saat Menjabat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (2014-2016)

10 Gerakan Anis Baswedan Saat Menjabat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (2014-2016)

Sepak terjang Anies Baswedan di bidang pendidikan membuatnya diberi amanat menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di Kabinet Kerja Jokowi-JK periode 2014-2019 sejak 27 Oktober 2014. Anies merupakan salah satu menteri yang datang dari kalangan profesional di Kabinet Kerja.Pada Kabinet Kerja Jokowi-JK, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dipecah menjadi dua, yaitu Kementerian Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah serta Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi yang merupakan gabungan Kementerian Riset dan Teknologi dan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdikbud sebelumnya. Akan tetapi Kementerian yang dipimpin Anies pada akhirnya mempertahankan nama resminya sebagai Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Anies menilai bahwa pendidikan adalah kunci peningkatan kualitas manusia. Ia merasa peningkatan kualitas pendidikan akan terjadi dengan meningkatkan kualitas guru. Menurutnya pendidikan adalah interaksi antar manusia di mana peran guru menjadi begitu sentral. Peningkatan kualitas guru adalah salah satu hal yang ingin ia lakukan selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia.

Dalam pidato pertamanya dalam Pertemuan dengan Kepala Dinas Pendidikan Pemerintah Daerah se-Indonesia, Anies mengatakan bahwa Pendidikan Indonesia berada dalam Kondisi Gawat Darurat. Kondisi itu dikarenakan berbagai faktor, mulai dari infrastuktur, kompetensi guru, serta suap-menyuap dan menyuarakan agar Pemerintah Pusat dan Daerah bersama-sama dapat turun tangan menyelesaikan masalah. Pada bulan Oktober 2014 Anies mengatakan fokus untuk memperbaiki kekurangan di tiga bidang. Anies mengakui bahwa ketiga kebijakan tersebut sering menjadi pro dan kontra dan pembicaraan di masyarakat. Kebijakan tersebut adalah pelaksanaan Ujian Nasional (UN), Kurikulum 2013 dan sertifikasi guru.
Pada perombakan Kabinet Kerja tanggal 27 Juli 2016, Anies Baswedan digantikan oleh Muhadjir Effendy, Rektor Universitas Muhammadiyah Malang. Publik menyayangkan keputusan Presiden ini dan ditengarai bahwa pergantian ini murni akomodasi politik bukan karena faktor kinerja[. Ada anggapan lain juga Anies mempunyai visi politik yang berbeda dengan Presiden Jokowi dan melakukan konsolidasi untuk Pemilu 2019, meskipun tuduhan ini disangkalnya. Anies dituduh juga sedikit melenceng dari visi Presiden yaitu kurang memprioritaskan program presiden Kartu Indonesia Pintar


10 Gebrakan nya selama menjabat Mendikbud
:

  1. Menunda pelaksanaan Kurikulum 2013 dan mengembalikannya ke Kurikulum 2006, serta menerapkan Kurikulum 2013 pada jumlah sekolah yang terbatas. Faktor kebijakan ini yaitu ketidaksiapan implementasi kurikulum dan banyaknya keluhan siswa, guru dan orangtua siswa, Akan tetapi suara penolakan datang dari Mendikbud sebelumnya Moh. Nuh sampai memancing keributan di Media[44], beberapa sekolah dan guru yang memang sudah berhasil sehingga menimbulkan kebingungan penerapannya di Dinas Pendidikan Daerah, serta penolakan DPR karena dianggap penghapusan tanpa kajian dan komunikasi dengan DPR, karena penghapusan berimplikasi dengan anggaran.
  2. Mengubah Ujian Nasional bukan sebagai tolak ukur kelulusan, tetapi hanya sebagai pemetaan pemerataan kualitas pendidikan daerah. Selain itu juga Anies membentuk Indeks Integritas Ujian Nasional untuk mengukur kejujuran siswa setiap daerah.[46] Nilai UN juga dilengkapi penjelasan, bukan hanya sekedar nilai.[47] Tujuan besarnya yaitu membuat UN tidak sebagai hal yang menakutkan lagi.
  3. Program Uji Kompetensi Guru dan Sertifikasi Guru untuk meningkatkan kompetensi guru
  4. Membentuk Direktorat Keayahbundaan untuk menguatkan peran orangtua dalam mendidik anak
  5. Menghapus Masa Orientasi Sekolah yang dilakukan oleh Siswa/OSIS dan digantikan oleh Pengenalan Lingkungan Sekolah dari Pihak Sekolah. Hal ini dilakukan untuk mengurangi perpeloncoan oleh kakak kelas
  6. Mengangkat Direktur Jenderal Kebudayaan berasal dari Non-PNS secara lelang terbuka, yaitu Hilman Farid (Aktivis Kebudayaan)
  7. Mengangkat Mantan Jaksa KPK sekaligus Kabiro Hukum KPK yang terkenal dalam Praperadilan Kasus Budi Gunawan, Catharina Girsang, sebagai Staf Ahli bidang Regulasi Pendidikan dan Kebudayaan, dilakukan untuk meninjau dan menyederhanakan berbagai aturan di Kemendikbud.
  8. Kampanye Gerakan. Menggelorakan kembali Konsep Pendidikan Ki Hadjar Dewantara, Bapak Pendidikan Indonesia untuk membuat sekolah tempat yang menyenangkan
  9. Gerakan Memuliakan Guru. Dengan cara mengajak orang-orang dewasa menemui guru saat hari guru untuk menghormatinya, dan berbagai kerjasama Kemdikbud dengan BUMN dan Swasta untuk memberikan kemudahan, diskon harga dan semacamnya bagi Guru.
  10. Gerakan Membaca 15 Menit sebelum Mulai Pelajaran untuk Mendorong Minat Baca Mengantar Anak Hari Pertama Sekolah bagi Orangtua Murid. Hal ini ditujukan untuk meningkatkan ikatan emosional orangtua dengan sekolah dan juga anaknya. Berbagai tantangannya dalam pelaksanaan tugas yaitu salah satunya Kekerasan Anak di Sekolah maupun Kekerasan Seksual pada Anak yang sampai menyita perhatian nasional dalam berbagai kasus kriminal diberbagai daerah. Anies pun mengeluarkan berbagai Permendikbud dalam rangka menciptakan rasa aman di sekolah. Selain itu masalah administrasi Guru Honorer K2 yang permasalahnnya sudah berlangsung lama juga mencuat. Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer dalam pelaksanaannya juga masih banyak mengalami kendala teknis meskipun secara keseluruhan sukses.
Iklan