*Agama

Syekh Ali Jaber, Kisah Hidup Ulama Dari Madinah

Ali Saleh Mohammed Ali Jaber atau yang lebih dikenal dengan Syekh Ali Jaber adalah Pendakwah dan Ulama berkewarganegaraan Indonesia. Ia juga menjadi juri pada Hafiz Indonesia. Sejak kecil Ali Jaber telah menekuni membaca Al-Quran. Ayahnyalah yang awalnya memotivasi Ali Jaber untuk belajar Al-Quran. Dalam mendidik agama, khususnya Al-Quran dan shalat, ayahnya sangat keras, bahkan tidak segan-segan memukul bila Ali Jaber kecil tidak menjalankan shalat. Keluarganya dikenal sebagai keluarga yang religius. Di Madinah ia memiliki masjid besar yang digunakan untuk syiar Islam. Sebagai anak pertama dari dua belas bersaudara, Ali Jaber dituntut untuk meneruskan perjuangan ayahnya dalam syiar Islam. Meski pada awalnya apa yang ia jalani adalah keinginan sang ayah, lama-kelamaan ia menyadari itu sebagai kebutuhannya sendiri dan pada usia sebelas tahun, ia telah hafal 30 juz Al-Quran.


Belakangan ini sosoknya kerap menghias layar kaca. Di Ramadan kemarin, jelang berbuka puasa, Syekh Ali Jaber bahkan selalu hadir memberi tausiyah di salah satu televisi swasta. Pria kelahiran Madinah, Arab Saudi ini banyak dinanti pesan-pesan keagamaannya. Ali Jaber mengenyam pendidikan di Madinah, dari para pemuka ahli agama di kota kelahiran nabi. Ali Jaber yang berusia 41 tahun ini pernah mengajar di Masjid Nabawi dan menjadi imam di salah satu masjid di Madinah. Jaber menikah dengan perempuan asal Indonesia, dan kemudian menjadi penceramah di tanah air. “Dia dari Madinah, jadi WNI sejak 2011,” kata KH Cholil Nafis yang juga Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat, Rabu (30/9/2015). Cholil Nafis pada Selasa (29/9) bertemu Ali Jaber dan memberikan bimbingan. Cholil menjernihkan sejumlah persoalan yang mendera Ali Jaber terkait dakwahnya yang diserang sejumlah pihak. Mulai dari urusan tawassul, kurban, dan juga Islam di Indonesia. Dalam akun twitternya @syekhalijaber menjelaskan kalau dia tidak ada maksud memberi pemahaman salah atau menyalahkan yang bertawassul. Tentang kurban dia menegaskan, menghormati dan menghargai perbedaan khilafiat, dan dia tidak pernah menyebut melarang seseorang berkurban lebih dari satu kambing atau sapi.

Dia juga menyampaikan tidak pernah membawa aliran tertentu, dia mencintai dan menghormati ulama di Indonesia. Ali Jaber selalu bersilaturahim dengan para ulama di Indonesia. Pada idul fitri lalu, dia menjadi khatib idul fitri di Masjid Raya Banda Aceh yang juga dihadiri Jokowi. Ali Jaber ini juga seorang ulama hafidz quran. Menurut Cholil, banyak yang salah paham dengan apa yang disampaikan Ali Jaber. “Dia terlalu frontal, ya harus disesuaikan dengan Islam yang di Indonesia. Yang penting sekarang kita lakukan yang produktif untuk umat, bukan tentang khilafiyah. Ali Jaber juga sudah meminta maaf apabila ada kata-kata dakwahnya yang tidak berkenan,” urai Cholil.

Salah satu kisah yang banyak dikenal dan beredar tentang pemikirannya mengenai maulid nabi. Ali Jaber ‘menegur’ seseorang yang menyebut kalau maulid adalah bidah karena tidak ada di zaman nabi.”Antum dari ujung kepala sampai rambut bidah karena tidak ada di zaman nabi,” terang Ali Jaber dalam kisahnya di ceramah kepada orang tersebut. Menurut dia, walaupun dalam maulid ada perbedaan pendapat, yang utama adalah saling silaturahim, saling menasihati, dan saling mengisi.


Filmografi

Televisi 

  • Nikmatnya Sedekah
  • Cahaya dari Madinah
  • Kurma (kuliah ramadhan)
  • Hafiz Indonesia
  • Damai Indonesiaku
  • Kultum Bersama Syekh Ali Jaber

Film Sunting

  • Surga Menanti
Iklan