Olahraga Modern

Andik Vermansyah. “Si Kancil Dari Surabaya” Piala AFF 2016

wp-1481274731260.jpgAndik Vermansyah. “Si Kancil Dari Surabaya” itu membuat decak kagum para penggila bola karena dengan larinya yang sangat gesit saat melewati pemain belakang lawan. Gerakan nya yang sangat lincah dan posturnya yang kecil tersebut mengingatkan orang pada sosok legenda bola dari Surabaya jaman dulu, Abdul Kadir. Abdul Kadir saat jaman keemasannya juga dijuluki sama, yaitu si Kancil dari Surabaya. Ternyata sosok hebat tersebut duhulu kala adalah seorang loper koran dan bekas penjual minuman di stadion Tambak Sari Surabaya. Tetapi saat ini dengan kerja keras dan prestasinya, “Si Penjual Minum Stadion” itu berubah menjadi “Si Kancil dari Surabaya” yang mampu menjadi idola baru di persepakbolaan Indonesia

Gelandang tim nasional Indonesia, Andik Vermansyah seringkali merepotkan bek lawan. Pergerakannya yang lincah memaksa lawan-lawannya melakukan tekel keras. Yang teranyar ialah saat dia turun bermain melawan Vietnam dalam leg pertama semifinal Piala AFF 2016 di Stadion Pakansari, Cibinong pada Sabtu 3 Desember 2016. Berkali-kali dia dijatuhkan ketika sedang menggiring bola. “Patutnya Vietnam dapat kartu merahlah. Saya tidak ingin mengomentari wasit, tapi tolong lebih teliti lagi,” ungkap Andik seusai pertandingan leg pertama melawan Vietnam. Meski begitu, pria asal Jember, Jawa Timur itu mengaku senang karena Skuat Garuda menang dengan skor 2-1. Namun, dia mengingatkan dalam leg kedua nanti di My Dinh Stadium, rekan-rekannya harus fokus dalam bermain. “Kita jangan berpuas dahulu, karena leg kedua di sana pasti akan sangat berat sekali,” tutur pemain yang kini merumput di Liga Super Malaysia bersama Selangor FA tersebut. Andik menyimpan rasa optimistis yang tinggi bisa membawa Indonesia melaju ke babak final Piala AFF edisi kali ini. Karena dalam beberapa pertandingan terakhir, performa tim besutan Alfred Riedl semakin membaik.

Pemain kecil dan lincah asal Persebaya Surabaya, Andik Vermansyah meski tidak mencetak gol mempunyai kontribusi sangat penting dalam kemenangan Indonesia atas Thailand di babak penyisihan Grup A Sepakbola SEA Game 2011.  Saat tim Garuda mengkandaskan Thailand , Andik dengan pergerakan lincahnya, dua pemain Thailand harus bertindak kasar yang berbuah dua kartu merah. Andik Vermansyah sebagai salah satu bintang kemenangan Indonesia atas Thailand di babak penyisihan Grup A Sepakbola SEA Game 2011.

Si kecil Andik mempunyai kecepatan tinggi  dan  pergerakkannya lincah seperti layaknya seekor kijang berlari, Andik sulit ditempel oleh pemain belakang lawan. Sudah beberapa kali ia menunjukkan kelebihannya itu saat menggiring bola menusuk ke jantung pertahanan lawan.

Salah satu aksinya yang menawan saat ia melewati pemain belakang Kamboja di laga perdana sebelum memberikan umpan silang yang kemudian diselesaikan dengan gol oleh Ramdhani Lestaluhu. Saat melawan Kamboja juga Andik mencetak gol dengan tendangan yang keras setelah melakukan overlaping ke tengah lapangan melewati beberapa pemain Kamboja.  Saat menghancurkan Thailand, giliran Andik diberi kesempatan sebagai starter.

Saat membawa bola dengan kecepatan tinggi, karena kewalahan Theeraton Bunmathan. Bunmathan  langsung mengayunkan tangan kanannya ke muka andik untuk menghadang laju Andik. Bunmathanpun terkena kartu kuning. Tetapi dia diganjar kartu merah, karena mendapatkan akumulasi dua kartu kuning oleh wasit asal Korea Kim Jong Hyeok. Andik juga jadi penyebab pemain Thailand lainnya, Ekkasit Chaobut diganjar kartu kuning karena mengganjal dengan keras kaki Andik.

Pergerakkan Andik memang lincah, larinya kencang layaknya seekor kijang berlari. Andik sulit ditempel oleh pemain belakang lawan. Sudah beberapa kali mantan penjual minuman di stadion itu menunjukkan kelebihannya itu saat menggiring bola menusuk ke jantung pertahanan lawan.

Pemain kelahiran Jember, Jawa Timur, 23 November 1991 mengawali kariernya sebagai pemain Persebaya junior pada tahun 2004 hingga 2005, hingga akhirnya masuk dalam skuad PON Jawa Timur di Kalimantan Timur pada tahun 2008. Ia sukses menyumbang medali emas untuk Jatim. Sejak itulah kariernya mulai menanjak, apalagi ketika ditangani Pelatih Aji Santoso, yang dianggap sebagai ayahnya sendiri. Ia kemudian bergabung dengan tim Pesebaya senior.  Musim lalu ia memperkuat Persebaya 1927 di ajang Liga Primer Indonesia. Dari 17 tampil, Andik menyumbang tujuh gol. Andik pun makin dicintai publik Surabaya.

Si Kancil Dari Surabaya ini sangat rendah hati. Segala kesuksesannnya selama ini disadari bukan semata  karena kerja keras dirinya. Tetapi berkat dukungan dan doa orangtua, kakak, dan Tiara Darmawanti sang kekasih. Sebelum bertanding, dia selalu melakukan ibadah salat dilakukan dengan khusyuk.

Andik Vermansyah dipuji Becham

Saat memperkuat Tim Indonesia Selection melawan LA Galaxy di Senayan Becham sempat memujinya. Bintang sepak bola dunia David Beckham memuji penampilan pemain sayap Tim Indonesia Selection Andik Vermansyah. Beckham bahkan secara khusus memanggil Andik di akhir pertandingan untuk menukar kostumnya. “Dia sangat cepat dan berbakat. Saya juga tidak enak kepadanya karena sempat bermain kasar,” kata mantan pemain Manchester United ini sesuai pertandingan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Rabu malam, 30 November 2011.

Andik mengaku deg-degan ketika Beckham mendadak memeluknya. Saat itu Beckham sempat mengatakan sesuatu kepadanya, namun Andik mengaku tak paham apa yang diucapkan mantan pemain Real Madrid tersebut. “Deg-deg-an kayak ketemu orang cantik gitu,” kata Andik sembari tertawa. Kaos LA Galaxy bernomor punggung 23 yang masih basah oleh keringat Beckham tersebut barangkali akan menjadi kado terindah bagi Andik yang genap berusia 20 tahun pada 23 November lalu, setelah dirinya gagal mempersembahkan emas Sea Games XXVI. “(kaos ini) Buat tidur satu minggu,” katanya

Beckham dalam laga eksibisi itu telah melakukan tackling keras dari belakang yang membuat Andik Vermansyah tersungkur. Pelatih Tim Indonesia Selection Rahmad Darmawan menilai kelakuan Beckham seharusnya diganjar kartu kuning. Namun wasit membebaskannya. Si kancil dari Surabaya yang turun hingga awal babak kedua memang tampil memukau. Pemain sayap mungil ini beberapa kali melakukan penetrasi dengan melawati satu-dua pemain belakang LA Galaxy. Umpan-umpan silangnya dari sayap kanan juga kerap membuat dag-dig-dug penjaga gawang Galaxy.

Pujian terhadap Andik tak hanya datang dari Beckham. Pelatih LA Galaxy Bruce Arena pun tak bisa menyembunyikan kekagumannya pada pemain asal Persebaya tersebut. “Banyak pemain (Indonesia) yang bermain sangat baik seperti (pemain bernomor punggung) 21 (Andik Vermanysah) dan 10 (Greg Nwokolo),” kata Bruce. Bruce mengatakan tak menutup kemungkinan LA Galaxy akan mengundang mereka untuk bermain di Amerika Serikat. “Mugkin akan kami dipertimbangankan apakah kami bisa mengundang mereka untuk memerkuat Tim LA Galaxy,” katanya.

Pelatih Tim Indonesia Selection Rahmad Darmawan juga turut memuji pemain asuhnya ini. Andik, kata Rahmad, adalah pemain yang cepat, kuat, dan lincah. Rahmad pun mengatakan Andik layak mendapat gelar man of the match malam ini. “Ini man of the match-nya,” kata Rahmad.

BIODATA:

  • Nama Lengkap: Andik Vermansyah Tempat Lahir: Jember Tanggal Lahir: 23-11-1991 Kebangsaan: Indonesia Posisi: Gelandang Tinggi: 162 sentimeter Berat: 57 kilogram

Penghargaan

  • 2008 Perunggu POM ASEAN (Timnas Mahasiswa) * 2008 Emas PON XVII Kaltim (Jatim) * 2007 Emas Porprov I (Kota Surabaya) * 2007 Juara Liga Remaja Regional Jatim (Persebaya U-18)

Karier :

  • 2008 – 2010 – Persebaya Surabaya 2011 – sekarang – Persebaya 1927 Tim Nasional U-23
Iklan

Kategori:Olahraga Modern

Tagged as: