*Demokrasi

Dulu Ahok Siap Dimaki dan Tidak Terpilih Pilkada Daripada Beli Bus Cina, Sekarang ?

Kontroversi pembelian bus Transjakarta terus bergulir sejak 3 tahun yang lalu. Ternyata saat ini Ahok mengaku akan kembali akan membeli bus Cina lagi untuk kebutuhan bus transjakarta. Padahal Ahok, beberapa tahun yang lalu mengaku senang karena pihak-pihak yang bersikeras membeli bus asal Tiongkok yang kualitasnya tidak baik sudah mendekam di balik jeruji. Pihak yang dimaksud Basuki adalah mantan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono dan mantan pejabat Dishub lainnya. Saat pengadaan bus Transjakarta tahun 2013 lalu, dia menginginkan warga DKI difasilitasi bus berkualitas baik. bahkan saat itu dia dengan jumawa mengatakan bahwa dia siap dimaki daripada membeli bus Tiongkok. Bahkan ia telah berjanji bahwa lebih memilih untuk tidak terpilih di Pilkada 2017 daripada terpilih lagi menjadi Gubernur DKI dan memberi banyak bus berkualitas jelek kepada warga DKI.

Perusahaan Pengangkutan Penumpang Djakarta (PPD), akan mengoperasikan sebanyak 59 unit bus untuk TransJakarta.
Namun, bus-bus tersebut berasal dari Cina. Bus merek Zhongtong yang dulu pernah ramai dibahas karena kualitasnya kini dibawa lagi ke Jakarta. Menurut Gubernur DKI nonaktif, Basuki T Purnama, bus itu didatangkan karena sudah terlanjur kontrak. “Itu bus lama yang ada di kontrak lama PPD, makanya kita ijinkan. Kita toleransi saja, sudah terlanjur kontrak. Nanti kita akan cek,” kata Ahok seusai blusukan di Gang Teratai RT 02/RW 06, Cipete Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa (6/12/2016).

Sebelumnya diberitakan, bus merek Zhongtong asal Tiongkok sudah mendarat di Tanjung Priok. Pembelian bus tersebut pernah ramai dibahas karena ada korupsi yang dilakukan oleh mantan Kadishub DKI Udar Pristono. Padahal kualitas bus tersebut dinilai tidak layak menjadi bus TransJakarta. Plt Gubernur DKI Sumarsono menegaskan pihaknya tak melakukan pembelian tambahan bus Zhongtong. Bus tersebut datang sebagai bagian dari perjanjian lama yang sempat tertunda.

Sementara sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, menegaskan untuk tidak lagi menggunakan bus TransJakarta.mPasalnya kerap bermasalah. Mulai dari mogok hingga terbakar. Dirut Perum PPD, Pande Putu Yasa, mengatakan bahwa terdapat 59 unit bus yang merupakan pengadaan tahun 2013. Saat ini lima unit sudah berada di pool. Lalu 23 unit unit baru tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Sedangkan sisanya, masih dalam proses pengiriman. “Ini kejadiannya sebelum statement Pak Ahok turun. Tender ini kami menangkan jauh sebelum beliau ngomong nggak mau beli bus Cina. Jadi kami nggak mengikat terhadap merek,” kata Putu, Selasa (6/12/2016). Apalagi, dengan tarif rupiah per km hanya senilai Rp 21.000. Lebih murah dari bus Scania dengan Mercy, sekitar Rp 35.000 per km. “Ini boleh diadu kok. Di mesin ada sejenis alat kontrol. Mesin panas akan ada sensor pemadam kebakaran. Empat titik CCTV sudah terpasang. Ada jaminan dari PPD,” katanya. Selain itu, mesin yang digunakan dari Dusan (Korea), bukan dari Cina. Lalu, perseneling produksi Jerman dirakit di Cina. Rencananya, lanjut Putu, bus-bus tersebut akan beroperasi pada 2017, sekira Januari-Februari.

Susah sudah bagi warga Jakarta -khususnya- untuk menghitung jumlah bus TransJakarta yang meledak dan terbakar. Rasa was-was untuk menaiki bus TransJakarta pun tak bisa di pungkiri hadir. Itulah bus buatan China yang dulu dibeli oleh Pemprov DKI Jakarta. Dan kini, seperti tak mau mengulangi kesalahan masa lalu, Pemprov DKI melalui PT Transjakarta sudah membeli bus Transjakarta buatan Swedia dalam jumlah puluhan.


Pendapat Ahok beberapa tahun yang lalu 

  • “Dulu saya ngotot, kenapa ada Daewoo, Hino, merek-merek bus yang sudah bagus kok enggak dimenangkan tender gitu lho? Tetapi malah kami selalu menangkan merek-merek yang enggak jelas. Ya sudah kejadian kan semua barang bisa terbakar. Nah saya kalau cuma mau cari popularitas ya bisa, saya beli saja bus Tiongkok,” kata Basuki. Ia lebih memilih untuk tidak terpilih di Pilkada 2017 daripada terpilih lagi menjadi Gubernur DKI dan memberi banyak bus berkualitas jelek kepada warga DKI. “Kalau ada Scania, Mercedes Benz, Hino atau Foton merek yang bagus dari China mau produksi bus, ya saya lebih baik menunggu mereka produksi bus. Walaupun dalam sebulan mereka mampunya produksi bus 20 unit 20 unit, enggak apa-apa, daripada beli barang enggak beres,” kata Basuki seperti yang dimuat harian Kompas (20/5/2015). 
  • Bus Terbakar. Makanya itu perjanjian lama operator lama memang nggak ada kewajiban servis, terus mobil yang dikirim juga nggak memenuhi standar, kan saya bingung, dulu saya tanya Pemprov DKI kalau ada uang beli merek terkenal dunia apa beli merek yang nggak jelas mereknya? Padahal harganya hampir sama,” ujar Ahok di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (3/7). “Tindakannya kita stop. Nggak mau lagi pakai produk seperti itu, kita mulai beli bus lagi yang bagus,” imbuhnya. Untuk penyeleksian operator bus Trans Jakarta, Ahok tidak bisa mengungkapkan secara detail karena sudah berulang kali bus-bus tersebut bermasalah. “Saya nggak bisa jelasin lah. Sekarang mau bukti apa?, kemarin beli bus baru dari Tiongkok bermasalah. Artinya apa, mark up ada permainan anggaran, ya udahlah kita mau bilang apa, barang udah jadi,” paparnya. Ahok mengaku sudah mengevaluasi ulang kelayakan bus Trans Jakarta. “Kita sudah evaluasi, ditemukan bahwa semua bus jenis komodo ini nggak bisa dipake, operator yang payah, ” katanya. Untuk pembaruan kontrak dengan operator, Ahok akan menunggu habis masa kontrak dan akan diperbaharui seluruh kontrak dengan manajemen yang lebih baik. “Makanya kenapa kita bentuk PT, supaya sejajar degan operator. Saya sudah ancam mereka(operator), sekarang kalau macam-macam Dirutnya hari ini bisa langsung saya pecat,” tegasnya. “Bus Trans Jakarta udah nggak layak pake semuanya. Dari 500-800 bus yang bagus itu 200an, saya sudah bilang sama pengelola Transjakarta daripada nggak aman naik bus lebih baik nggak ada bus,” tutup Ahok.
  • Dilansir Kompas (14/6), Sebanyak 20 bus transjakarta merek Scania akan dipamerkan di lapangan Monas tepat pada HUT ke-488 DKI Jakarta atau pada 22 Juni 2015 mendatang. Direktur Utama PT Transjakarta Antonius NS Kosasih mengatakan, pengadaan 20 unit bus transjakarta ini sebagai salah satu upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk meningkatkan kualitas transportasi umum di Jakarta. “Beberapa unit bus itu, saat ini masih berada di karoseri di Semarang,” kata Kosasih, saat dihubungi di Jakarta, Minggu (14/6/2015). Ke-20 unit bus berbahan bakar gas itu sendiri baru akan beroperasi di Jakarta pada pertengahan bulan Juli 2015. Setelah seluruh surat kendaraan beserta perizinan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) rampung. PT Transjakarta menargetkan tambahan 21 unit bus pada akhir tahun. Sehingga DKI akan memiliki sebanyak 51 unit bus transjakarta Scania di 12 koridor. “Sebetulnya ada 52 buah, tetapi satu buah bus hibah,” kata Kosasih. Satu unit bus Scania dibeli seharga Rp 4 miliar dan tambahan pajak sebesar Rp 450 juta. Semula Pemprov DKI hanya ingin membeli 20 unit bus. Namun, karena mendapat potongan harga jika membeli di atas 50 unit bus, Pemprov DKI akhirnya membeli dalam jumlah banyak. Kosasih menjelaskan, pihaknya melakukan penghematan negara hingga Rp 10 miliar karena membeli bus di atas 50 unit. “Kami dapat harga grosir,” ujar Kosasih. Sementara itu, seperti dikabarkan CNNIndonesia (14/6), Gubernur DKI yang biasa di panggil Ahok, membutuhkan sekitar 2000 unit bus TransJakarta Scania tersebut, dan Swedia siap memproduksinya. “Gubernur minta disediakan 2 ribu unit, kami adakan secara bertahap paling tidak tahun ini bisa memproduksi 3 ratus unit bus,” kata Presiden Direktur United Tractor Djoko Pranoto. United Tractor adalah distributor bus Scania di Indonesia. Semoga saja, kwalitas Bus TransJakarta kali ini bisa lebih baik dari yang dulu.
  • Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menegaskan hanya mau menggunakan bus-bus kelas dunia sebagai bus Transjakarta. Apalagi, dulu bus Pengangkut Penumpang Djakarta (PPD) sudah menggunakan merek Mercedes Benz. Seharusnya, merek bus yang digunakan zaman sekarang harus sudah lebih bagus lagi. “Tahun 1960-an bus kita semua Mercedes, masa sekarang pakai merek ‘Ahok’. Itu namanya kemunduran,” ujar Basuki di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Rabu (19/10/2016). Saat ini, merek bus yang digunakan PT Transportasi Jakarta adalah merek dunia yang memiliki agen tunggal di Jakarta. Misalnya seperti Scania, Hino, dan Volvo. Hal ini berbeda dengan merek bus yang digunakan PTTransjakarta dulu. Bus-bus tersebut berasal dari Cina dengan merek Zhong Thong. Ahok (sapaan Basuki) sempat mengatakan bus Transjakarta yang sering terbakar adalah bus-bus lama pabrikan asal China itu. Sementara itu, Direktur Utama PT Transportasi Jakarta Budi Kaliwono memastikan bahwa bus-bus yang akan dimiliki PTTransjakarta akan jauh lebih canggih dari sebelumnya.
Iklan