*Pendidikan Islam

Aksi Bela Islam 212, Bantuan Melimpah Tak Butuh Bantuan Parpol

Aksi jutaan umat 212 selama ini difitnah oleh golongan yang takut dengan kebangkitan umat Islam sebagai pasukan nasi bungkus, ditunggangi politik, didanai parpol atau politikus menjadi terbantahkan. Berbagai bantuan sangat banyak sekali dari berbagai pihak baik dari dalam dan luar negeri berupa uang, bahan makanan, makanan ringan, minuman, sajadah, obat obatan dan lain lainnya. Tanpa bantuan dana partai politik atau politikus yang ingin mengambil keuntungan pribadi dari aksi itu sudah berlebihan. Bukan hanya otanb kaya, tetapi pegawainneheri, karyawan biasa bahkan orang tidak mampu berlomba lomba memberi bantuan aksi yang membela agama itu.

  • Masjid Istiqlal. Massa aksi damai 2 Desember atau aksi 212 terus berdatangan ke Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat. Untuk melayani massa yang terus berdatangan, Posko Moslem Care Community yang merupakan penanggung jawab massa di Masjid Istiqlal membagikan makanan dan minuman kepada massa aksi. Koordinator logistik makanan, Abi Sabilah mengatakan, pihaknya sampai hari ini masih terus mendapatkan bantuan logistik berupa makanan dan minuman. Untuk makanan berat sekarang masih di atas 10 ribu. Itu sudah banyak dibagikan juga. Minuman tiga kali lipatnya sampai saat ini. Ribuan paket makanan dan minuman ini datang dari jemaah bahkan dirinya juga tidak selalu mengetahui asal usul pemberi bantuan tersebut. “Ini dari jemaah semua. Saya tidak tahu dari mana tapi alhamdulilah bantuan mengalir terus mas,” kata pengurus bantuan tersebut. Panitia melalui pengeras suara memberitahukan jemaah yang baru tiba di Masjid Istiqlal bahwa disediakan makanan dan minumam di lokasi tersebut. Jemaah pun berbaris mengantre sesuai arahan dari para panitia logistik tersebut. Satu per satu menerima nasi kotak dan minuman. Kebutuhan logistik makanan akan dibagikan pada pagi siang dan malam hari. Untuk malam ini, logistik makanan dipusatkan di Masjid Istiqlal. “Nanti pagi ada juga di Patung Kuda. Jadi ada dua di sini (Masjid Istiqlal) dan Patung Kuda. Awalnya panitia logistik hanya berjumlah 30 orang. Namun banyak jamaah yang turut serta dan membantu membagikan makanan dan minuman kepada para jamaah. Tak hanya menerima bantuan logistik makanan dan minuman, panitia juga menerima bantuan dalam bentuk uang tunai. “Tak hanya donasi makanan tapi tunai juga ada. Ada anak muda memberi Rp10 ribu kami terima. Berapa pun kami terima. Dari orang Indonesia di luar negeri seperti Kanada, Amerika dan Kuwait juga ikut bantu dengan ditransfer uangnya.
  • Saat VIVA.co.id di lokasi, tampak seorang pria bernama Mastur Hani Ahmad ingin menyumbangkan dalam bentuk uang. Ia pun memberikan uang sejumlah uang untuk mambantu aksi 212. “Ini nyumbang enggak seberapa mas. Saya juga tadi bawa makanan buat jemaah makan malam ini,” ujar pria asal Depok tersebut.
  • Tak hanya makanan dan minuman, tampak di depan pintu masuk Masjid Istiqlal ada sebuah mobil yang khusus melayani pelayanan kesehatan untuk para jamaah. Di sana banyak jamaah dari berbagai daerah memeriksa kesehatan, dan sekedar meminta obat dan Vitamin. “Di sini bisa cek kesehatan, minta vitamin, ada yang batuk, pegal, demam, dan flu,” ujar salah satu dokter bernama Rita. Banyak jemaah dari daerah yang memeriksa kesehatan dan meminta vitamin karena lelah akibat perjalanan yang cukup panjang ke Jakarta. Untuk melayani masyarakat, pihaknya menyiapkan ribuan obat-obatan dan empat dokter yang siap memeriksa kesehatan jamaah. “Malam ini di Istiqlal. Besok ada dua lokasi lagi kita sebar selain di Monas yaitu di Stasiun Gambir dan dekat PLN Gambir,” katanya.
  • Sejumlah bantuan terus mengalir untuk para warga muslim yang ikut aksi demo 2 Desember. Bikin terharu, bantuan datang mulai dari pemulung hingga jutawan dari luar negeri. Salah satu panitia dari Posko Moslem Care Community, Ade Wijaya mengatakan sejak Kamis (1/12/2016) pagi, bantuan logistik terus berdatangan. Ade menceritakan, para donatur berasal dari berbagai kalangan dan kelas ekonomi yang berbeda.
  • Panitia menceritakan bagaimana tadi sore ada seoang nenek renta yang berpenampilan seperti pemulung. Nenek itu ingin ikut menyumbangkan uangnya walau hanya Rp2.000. “Dia nanya ke saya. Pak apa diterima saya menyumbang uang hanya segini (Rp2.000). Nenek tersebut bilang ingin ikut berjuang tapi fisiknya sudah tidak memungkinkan lagi,” kata Ade menirukan ucapan sang nenek sat ditemui di Masjid Istiqlal, Kamis (1/12/2016). Ade melanjutkan, nenek tersebut pun menangis ketika bantuan itu diterima. “Nenek itu menangis, dia bilang semoga bantuan saya yang sedikit ini bisa membantu para mujahid,” lanjut Ade masih menirukan perkataan nenek.
  • Sejumlah mobil mewah mengantre untuk memberikan sumbangan. Nampak pengendara itu turun dari mobil dan langsung mengangkat sejumlah logistik seperti air mineral, obat-obatan, dan makanan.
  • Tak hanya dari dalam negeri, bahkan donatur dari negara tetangga seperti Malaysia, Singapura dan Brunei Darusalam juga berdatangan.”Saudara kita dari negara tetangga sebelum ke hotel tadi bertanya logistik apa yang masih kurang. Besok mereka akan menyuplainya. Insyaallah dari Timur Tengah (logistik) juga akan datang,” tutupnya.


Iklan