*Politik-Sosial

Ahok: Aksi Damai Dibayar 500 Ribu, Luka Umat Bernanah Lagi

Belum hilang nyeri luka umat ketika mulut penista mengoyak emosi. Luka bernanah mulai kering, terkoyak lagi ketika umat difitnah lagi dengan mulut yang sama dengan ucapan umat dibayar 500 ribu. Padahal peserta yang aksi adalah para ulama dan para ikhlas. KH Hasyim Muzadi, mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama mengingatkan gerakan jutaan massa pada aksi Bela Islam 4 November 2016 lalu adalah bukti dari kedahsyatan energi Al-Quran. Hal ini sulit diterangkan kepada kalangan yang tidak mempercayai al-Quran. Gerakan tersebut hanya bisa dimengerti, dirasakan, dan diperjuangkan oleh orang yang memang mengimani al-Quran. Tentu sangat sulit untuk diterangkan kepada mereka yang tidak percaya kepada al-Quran, berpikiran atheis, sekuler, dan liberal.

Umat dipaksa untuk bersabar. Padahal mulut mereka walau terus mengucapkan kebinekaan bak pejuang paling nasionalis. Tetapi otak panas mereka terus mengobarkan permusuhan memberi retak kebinekaan. Mudah mudahan umat terus diberi sabar demi teduh NKRI.  Terus sabar, terus hormati dan lindungi golongan yang panik dan golongan yang tidak berpikir itu. Mudah mudahan sabar itu tidak ada batasnya.

Ahok mengatakan “Saya harus membawa ini ke pengadilan untuk membuktikan bahwa tuduhan ini adalah politik bukan hukum,” katanya dalam wawancara khusus dengan ABC.net.au, Kamis (17/11/2016).Dalam kesempatan itu, Ahok turut mengomentari aksi protes yang digelar sejumlah elemen dan ormas Islam pada 4 November yang lalu. Menurutnya, demonstrasi tersebut bermotif politik dan pedemo menerima bayaran Rp500 ribu.

Iklan

Kategori:*Politik-Sosial

Tagged as: ,