Tak Berkategori

Ahok Menyamakan Dirinya Dengan Mandela, Benarkah ?

Setelah ditetapkan tersangka kasus penistaan agama Basuki Thahaja Purnama, bukannya merefup tetapi semakin menjadi sehingga sampai menyamakan diri dengan Nelson Mandela.Bisa saja Ahok mengatakan hal iyu ditengah konfisinya ysng semakin terpojok. Tetapi bukan Ahok oleh kepribadian dan karakter yang sangat berbeda. Mandela adalah seorangbpemimpin yang santun dan tidak mengumbar kata kasar dan emosi. Sementara Ahok bisa dikatakan tak ada hari tanpa kemarahan. Sedangkan Mandela ditahan karena masalah politi karena memperjuangkan kemanusiaan dan kerakyatan tetapi Ahok dinobatkan menjadi tersangka karena menista agama dan ulama agama lain demi keperluan politiknya dalam meraih kemenangan dalam Pilkada DKI Jakarta.


Mandela yang disamakan dengan dirinya sendiri oleh Ahok sebenarnya sosok negarawan yang luar biasa hebat. Bila orang mengenal niografi dan sejarah keduanya maka ahlinsejarah mungkin akan mengatakan antara bumi dan langit. Nelson Rolihlahla Mandela adalah seorang revolusioner anti-apartheid dan politisi Afrika Selatan yang menjabat sebagai Presiden Afrika Selatan sejak 1994 sampai 1999. Ia adalah orang Afrika Selatan berkulit hitam pertama yang memegang jabatan tersebut dan presiden pertama yang terpilih melalui keterwakilan penuh, dalam sebuah pemilu multiras. Pemerintahannya berfokus pada penghapusan pengaruh apartheid dengan memberantas rasisme, kemiskinan dan kesenjangan, dan mendorong rekonsiliasi rasial. Selaku nasionalis Afrika dan sosialis demokratik, ia menjabat sebagai Presiden Kongres Nasional Afrika (ANC) pada 1991 sampai 1997. Selain itu, Mandela pernah menjadi Sekretaris Jenderal Gerakan Non-Blok pada 1998 sampai 1999.

Terlahir dari keluarga kerajaan Thembu dan bersuku Xhosa, Mandela belajar hukum di Fort Hare University dan University of Witwatersrand. Ketika menetap di Johannesburg, ia terlibat dalam politik anti-kolonial, bergabung dengan ANC, dan menjadi anggota pendiri Liga Pemuda ANC. Setelah kaum nasionalis Afrikaner dari Partai Nasional berkuasa tahun 1948 dan menerapkan kebijakan apartheid, popularitas Mandela melejit di Defiance Campaign ANC tahun 1952, terpilih menjadi Presiden ANC Transvaal, dan menghadiri Congress of the People tahun 1955. Sebagai pengacara, ia berulang kali ditahan karena melakukan aktivitas menghasut dan, sebagai ketua ANC, diadili di Pengadilan Pengkhianatan pada 1956 sampai 1961, namun akhirnya divonis tidak bersalah. Meski awalnya berunjuk rasa tanpa kekerasan, ia dan Partai Komunis Afrika Selatan mendirikan militan Umkhonto we Sizwe (MK) tahun 1961 dan memimpin kampanye pengeboman terhadap target-target pemerintahan. Pada 1962, ia ditahan dan dituduh melakukan sabotase dan bersekongkol menggulingkan pemerintahan, dan dihukum penjara seumur hidup di Pengadilan Rivonia.

Mandela menjalani masa kurungan 27 tahun, pertama di Pulau Robben, kemudian di Penjara Pollsmoor dan Penjara Victor Verster. Kampanye internasional yang menuntut pembebasannya membuat Mandela dibebaskan tahun 1990. Setelah menjadi Presiden ANC, Mandela menerbitkan otobiografi dan bernegosiasi dengan Presiden F.W. de Klerk untuk menghapuskan apartheid dan melaksanakan pemilu multiras tahun 1994 yang kelak dimenangkan ANC. Ia terpilih sebagai Presiden dan membentuk Pemerintahan Persatuan Nasional. Selaku Presiden, ia menyusun konstitusi baru dan membentuk Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi untuk menyelidiki pelanggaran-pelanggaran HAM sebelumnya. Ia juga memperkenalkan kebijakan reformasi lahan, pemberantasan kemiskinan, dan perluasan cakupan layanan kesehatan. Di luar negeri, ia bertindak sebagai mediator antara Libya dan Britania Raya dalam pengadilan pengeboman Pan Am Penerbangan 103 dan mengawasi intervensi militer di Lesotho. Ia menolak mencalonkan diri untuk kedua kalinya dan digantikan oleh wakilnya, Thabo Mbeki. Ia kemudian menjadi negarawan ulung yang berfokus pada aktivitas amal demi memberantas kemiskinan dan HIV/AIDS melalui Nelson Mandela Foundation.

Mandela merupakan seorang revolusioner anti-apartheid. Pada tahun 1962, Nelson Mandela dituduh melakukan sabotase. Ia juga dituding melakukan upaya makar terhadap pemerintah. Nelson Mandela pun dihukum penjara seumur hidup di Pengadilan Rivonia. Setelah keluar tahanan pada tahun 1989, Mandela menyampaikan komitmen pada perdamaian dan rekonsiliasi, Mandela pun terpilih sebagai Presiden Afrika Selatan sejak 1994 sampai 1999. Mandela adalah seorang pejuang yang dicintai rakyat, bukan pemimpin yang dimusuhi rakyat.

Pada 5 Agustus 1962, polisi menangkap Mandela dan Cecil Williams dekat Howick. Ditahan di penjara Marshall Square, Johannesburg, ia dituduh menghasut mogok buruh dan ke luar negeri tanpa izin. Mewakili dirinya sendiri ditemani Slovo sebagai penasihat hukum, Mandela hendak memanfaatkan pengadilan ini untuk menunjukkan “penentangan moral ANC terhadap rasisme” sementara para pendukungnya berdemo di luar pengadilan. Setelah dipindahkan ke Pretoria, tempat yang bisa dijangkau Winnie, Mandela mulai mengambil studi korespondensi untuk mendapatkan gelar Bachelor of Laws (LLB) dari University of London dari dalam selnya. Sidang dengar pendapatnya dimulai tanggal 15 Oktober, tetapi ia mengganggu jalannya sidang dengan mengenakan kaross tradisional, menolak memanggil saksi mata, dan mengganti permohonan keringanannya menjadi pidato politik. Dinyatakan bersalah, Mandela dihukum penjara lima tahun; ketika ia keluar dari ruang sidang, para pendukungnya menyanyikan Nkosi Sikelel Afrika.

  • Berbeda sama sekali dengan Ahok. Ahok merupakan contoh penguasa yang sama sekali tidak berjuang untuk perdamaian. Bahkan, Ahok sama sekali tak berpihak pada rakyatnya. Hal ini terlihat jelas dari berbagai penggusuran yang ia lakukan, tanpa melalui proses dialog.
  • Mendela juga berbeda dengan kasus Ahok. Bila Mandela adalah kasus politik,. Tetapi hok, menjadi tersangka kasus penistaan agama. Penistaan agama itu terjadi karena sebagai minoritas dengan mengggunakan agama sebagai komoditas politik agar membuatbseolah terzolimi dengan berulangkali menyitir ayat suci yang bukan merupakan keyakinannya. Selain itu juga masih terbelit ke dalam berbagai kasus korupsi, seperti kasus lahan Rumah Sakit Sumber Waras yang sampai sekarang masih belum terselesaikan padahal BPK telahnmemastikan adanya kerugian negera.
Iklan

Kategori:Tak Berkategori