*Politik-Sosial

Tidak Dizengaja atau Terseselip Lidah? Ternyata Di Otak Ahok Telah Terpatri Al Maidah Pembodohan

wp-1479256445897.jpgPenistaan agama yang dilakukan Ahok di kepulauan seribu baru baru ini dianggap banyak pihak tidak sengaja dan tidak ada niat jahat. Tetapi ternyata fakta membuktikan bahwa Ahok sudah berkali kali menyinggung masalah itu di berbagai tempat dan berbagai media. Soal pernyataan Ahok, yang mengutip surah Al Maidah ternyata bukan hal baru. Dalam buku ‘Merubah Indonesia’, ia mengungkapkan bagaimana lawan politiknya gunakan surah Al Maidah. Pada Juli 2010 lalu, laman Ahok.org mengunggah buku ‘Merubah Indonesia’ versi pdf. Ketika itu Ahok masih menabat sebagai anggota DPR RI. Berikut pernyataan Ahok tentang Al Maidah di halaman 40, Bab 4, sub bab berjudul, “Berlindung di Balik Ayat Suci”.

BERLIDUNG di BALIK AYAT SUCI

Selama karir politik saya dari mendaftarkan diri menjadi anggota partai baru, menjadi ketua cabang, melakukan verifikasi, sampai mengikuti pemilu, kampanye pemilihan bupati, bahkan sampai gubernur, ada yang yang sama yang saya begitu kenal digunakan untuk memecah belah rakyat dengan tujuan memuluskan jalan meraih puncak kekuasan oleh oknum yang kerasukan roh kolonilalisme. Ayat itu sengaja disebarkan oleh oknum-oknum elite karena tidak bisa bersaing dengan visi misi program dan integritas pribadinya. Mereka berusaha berlindung di balik ayat-ayat suci itu agar rakyat dengan konsep “seiman” memilihnya.

Dari oknum elite yang berlindung di balik ayat suci agama Islam, mereka menggunakan Al-Maidah 51. Isinya, melarang rakyat menjadikan kaum Nasrani dan Yahudi menjadi pemimpin mereka, dengan tambahan jangan pernah memilih kafir jadi pemimpin. Intinya, mereka mengajak agar memilih pemimpin dari kaum seiman. Padahal setelah saya tanyakan ke teman-teman, ternyata ayat ini diturunkan pada saat adanya orang-orang Muslim yang ingin membunuh Nabi Besar Muhammad SAW dengan cara membuat koalisi dengan kelompok Nasrani dan kelompok Yahudi di tempat itu. Jadi, jelas bukan dalam rangka memilih kepala pemerintahan, karena di NKRI kepala pemerintahan bukanlah kepala agama/imam kepala.

Iklan

Kategori:*Politik-Sosial

Tagged as: ,