*Politik-Sosial

Syekh Amru Batal Jadi Saksi Ahok, Tidak Tahu Menahu Tujuan Kedatangan Di Indonesia

Bareskrim Polri, Selasa (15/11) besok melakukan gelar perkara kasus penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Sesuai rencana dari pihak terlapor yakni Ahok akan mendatangkan saksi ahli dari‎ Mesir, yakni ulama Al-Azhar Syekh Amru Wardani. Namun tampaknya saksinahlimtersebut batal karena Al Azhar memanggilnya pulang karena dikawatirkan akan memcah belah ulama di Indonesia. Syekh Amr Wardani ke Indonesia diundang oleh kelompok tertentu untuk memberikan ceramah yang difasilitasi Dubes RI untuk Mesir, yang juga politikus PDIP Helmy Fauzy dan tidak tahu kalau diundang menjadi saksi ahli penistaan agama yang dilakukan Ahok

Pendamping dan perancang kunjungan Grand Syaikh ke Indonesia pada Februari 2016 lalu, Anizar Masyhadi dalam pesan singkatnya mengungkapkan, ia telah menghubungi penasihat Grand Syaikh Muhammad Abdussalam dari Masyikhoh Al Azhar.”Grand Syekh meminta dan memerintahkan kepada Grand Mufti Mesir untuk memanggil pulang Syaikh Amru Wardani dengan sesegera mungkin, dan tidak ikut mencampuri urusan dalam negeri Indonesia,” tulis Anizar dalam pesannya di grup Al Azhar dan telah dikonfirmasi Republika.co.id, Senin (14/11). Bahkan, sambung Anizar, Grand Syaikh Al Azhar Prof. Dr. Ahmad Thayyib sama sekali tidak tahu menahu tentang kunjungan Syaikh Amru Wardani ke Indonesia

Tidak Tahu Menahu

Ulama asal Mesir, Syekh Amr Wardani, tidak tahu-menahu soal kasus penistaan agama yang membelit Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki T. Purnama. Karena itu dia tidak tahu bakal jadi saksi ahli yang meringankan cagub petahana tersebut. Sebab, dia diundang ke Indonesia untuk ceramah. “Dia tidak tahu itu. Karena dia diundang Indonesia untuk ceramah,” jelas Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri, KH Muhyiddin Junaidi, dalam perbincangan kepada Kantor Berita Politik RMOL malam ini.

KH Muhyiddin tahu hal itu setelah bertemu Duta Besar Mesir untuk Indonesia, Ahmed Amr Ahmed Moawad pukul 11.00 Wib siang tadi.Dia menemui Dubes Mesir untuk menyampaikan surat protes karena ulama asal negeri Piramid tersebut akan menjadi saksi ahli kasus penistaan agama di Indonesia. Surat tersebut ditujukan kepada Grand Syekh Al Azhar dan Mufti Mesir. Dalam surat tersebut, MUI menyampaikan kehadiran Syekh Amr Wardani sebagai saksi akan menimbulkan pro-kontra di kalangan ulama dan akan menciptakan ketegangan baru di kalangan umat Islam. Secara tidak langsung, dia menambahkan, kehadiran Syekh Amr Wardani untuk menjadi saksi ahli tersebut juga akan mengurangi wibawa MUI bahkan mendistorsi peran MUI sebagai otoritas pemberi fatwa. Tak hanya itu, ini bisa merusak hubungan bilateral Indonesia dan Mesir yang telah berjalan baik selama ini. “Kami berharap agar upaya kelompok tertentu itu dihentikan agar kedatangannya (Syekh Amr Wardani) tidak dimanipulasi dan dieksplootasi untuk kepentingan tertentu,” jelas mantan Ketua PDM Bogor ini. Dia menjelaskan Syekh Amr Wardani ke Indonesia diundang oleh kelompok tertentu untuk memberikan ceramah yang difasilitasi Dubes RI untuk Mesir, yang juga politikus PDIP Helmy Fauzy.[rmol]


Syekh Amru

Syekh Amru adalah ulama yang tergabung dalam organisasi Daarul Ifta di Mesir. Organisasi itu dikenal karena pernah mengeluarkan fatwa yang membolehkan nonmuslim memimpin kaum muslimin. Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan atas nama Mahdi Alkaaf dari FPI Mesir, disebutkan, Syekh Amr diundang oleh pemerintah Indonesia sebagai saksi ahli kasus Ahok untuk menafsirkan surat Al Maidah ayat 51. Dia dikabarkan akan didampingi penerjemah Prof .Dr. Amany Lubis. 

Universitas Al Azhar Mesir menegaskan tak tahu menahu dengan kunjungan Syekh Amru Wardani ke Indonesia. Al Azhar meminta Syekh Amru untuk kembali ke Mesir dan tidak mencampuri urusan dalam negeri Indonesia. Demikian disampaikan Alumnus Universitas Al Azhar, Anizar Masyhudi, ketika dihubungi Aktual.com, Senin (14/11).

Anizhar mengatakan, bahwa dirinya telah menghubungi Penasihat Grand Syekh Azhar (GSA), Dr.Muhammad Abdussalam, soal kedatangan Syekh Amru.“Dr.Muhammad Abdussalam mengatakan bahwa pihak Azhar (Universitas Al Azhar) tidak tahu menahu soal kunjungan Syekh Amru Wardani ke Indonesia. Selain itu, Al Azhar pun meminta Syekh Amru untuk segera kembali ke Mesir.“Syekh Al azhar tidak tahu sama sekali dan memerintahkan yang bersangkutan (Syekh Amru) kembali ke mesir, dan tidak mencampuri urusan dalam negeri indonesia. Akan menjadi tidak mungkin terdapat keterlibatan Grand Syekh Azhar dalam kunjungan Syaikh Amru Wardani ke Indonesia.“Di Medsos mulai ramai, kunjungan dan pertemuan GSA dg RI 1 statmentnya diganti. Akan berbahaya bagi lembaga Al Azhar. Apapun hasilnya, akan ada pro dan kontra. Statment Syaikh Amru Wardani mendekati ke kompok A atau B akan menjadikan anak bangsa ini semakin jauh berseberangan dan mendekati kepada saling fitnah dan sekali lagi akan berbahaya bagi Al Azhar

Tetapi yang menarik ulama Mesir ini (Wardani) menambah persoalan baru karena rekam jejaknya. Di Mesir itu Darul Ifta tidak memiliki kredibilitas tinggi, beda dengan lembaga fiqih Al Azhar dan Kairo. Jadi tidak level.  Presiden Joko Widodo (Jokowi) menentukan sikap terkait kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Ahok. Tidak mungkin, kata dia, kehadiran ulama Mesir Wardani tanpa campur tangan pemerintah untuk digunakan menjadi saksi ahli. Kalau Jokowi hari ini tidak konsisten, bahaya ini bagi NKRI. Seolah yang demo itu akan menghancurkan negara, padahal tidak. Jadi sekalian saja, kalau Jokowi mau SP3 (Surat Perintah Penghentian Penyidikan) kasus Ahok, ya bilang saja, karena hari ini penyidik sudah subjektif.

Iklan