*Politik-Sosial

Presiden: Urusan DKI Kok Digeser Ke Presiden. Apa Penyebabnya?

Presiden mengatakan  tidak lindungi Ahok kenapa aksi damai nyasar presiden?” “Ini urusan DKI loh, kok gesernya ke Presiden, coba logikanya dimana dan kalkulasi nalarnya saja dimana, kalau saya si senyam-senyum saja,” tuturnya. Ini urusan DKI loh, kok gesernya ke Presiden, coba logikanya dimana dan kalkulasi nalarnya saja dimana, kalau saya si senyam-senyum saja,” tuturnya. Saat 4 November jutaan umat bergerak melakukan aksi damai berjalan menuju istana ? Bukan sekedar karena kasus hukum berdiri di tempat. Ternyata umat sudah semakin cerdas, mengapa Ahok dikaitkan dengan Jokowi ?  Banyak tokoh pintar, nasionalismenya tinggi , cinta rakyat dan peduli bangsa telah lama dan berulang mengingatkan bangsa ini bahwa ada kekuatan besar mencengkeram bangsa ini terutama di belakang Ahok.

  • Mantan Ketua Muhammadiyah dan Ketua Pembina MUI Prof Dr KH Din Syamsudin : “terdapat ancaman besar dibal8k polemik Ahok. Permasalahannya, bahkan ancaman nyata, adalah fakta adanya kekuatan uang (the power of money) yang tengah menguasai Indonesia. Kekuatan uang itu bagaikan cengkeraman naga raksasa yang sedang melilit NKRI yang kaya raya, dan satu persatu kekuatan penghalangnya dilumpuhkan bahkan dimatikan dengan uang. Sepertinya ada kekuatan besar yang membelanya, dan pihak pemangku amanat dan penentu kebijakan seperti tidak berdaya bekerja dengan hati nurani,” 
  • Prof DR Yuzriel Ika Mahendra SH: semakin terasa tetapi sulit dibuktikan terdapat kekuatan besar di belakang Ahok. 
  • Kiai Mbeling Emha Ainun Najib: “Ahok adalah sepercik cipratan debu dari design besar. Jangan terpukau pada satu fokus, jangan berpikir sepenggal dan melihat sejengkal, lihat dengan pandangan lebih besar. Saat ini umat bingung mengejar satu tikus berlarian di depannya tetapi tidak menyadari adanya seambrek babi di belakangnya. Ahok adalah sebuah peluru tetapi kita tidak tahu apa senapannya dan siapa penarik pemicu senapannya”. 
  • Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno:  mengungkapkan bahwa kandidat calon petahana Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dibiayai sejumlah pengusaha kaya raya untuk penggalangan dukungannya di Pilgub DKI 2017 mendatang. Saya dengar ada lima konglomerat di belakang Ahok. Ya sponsornya kuat,”. 
  • Prof Dr Kwik Kian Gie: “Sebagai kader senior PDI P Kwik tentu juga banyak mengetahui ‘isi dapur’ partai berlambang banteng itu. Kecintaanya kepada PDI P itulah yang mendorong Kwik tak ingin partainya dikuasai cukong. Saya menantang PDIP agar membantah adanya informasi sembilan Taipan yang selalu memback-up Jokowi-JK itu dengan sekuat-kuatnya,”  
  • Panglima TNI Gatot Nurmantyo  : “Banyak negara iri terhadap kekayaan alam dan pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga Bhinneka Tunggal Ika, terancam perpecahan benar adanya.

Indonesia tengah mengalami perang antara kelompok yang ingin mempertahankan supremasi dan nilai-nilai luhur bangsa yakni Pancasila dan Islam, sebagai kesepakatan setelah proklamasi, dan kelompok yang ingin memecah belah bangsa, menggagalkan isu mayoritas-minoritas dan ingin adanya demokrasi liberal secara total. 

Meski tidak mudah membuktikan bagi orang berpikir, banyak fakta dirasakan dan opini orang pintar ternyata membuat sebagian masyarakat masih tidak percaya kekuatan besar itu dianggap hanya isu dan fata morgana. Hal inilah yang mungkin membuat mengapa penguasa mau mengorbankan kesatuan NKRI kacau hanya karena ulah seseorang yang dilindungi.

Iklan

Kategori:*Politik-Sosial