Tak Berkategori

Latar Belakang Pendidikan Syafii Maarif dan Hujatan Kepada MUI

Kasus penistaan agama yang dilakukan oleh Ahok membuat perseteruan antara umat semakin luas. Tak terkecuali Buya Syafii Maarif selain membela Ahok, ternyata Buya menuduh Ulama yang mengeluarkan Fatwa sebagai orang yang mempunyai otak sakit dan sebuah kesalahan besar. Syafii berani membela Ahok dan menyebut otak sakit kepada Ulama yang terdiri kumpulan para ulama dengan berbagai kompetensi keahlian
Mantan Ketua PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif menuding Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah gegabah dalam mengeluarkan fatwa terkait dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI nonaktif Basuki Tjahaja Purnama. Ahmad Syafii Maarif menerangkan, setelah melihat secara utuh rekaman video, Ahok sepertinya tidak melakukan penghinaan kepada Alquran atau tepatnya QS Almaidah: 51. “Sekiranya saya telah membaca secara utuh pernyataan Ahok di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu yang menghebohkan itu,” ujar pria yang akrab Buya Syafii Senin (7/11).

Pria asal Sumatara Barat ini meminta kepada masyarakat jangan asal main tuduh kepada Ahok yang telah menistaan agama tersebut.Syafii pun mengajak kepada masyarakat luas melihat video tersebut secara utuh. “Apa terdapat penghinaan Al-Qur’an? Hanya otak sakit saja yang kesimpulan begitu,” katanya. Apa yang dilakukan Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang mengeluarkan fatwa kepada Ahok, karena melakukan penistaan agama adalah sebuah kesalahan besar.

Latar pendidikan Syafii Ma’arif yang akan mendampingi dan membela Ahok:

  1. S1 dari IKIP Jogya
  2. S2 Deo. Ilmu sejarah, di Ohio Univ. USA
  3. S3 Program studi Ilmu bahasa dan peradaban Timur, di Chicago univ USA,

Melihat latar belakang pendidikan Syafii maka umat bisa menilai. Tetapi bila orang menghargai Prof Syafii sebagai guru memang mungkin sangat benar. Tapi kalo minta Fatwa dan pendapat Prof Syafii Maarif tentang masalah agama maka kompetensi Syafii sebagai ahli agama dibandingkan kumpulan para ulama yang seauai dengan berbagai keahlian dapat dinilai oleh maayarakat luas.

Paska 4 November, SEMAKIN BANYAK UMAT SALING BERPEGANGAN KUAT PADA TALI ALLAH, SEMAKIN KUAT SERANGAN BADAI ITU DATANG. Semakin kuat kebersatuan umat semakin kuat dirasakan kelompok yang berusaha melemahkan dan serangan dari golongan yang takut dan dari golongan yang tidak tahu. Tanda tanda itu adalah semakin kuatnya tuduhan bahwa aksi damai adalah aksi politik dan ditunggangi politik, umat nasi bungkus, umat anarkis, umat penyebab kekacauan NKRI, umat radikal, opini merendahkan ulama atau opini bahwa ucapan penista bukan penistaan.  SIAPAKAH SAJA MEREKA ? Coba cermati dalam media masa, FB atau medsos lain serangan2 itu semakin kuat, sistematis dan masif ? 

Setelah itu umat hanya bisa bersabar dan berdoa semoga mereka diberi hidayah serta dibukakan kabut yang menyelimuti pikirnya untuk lebih memahami bahwa Islam adalah damai, umat lebih cinta NKRI, umat mengharamkan kekerasan, umat anti anarkis, umat selalu menghormati dan melindungi saudara senegara dengan keyakinan lainnya. Semoga saudara muslim kelompok ini selalu dikuatkan hidayahnya. Semoga sesama umat tidak saling menyalahkan, tidak menganggap paling benar dan saling menutup aib dan tidak mengumbar aib sesama saudaranya

“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai.” (Qs. Ali Imran[3]:103)

Iklan

Kategori:Tak Berkategori