*Ekonomis

Hebohnya Nawacita Pemerintah, Masih Impor Cangkul ?

Pemerintahan Jokowi yang mengagungkan program Nawacita dan etos kerja, kerja, kerja ternyata terlihat semakin kedodoran saja.  Dalam butir ke 6 program “NAWA CITA” -nya Presiden  Jokowi, termaktub sebuah pernyataan janji :“Meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional sehingga bangsa Indonesia bisa maju dan bangkit bersama bangsa-bangsa Asia lainnya” Tetapi apa daya, cangkulpun di impor resmi dari negeri Cina ? Pemerintah cq Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri MALAH MENUNJUK Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Perusahaan Terbatas Perusahaan Perdagangan Indonesia (PT PPI) untuk merealisasikan IMPOR PERDANA satu kontainer cangkul guna diperdagangkan di Indonesia. “Kementerian Perdagangan RI melalui Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri menyetujui importasi alat-alat dan mesin pertanian yang pelaksanaannya dilakukan oleh PT PPI,” ujar General Manajer PT PPI Aswardi kepada wartawan di sela-sela membongkar satu kontainer cangkul di Medan, Senin (5/9).

Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan menyentil kebijakan pemerintah yang mengimpor cangkul dari China. Politisi Partai Amanat Nasional ini memandang bahwa negara Indonesia mempunyai segalanya untuk berdaulat dan mandiri. “Kita ini harus berusaha keras untuk bisa mandiri, bayangkan mosok cangkul saja impor, daging impor, garam saja juga impor,” ujar Ketua MPR, Zulkifli Hasan usai menghadiri pelantikan pengurus DPW Perempuan Amanat Nasional di gedung Lembaga Pendidikan Perkebunan (LPP) Sabtu (29/10/2016). Zulkifli menyampaikan, sebenarnya Indonesia bisa mandiri. Indonesia mempunyai segalanya untuk bisa mandiri dan berdaulat. Baik berdaulat misalnya di bidang pangan maupun alat-alat pertanian. “Cangkul kita bisa buat, mosok cangkul saja impor ya repot,” ucapnya.

Menurut dia untuk bisa mandiri dan berdaulat tentu perlu dukungan dari pemerintah pusat maupun daerah. Selain itu juga dukungan dari perguruan tinggi yang ada di Indonesia. “Tidak bisa dipungkiri, kita bisa berdaulat pangan terutama, kalau didukung kemampuan teknologi. Sehingga perlu bekerjasama dengan kampus maupun stakeholder lainya bisa dipercepat,” katanya.[tribun

Iklan

Kategori:*Ekonomis

Tagged as: ,