10 Berita Indonesia

10 Fakta dan Mitos Kanjeng Dimas Sang Pengganda Uang

Taat Pribadi sang pengasuh pondok pesantren Kanjeng Dimas adalah Lelaki bertubuh tambun yang kerap mengenakan gamis dan dikenal sebagai pengganda uang ini ternyata menjadi dalang pembunuhan terhadap dua anak buahnya.

Taat yang pernah mendapuk dirinya sebagai raja itu diduga melakukan bisnis menipu. Uang milik orang yang mempercayai kemampuannya bisa menggandakan uang, dicurigai dimanfaatkan sendiri oleh Taat Pribadi.

  1. Kanjeng Dimas, sejak beberapa tahun di Kabupaten Probolinggo diakui memang fenomenal. Orang-orang percaya bila ia memiliki kemampuan mistik yakni mengeluarkan uang dari tangannya. Dan konon, uang itu asli serta memiliki nomor seri yang berbeda.
  • Menurut kesaksian sejumlah orang, Taat memang merupakan warga asli Desa Wangkal Probolinggo. Mayoritas warga setempat percaya tangan milik Taat Pribadi memang bertuah. Cukup duduk di sebuah kursi lalu merogoh baju gamisnya, uang pecahan Rp100 ribu dan Rp50 ribu pun bisa keluar. Tak cuma itu, konon ia juga bisa mengeluarkan uang yang masih dalam bentuk cetakan atau belum dipotong. Uang itu dipercayai warga tak henti-hentinya keluar dari tangan Taat. Bahkan, saking banyaknya, uang yang disebut-sebut asli itu bisa memenuhi lantai rumah. Tak ayal, banyak orang terpukau.
  • Banyak orang berguru ke Taat Termasuk nekat juga menyetor uang hingga miliaran rupiah gara-gara percaya uang yang ditabungnya bisa kembali dua kali atau sepuluh kali lipat.Namun demikian, faktanya meski Padepokan Kanjeng Dimas ini telah populer sejak tahun 2002, uang-uang itu tak kunjung kembali ke pemiliknya. Ratusan orang yang telanjur percaya akhirnya gigit jari dan terus berharap uangnya kembali.
  • Kenapa ribuan pengikut padepokan Dimas Kanjeng di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, begitu percaya dan patuh kepada sang pimpinan padepokan, Taat Pribadi? Pengakuan Taat, setiap istigasah (pengajian/doa bersama) pengikutnya diberi minuman ‘air sakti’. “Pengakuan tersangka Taat, setiap malam Jumat di padepokannya digelar istigasah. Setiap istigasah pengikutnya diberi minuman, katanya minuman doa,” kata Kepala Sub Direktorat I Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim, Ajun Komisaris Besar Polisi Cecep Ibrahim, di Markas Polda di Surabaya pada Kamis, 29 September 2016. Air sakti itu dibeli Taat dari pemimpin padepokan lain seharga Rp250 ribu per galon. “Setiap minggu dikirimi air doa bergalon-galon dari padepokan lain
  1.  
  2. Padepokan ini pengikutnya dari berbagai latar belakang suku dan agama. “Saya merasa aneh kokbisa padepokan begini pengikutnya banyak dan motifasinya untuk menemukan kedamaian. Jawabannya pengikutnya semua hampir sama, mereka mengaku menemukan kedamaian

  • Kanjeng Dimas memiliki kemampuan mengadakan uang, bukan menggandakan. “Saya dikoreksi, jadi bukan menggandakan, tapi mengadakan uang. Saat menanyakan sudah berapa banyak uang yang berhasil diadakan oleh Kanjeng Dimas, dia mendapatkan jawaban sebesar lebih dari Rp 1 triliun.  Selanjutnya, saat ditanya uang tersebut dikemanakan saja, Benny mengatakan Kanjeng Dimas menyebutkan dua tempat salah satunya di Jakarta. “Saya tanya di Jakarta itu di mana? Katanya di Tomang. Waktu saya tanya boleh tau pejabat yang mendapat dia bilang tidak boleh.
  • Saat dia menanyakan ke Kanjeng Dimas apa betul punya kemampuan mengadakan uang, lalu dijawab oleh Kanjeng Dimas bisa. Namun saat diminta mengadakan uang saat itu juga, Kanjeng Dimas menjawab tidak bisa. “Kanjeng Dimas menjawab saya tidak bisa karena saya stres, kondisinya tidak memungkinkan saya bisa melakukan itu
  • Saat penangkapan terhadap Kanjeng Dimas, dilakukan oleh tiga kompi brimob, kepolisian dan nyaris tanpa ada perlawanan.
  • Kanjeng Dimas sepertinya dipaksa begitu untuk menjadi tersangka dengan tujuh tersanga lainnya. Yakni satu tersangka yang meninggal di rumah sakit dan kini tinggal enam yang masih jadi tersangka
  • Saat bertemu Kapolda Jawa Timur, dia menyampaikan ada dua hal yang perlu dicermati. “Kami sampaikan ada dua soal, yakni soal metafisik yang tidak bisa ditangkap oleh akal sehat tapi harus dihargai. Ini mungkin kearifan lokal. Tapi ini juga terkait hukum, dugaan adanya penipuan dan pembunuhan. Jadi silakan Kapolda ambil langkah
  • Kanjeng Dimas miliki hubungan baik dengan pejabat-pejabat tinggi negara di level nasional. Benny mengatakan, Kanjeng Dimas bahkan menyampaikan bahwa dia beberapa kali diundang datang ke istana menyampaikan visi dan misi di hadapan Presiden Joko Widodo. Pengikut Kanjeng Dimas bukan hanya dari kalangan orang biasa. Ada pensiunan PNS, pegawai bank, polisi dan lain-lain. “Bahkan ketika tau Marwah Daun Ibrahim, seorang cendekiawan tokoh ICMI juga jadi pengikut, ini makin aneh rasanya. 
Iklan