*Demokrasi

Takut Membunuh, Polisi Australia Perintahkan “Si Kopi Maut” Jessica Jauhi Bekas Pacarnya

Wayan Mirna Salihin tewas pada Rabu, 6 Januari 2016 di Kafe Olivier, Grand Indonesia, Jakarta Pusat. Korban diduga meregang nyawa akibat menenggak es kopi vietnam yang dipesan oleh temannya, terdakwa Jessica Kumala Wongso.

Fakta Mengejutkan Tentang “Si Kopi Maut” Jessica Kumala Wongso Terdakwa Pembunuh Mirna
Polisi dari Australia, John Jesus Torres, sebagai saksi fakta dalam lanjutan sidang kematian Wayan Mirna Salihin, dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin, 26 September 2016. Dalam keterangannya, Torres mengatakan kepolisian bagian New South Wales, Australia, kerap mendapat laporan bahwa Jessica mengancam akan bunuh diri. Bahkan polisi pernah menemukan surat wasiat di tempat Jessica. Pada 21 November 2015, mantan kekasih Jessica, Patrick O’Connor, pernah menerima kiriman pesan pendek dari Jessica yang mengancam akan bunuh diri. 

Pengadilan Bagian New South Wales pernah mengajukan surat ke pengadilan setempat, terkait tentang laporan Patrick O’Connor, mantan kekasih Jessica ke Polisi. Surat itu berisi kekhawatiran O’Connor terhadap Jessica dan diri O’Connor sendiri. “Pada dasarnya ketakuatan O’Connor karena hubungan mereka sudah putus dan dia (Jessica) punya masalah sakit kejiwaan serius,” kata Torres yang memerlukan penerjemah dalam memberikan keterangan. Laporan itu masuk pada 24 November 2015.
Jessica kerap menghubunginya dan mengancam akan membunuh dirinya sendiri. Ancaman Jessica terakhir dilakukan pada 22 November 2016. Torres mengatakan O’Connor takut Jessica akan terus menerus melakukan itu dan bahkan menghubungi teman kerjanya. Selama laporan ini berlangsung, Jessica juga masih tetap menghubungi O’Connor. Terhitung 15 pesan pendek dan 5 panggilan diterima O’Connor dari Jessica. Polisi bahkan sempat menyaksikan tiga di antara panggilan itu. “Khawatir keselamatan O’Connor dan teman-temannya, polisi mengajukan perintah menjauhi Tuan O’Conner dari Wongso (Jessica),” kata Torres. Surat dari pengadilan New South Wales terbit pada 16 Desember 2015. Surat itu berisi perintah penahanan sementara terhadap Jessica. Laporan ini, menurut Torres, berisi peraturan-peraturan mengikat yang harus ditandatangani oleh Jessica untuk melindungi O’Connor dari perilaku yang tidak diinginkan oleh Jessica. “Perintah pengadilan ini tak dihadiri oleh Nona Wongso (Jessica). Sidangnya kemudian diskors hingga 4 Februari 2016 dan sidang berikutnya tanggal 26 Februari 2016,” kata Torres.

    Iklan