*Politik

Inilah Penyebab Keras Kepala Ahokers ?

  • Meski KPK yang tampak dependent menutupi tetapi banyak bukti  misteri korupsi reklamasi dan RS Sumber Waras menunjukkan keterlibatkan idolanya. Meski dalam kasua reklamasi Ahok jelas benar orang kepercayaan Ahok sangat terkait dengan mafia konglomerat. Tetapi masih saja mereka berteriak Ahok pahlawan anti korupsi
  • Meski idolanya adalah sosok orang kasar, emosional dan mudah berkata kotor. Tetapi sang pemujanya tetap bersikeras bahwa kesantunan bukanlah hal yang utama bagi seorang pemimpin
  • Meski sang tokoh pujaanya berlabel tukang gusur seperti menggusur rakyat miskin yang sudah empat generasi demi kepentingan pengembang. Mereka tetap berkeras kepala menyuarakan bahwa tokoh pujaannya itu sedang mengentaskan kemiskinan dengan memindahkan rakyat ke tempat bersih nyaman dan bermartabat. Tetapi mereka lupa di rusun harus bayar bulanan yang tidak murah dan yang utama kehilangan mata pencaharian dan tanah leluhurnya.
  • Ketika Ahoker bangga bahwa partai besar seperti PDIP, Golkar, Hanura dan Nasdem saat ini mendukung Idolanya mereka dengan keras kepala berteriak bangga bahwa pilihan partai karena kehebatan Ahok. Apakah mereka pura pura tidak tahu bahwa uang trilyunan rupiah sedang digelontorkan oleh kekuatan besar di belakang Ahok untuk membuat parpol terpaksa harus menggadaikan harga dirinya dengan mengorbankan kader terbaik partainya.
  • Ketika banyak ulama yang selalu berpegang teguh dengan Quran dan Sunah dengan bijak menganjurkan kaum mualim untuk tidak memilih pwmimpin Non Muslim. KPUpun sudah memastikan bhwa imbauan ulama itu bukan SARA. Tetapi tetap saja sebagian umat terpedaya dan tetap berkeras kepala terpengaruh berbagai jargon politik menyesatkan seperti “Pemimpin Kafir lebih baik daripada pemimpin muslim korup”. Ahokers muslim ini bersikeras berpedoman pada orang orang pintar agama Islam lain yang beraliran liberal yang selalu membuat pemikiran sendiri dengan mengabaikan Quran dan Hadist. Sehingga ciri khas Islam liberal selalu memberi contoh sejarah Islam tetapi mengabaikan Quran dan Hadist.
  • Ketika dengan banyak fakta orisinal jelas terungkap seperti di pengadilan kasus suap reklamasi atau youtube yang menunjukkan betapa Ahok sangat penurut dan pembela orang kaya di replubik ini dengan mengorbankan masyarakat pribumi dan rakyat kecil. Tetapi tetap saja para Ahokers selalu menggelorakan bahwa Ahok adalah pembela wong cilik.
  • Saat seseorang mengkritisi kelemahan idolanya di media sosial maka jawaban keras kepala yang klasik selalu “Ngga papa, Yang penting Ahok anti korupsi”.  Padahal Ahok sebelumnya sudah dijerat berbagai kasus korupsi tetapi karema kekauatan besar di belakang Ahok dapat diselamatkan KPK.

Mengapa para Ahokers itu tetap keras kepala membela Ahok meski banyak hal buruk ada pada Ahok? Banyak faktor yang membuat mengapa para Ahokers keras kepala membela Kelemahan Ahok

  1. Banyak Ahokers sejati adalah sesama ras dan agama dengan idolanya. Keterikatan psikoligis sesama ras dan agama adalah kekuatan utama yang sulit dipisahkan. Para kaum fanatis ini bukan hanya sesama ras dan agama dengan Ahok, para nob muslim pun pasti punya keterikatan psikolgis minoritaa yang sama. Apapun buruknya Ahok harus maju karena bila minoritas menjdi pemimpin maka mereka berharap akan banyak menguntingkan bagi dirinya dan agamanya.
  2. Sebagian kaum muslim juga ada yang sebagai pendukung Ahok. Biasanya kelompok ini  mempunyai keterbatasan akses informasi. Kelompok ini mendapat info dari media yang saat ini dikuasai kaum berpunya minoritas yang dapatmembiaskan informasi. Info kehebatan Ahok selama ini mendominasi sedangkan indo keburukannya tidak pernah diterimanya.
  3. Kelompok oportilunitis. Kelompok ini biasanya adalah kelompok politikus yang dengan kepentingan pribadi dan kelompoknya mendukung ahok.

Kekuatan besar di belakang Ahok ?

Fakta dan bukti menunjukkan bahwa elit dan ketua DPD Golkar, PDIP, NASDEM dan Hanura DKI langsung digusur semua karena menolak instruksi bos partai. Bukti lain begitu Setyo Novanto terpilih ketua partai Golkar langsung malam itu juga mereka mengumumkan mendukung Jokowi dan Ahok. Pengamat tentunya mengkaitkan dana besar yang dipakai dalam memenangkan pemilihan ketua Golkar. Bukti lain beberapa bulan yang lalu Megawati dan elit partai yang saat itu tersinggung dengan kecongkakan Ahok karena memaksa PDIP untuk mencalonkannya. Sehingga muncul nama Risma ketika itu. Tetapi dalam 3 minggu terakhir kembali nama Ahok berkibar di mata Megawati yang aempatvtersinggung dengan Ahok. Tetapi tampaknya kekuatan dan dana besar membuat silau mereka).

Iklan

Kategori:*Politik