*Demokrasi

10 Fakta Mengejutkan Tentang Jessica Kumala Wongso Terdakwa Pembunuh Mirna

Wayan Mirna Salihin tewas pada Rabu, 6 Januari 2016 di Kafe Olivier, Grand Indonesia, Jakarta Pusat. Korban diduga meregang nyawa akibat menenggak es kopi vietnam yang dipesan oleh temannya, terdakwa Jessica Kumala Wongso.

10 Fakta Mengejutkan Tentang “Si Kopi Maut” Jessica Kumala Wongso Terdakwa Pembunuh Mirna

  1. Jaksa Penuntut Umum kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso membacaan kesaksian Kristie Louis Carter, atasan terdakwa ketika bekerja di New South Wales Ambulance, Australia. Carter,  mengenal Jessica sejak 2014 ketika terdakwa mulai bekerja sebagai desainer grafis di perusahaan itu. Carter mengatakan Jessica memiliki dua kepribadian yang berbeda.”Di satu sisi dia baik dan murah senyum. Namun, bisa tiba-tiba marah jika ada orang yang tidak menuruti kemauannya. Jessica juga licik dan kerap mengada-ada untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkannya,” ujar Carter, seperti yang tertuang dalam BAP yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa dini hari, 27 September 2016.
  2. Carter. Direktur pemasaran di New South Wales Ambulance tidak merasa terkejut ketika mengetahui kabar Jessica terlibat dalam kasus tewasnya Wayan Mirna Salihin yang diduga akibat kopi bersianida.
  3. Sejak delapan bulan terakhir, menurut Carter, Jessica menampakkan gelagat aneh dan kebencian terhadap dirinya. “Sangat banyak perbuatan Jessica yang tidak wajar. Salah satunya pada Agustus 2015 saat Jessica terlibat dalam kecelakaan mobil. Jessica ketika itu mengaku pingsan dan tidak sadarkan diri. Padahal dari berita di media daring mengabarkan bahwa Jessica mengemudi dalam pengaruh alkohol. Dari sini saya tahu Jessica pembohong,” kata Carter yang diperiksa penyidik di Australia.
  4. Saat Jessica dirawat di sebuah rumah sakit di Australia, terdakwa pernah mengatakan kepada Carter bahwa dia dapat “membunuh dengan dosis yang tepat” dan bisa “mendapatkan pistol”. Hal ini, menurut Carter, disampaikan Jessica kepada dirinya karena Jessica kesal pihak rumah sakit tidak memperbolehkannya pulang dan Jessica merasa diperlakukan seperti pembunuh di rumah sakit itu.
  5. Carter juga menceritakan tentang pengakuan Jessica yang sempat menikah, kemudian bercerai dan menjalin hubungan dengan Patrick O’Connor. Jessica disebutnya sangat terobsesi dengan O’Connor dan tidak membiarkan lelaki itu dekat dengan perempuan lain. Hubungan mereka diketahui mulai renggang pada Januari 2015.
  6. Carter  mencurigai Jessica memakai obat-obatan terlarang karena sering menampakkan ciri-ciri seperti mata berkaca-kaca, susah berjalan, berkeringat, dan tidak fokus ketika berbicara.
  7. Jessica pun diketahui pernah bercerita kepada Carter mengenai Wayan Mirna Salihin walau tidak secara rinci. “Dia bercerita ada seorang temannya yang akan menikah dengan mantan pacarnya di Jakarta
  8. Polisi dari Australia, John Jesus Torres, sebagai saksi fakta dalam lanjutan sidang kematian Wayan Mirna Salihin, dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin, 26 September 2016. Dalam keterangannya, Torres mengatakan kepolisian bagian New South Wales, Australia, kerap mendapat laporan bahwa Jessica mengancam akan bunuh diri. Bahkan polisi pernah menemukan surat wasiat di tempat Jessica. Pada 21 November 2015, mantan kekasih Jessica, Patrick O’Connor, pernah menerima kiriman pesan pendek dari Jessica yang mengancam akan bunuh diri. 
  9. Pengadilan Bagian New South Wales pernah mengajukan surat ke pengadilan setempat, terkait tentang laporan Patrick O’Connor, mantan kekasih Jessica ke Polisi. Surat itu berisi kekhawatiran O’Connor terhadap Jessica dan diri O’Connor sendiri. “Pada dasarnya ketakuatan O’Connor karena hubungan mereka sudah putus dan dia (Jessica) punya masalah sakit kejiwaan serius,” kata Torres yang memerlukan penerjemah dalam memberikan keterangan. Laporan itu masuk pada 24 November 2015.
  10. Jessica kerap menghubunginya dan mengancam akan membunuh dirinya sendiri. Ancaman Jessica terakhir dilakukan pada 22 November 2016. Torres mengatakan O’Connor takut Jessica akan terus menerus melakukan itu dan bahkan menghubungi teman kerjanya. Selama laporan ini berlangsung, Jessica juga masih tetap menghubungi O’Connor. Terhitung 15 pesan pendek dan 5 panggilan diterima O’Connor dari Jessica. Polisi bahkan sempat menyaksikan tiga di antara panggilan itu. “Khawatir keselamatan O’Connor dan teman-temannya, polisi mengajukan perintah menjauhi Tuan O’Conner dari Wongso (Jessica),” kata Torres. Surat dari pengadilan New South Wales terbit pada 16 Desember 2015. Surat itu berisi perintah penahanan sementara terhadap Jessica. Laporan ini, menurut Torres, berisi peraturan-peraturan mengikat yang harus ditandatangani oleh Jessica untuk melindungi O’Connor dari perilaku yang tidak diinginkan oleh Jessica. “Perintah pengadilan ini tak dihadiri oleh Nona Wongso (Jessica). Sidangnya kemudian diskors hingga 4 Februari 2016 dan sidang berikutnya tanggal 26 Februari 2016,” kata Torres.
Iklan