Tak Berkategori

10 Fakta Tentang Panama Papers

wp-1482734244708.jpg10 Fakta Tentang Panama Papers

    1. Dokumen online terbesar dalam sejarah jurnalisme itu mengungkap perilaku korupsi tokoh-tokoh besar dan pemimpin dunia, termasuk Presiden Rusia Vladimir Putin. Diberi nama “Panama Papers”, dokumen ini terdiri atas 11 juta dokumen internal yang terenkripsi. Ukuran file tersebut mencapai 2,6 terabyte (TB). Sebanyak 11 juta dokumen tersebut terdiri atas 4,8 juta e-mail; 3 juta database; 2,1 juta dokumen PDF; 1,1 juta foto; 320.000 dokumen teks; dan 2.000-an file lainnya.
    2. Terdapat Tokoh Indonesia diantaranya 803 nama pemegang saham, 10 perusahaan, 28 perusahaan yang diciptakan, dan 58 nama pihak terkait yang disebutkan dalam dokumen Panama Papers. Beberapa nama pengusaha yang disebut dalam dokumen tersebut antara lain pengusaha minyak, Riza Chalid, pengusaha Sandiaga Uno, hingga buronan Kejaksaan Agung, Djoko S. Tjandra. Menyikapi beredarnya nama-nama pengusaha tersebut, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Sofyan Djalil mengatakan, jika ada yang menghindari pajak, maka negara akan mengejar pajaknya.
    3. Panama Papers (Dokumen Panama) adalah kumpulan 11,5 juta dokumen rahasia yang dibuat oleh penyedia jasa perusahaan asal Panama, Mossack Fonseca. Dokumen ini berisi informasi rinci mengenai lebih dari 214.000 perusahaan luar negeri, termasuk identitas pemegang saham dan direkturnya. Dokumen tersebut mencantumkan nama pemimpin lima negara — Argentina, Islandia, Arab Saudi, Ukraina, dan Uni Emirat Arab — serta pejabat pemerintahan, kerabat dekat, dan teman dekat sejumlah kepala pemerintahan sekitar 40 negara lainnya, termasuk Brasil, Cina, Perancis, India, Malaysia, Meksiko, Malta, Pakistan, Rusia, Afrika Selatan, Spanyol, Suriah, dan Britania Raya. Sementara Amerika Serikat tidak ada karena Amerika Serikat sendiri memiliki beberapa negara bagian yang sudah dianggap sebagai surga pajak seperti Delaware, Nevada, dan Kepulauan Virgin.

 

 

  1. Rentang waktu dokumen ini dapat ditelusuri hingga tahun 1970-an. Dokumen berukuran 2,6 terabita ini diberikan oleh seorang sumber anonim kepada Süddeutsche Zeitung pada bulan Agustus 2015 dan International Consortium of Investigative Journalists (ICIJ).
  2. Dokumen bocoran ini kemudian disebarkan kepada dan dianalisis oleh kurang lebih 400 wartawan di 107 organisasi media di lebih dari 80 negara. Laporan berita pertama berdasarkan dokumen ini bersama 149 berkas dokumennya diterbitkan pada tanggal 3 April 2016. Daftar lengkap perusahaan yang terlibat akan dirilis pada awal Mei 2016
  3. Terdapat 803 nama pemegang saham, 10 perusahaan, 28 perusahaan yang diciptakan, dan 58 nama pihak terkait yang disebutkan dalam dokumen Panama Papers. Beberapa nama pengusaha yang disebut dalam dokumen tersebut antara lain pengusaha minyak, Riza Chalid, pengusaha Sandiaga Uno, hingga buronan Kejaksaan Agung, Djoko S. Tjandra. Menyikapi beredarnya nama-nama pengusaha tersebut, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Sofyan Djalil mengatakan, jika ada yang menghindari pajak, maka negara akan mengejar pajaknya. Nama-nama pejabat dan pengusaha di Indonesia pun terus bermunculan. Seperti dikutip dari Tempo, ada pemilik group Lippo James Riady dan John Riady yang mendirikan Golden Walk Enterprise Ltd dan Phoenix Pacific Enterprise Ltd di British Virgin Islands. Ada juga Franciscus Welirang salah satu Direktur Indofood Sukses Makmur tercatat sebagai salah satu klien Mossack Foncesa. Selain itu ada juga nama Sandiaga Uno, pebisnis terkemuka yang mencalonkan diri menjadi Gubernur DKI Jakarta, tercatat memiliki 3 perusahaan offshore di British Virgin Islands. Sandiaga memiliki Aldia Enterprises Ltd, Attica Finance Ltd, dan Ocean Blue Global Holdings Ltd. Ada juga nama-nama yang selama ini memang dicari penegak hukum, yaitu pengusaha minyak Muhammad Riza Chalid dan pengusaha properti Djoko S. Tjandra. Selain nama-nama yang resmi dirilis oleh tim ICIJ di Indonesia itu, beberapa media juga menerbitkan daftar panjang berisi 2.961 nama orang-orang Indonesia yang dikatakan terlibat dalam Panama Papers.
  4. Harry Azhar Azis Ketua BPK sejak Oktober 2014, ikut tercatat dalam laporan investigasi Panama Papers sebagai salah satu warga negara Indonesia (WNI) yang memiliki perusahaan bayangan di negara bebas pajak (tax haven). Pada hari ini, Jumat (15/4), Harry mendatangi kantor Direktorat Jenderal Pajak untuk melakukan klarifikasi mengenai Surat Pemberitahuan (SPT) pajak penghasilan 2015. Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Ken Dwijugiasteadi menjelaskan klarifikasi ini dilakukan untuk menghitung potensi pajak dari perusahaan bayangan yang sempat dimiliki oleh Harry Azhar Azis sebagai pejabat tinggi negara, serta adanya kemungkinan kurang bayar. Ken menegaskan pemberian klarifikasi ini merupakan hal yang normal untuk memastikan laporan pajak tahunan dan dapat menjadi contoh bagi seluruh Wajib Pajak untuk menjalankan kewajiban perpajakan dengan benar.”Ini masih saya klarifikasi, kalau kurang bayar, beliau akan membayar. Beliau sebagai lembaga negara akan memberikan contoh kepada siapapun. Kalau mengenai angkanya tunggu dulu,” ujarnya kepada pers, Jumat (15/4).
Iklan

Kategori:Tak Berkategori