10 Tokoh Selebritis Indonesia

10 Penyanyi Wanita Terbaik Indonesia Sepanjang Masa

image

image

10 Penyanyi Wanita Terbaik Indonesia Sepanjang Masa Versi http://www.beritasepuluh.com

  • Krisdayanti. Krisdayanti, atau sering disingkat KD, Yanti atau Kris adalah seorang artis dan penyanyi Indonesia. Krisdayanti adalah adik kandung dari penyanyi Yuni Shara.Ia merupakan anak dari pasangan Trenggono dan Rachma Widadiningsih. Pada usia 9 tahun, ia mengisi lagu pengiring dalam film Megaloman. Tiga tahun kemudian, ia membuat album pertamanya, Burung-Burung Malam, disusul dengan OST Catatan Si Emon. Saat duduk di bangku Sekolah Menengah Atas, Yanti berpartisipasi pada banyak kompetisi menyanyi dan pertunjukan model. Pada tahun 1991, ia menjadi finalis pada GADIS Sampul, kontes sampul wanita. Pada saat itu juga, ia bertemu James Sundah dan merekam dua lagu untuknya. Dengan itu, Yanti mulai menerima banyak undangan untuk menyanyi dan menjadi model. Yanti bertemu dengan Younky Soewarno dan Chris Pattikawa. Lewat arahan mereka pula, Krisdayanti mengikuti acara Asia Bagus dan menjuarai grand final festival Asia Bagus di Jepang pada tahun 1992. Berbekal kemenanganya di Asia Bagus, Krisdayanti merekam album di Singapura dengan label Pony Canyon dan selanjutnya mengeluarkan singel yang hanya beredar di Singapura dan Jepang.[4] Pada tahun 1997, Krisdayanti terpilih sebagai “The Best of Asia Bagus” (Yang terbaik dari Asia Bagus). Ia juga memenangkan beberapa penghargaan seperti “Album Indonesia Terbaik” di Malaysia pada tahun 1999, penghargaan musik video MTV juga menganugerahi Krisdayanti dengan penghargaan “Most Wanted Female Artist” dan “Most Wanted Indonesian Video”. Sepanjang tahun 2004, ia mengadakan delapan kali konser di berbagai tempat, termasuk di kancah internasional. Lagu-lagunya yang selalu jadi hits dan seringnya mengadakan konser menjadikannya sebagai aktris termahal, bahkan, majalah Swa menulis penghasilannya dalam setahun lebih besar dari gaji presiden Indonesia. Krisdayanti masuk kedalam salah satu dari 6 wanita paling berkilau di televisi tahun 1996 versi tabloid Bintang Indonesia, dan juga merupakan salah satu dari 99 wanita paling berpengaruh di Indonesia versi majalah Globe Asia bulan Oktober 2007. Ia menduduki peringkat 31 pada daftar tersebut. Yanti juga merupakan bintang film termahal di Indonesia Ia menikah dengan Anang Hermansyah, musisi dari Jember, Jawa Timur.
  • Hetty Koesendang. Hetty koes Endang. Hetty adalah salah satu penyanyi Indonesia dengan degidanh prestasi Internasional. 1977 – Mewakili Indonesia ke WPSF Tokyo, meraih “Most Outstanding Performance” bersama Aji Bandi, sang pencipta lagu “Damai Tapi Gersang”.1977 – Hits: “Kemuning” (A. Riyanto).1979 – Hits: “Dingin” (Rinto Harahap).1980 – membawakan lagu “Pra” (Pras) yang menjadi juara ke-2 pada Festival Lagu Tingkat Nasional setelah juara ke-1-nya adalah lagu “Symphoni Yang Indah” (Robby Lea) yang dibawakan oleh Bob Tutupoly.1981 – membawakan lagu “Siksa” (Titik Hamzah) bersama Euis Darliah pada Festifal Lagu Popular Tingkat Nasional, lagunya keluar sebagai juara ke-1, dan Hetty Koes Endang & Euis Darliah dinobatkan sebagai Penampil Terbaik.1981 – mewakili Indonesia untuk kedua kalinya ke WPSF Tokyo 1981 bersama Euis Darliah, membawakan lagu Siksa (Titik Hamzah).1982 – membawakan lagu “Tembang Cinta Menjelang Fajar ” (Pras) pada seleksi lagu Indonesia untuk Asean Pop Song Festival 1982, lagu tersebut menduduki tempat ketiga.1983 – membawakan lagu “Sayang” (Titik Hamzah, konduktor Adie MS) pada Vina Del Mar Song Festival di Chili. Hetty dinobatkan menjadi penyanyi terbaik. Lagu ” Sayang ” menduduki peringkat ke-3.1983 – membawakan lagu “Karya Cipta Bagi Kaum Ibu” (Anton Iss) pada seleksi lagu Indonesia untuk Asean Pop Song Festival 1983.1984 – membawakan lagu “Sympathy” (Arifin Yudanegara, ex-vocalist Elfa’s Singer) pada Festival Lagu Populer Indonesia 1984. Lagu tersebut menduduki peringkat ke – 2 pada Festival tersebut.1984 – Hits: Bibir & Mata (Rinto Harahap).
  • Vina Vina Dewi Sastaviyana Panduwinata adalah salah satu diva musik pop Indonesia. Lagunya yang terkenal adalah Burung Camar sehingga ia dikenal dengan sebutan di burung camar. Vina berjaya di ajang festival. Tiga kali berturutan ia mendapat gelar penyanyi berpenampilan terbaik pada Festival Lagu Populer Nasional. Tahun 1983 ia menang lewat lagu “Salamku Untuknya” ciptaan Adji Soetama dan Irianti Erningpradja. Kemudian “Aku Melangkah Lagi” (Santoso Gondowidjojo, 1984), serta “Burung Camar” (Aryono Huboyo Djati dan Iwan Abdulrachman, 1985). Tahun 1987 Vina tetap prima lewat album Cium Pipiku yang memuat lagu populer seperti “Cium Pipiku”, “Surat Cinta”, “Biru”, dan “Logika”. Era 1990-an, Vina tetap populer lewat lagu seperti “Rasa Sayang Itu Ada” pada 1991. Tahun 1992 keluar single “Mutiara yang Hilang” yang pernah dipopulerkan Ernie Djohan pada akhir 1960-an. Vina juga berduet denganBroery Pesulima lewat lagu “Bahasa Cinta”. Vina juga memopulerkan lagu ciptaan Loka M Prawiro, “Aku Makin Cinta”. Bahkan lagu tersebut menjadi jingle iklan sebuah merek sabun colek. Setelah malang melintang di dunia musik tanah air selama 25 tahun dan menelurkan belasan album, Vina menggelar Konser Tunggal bertajuk Viva Vinapada 18 Februari 2006. Dalam konser yang juga dihadiri pesohor seperti Guruh Soekarnoputra, maestro Idris Sardi, Titiek Puspa dan diva Malaysia,Sheila Majid, Vina membawakan 23 lagu selama 3 jam pergelaran. Dalam konser yang didukung oleh konduktor piawai, Addie M.S., hampir semua pencipta lagu-lagu Vina berkumpulimage
  • Titik Puspa. Penyanyi wanita Indonesia yang pernah meraih BASF Award ke-10 untuk kategori Pengabdian Panjang di Dunia Musik (1994) itu, mengawali rekaman pada 1955 di Semarang. Setahun kemudian Titiek kembali masuk dapur rekaman di perusahaan rekaman Irama, dengan satu lagu melayu. Terus-bergulir, hingga Titiek menghasilkan puluhan album. Album populernya di antaranya, KISAH HIDUP (1963), MAMA (1964), BING (1973), KUPU-KUPU MALAM (1977), APANYA DONG (1982), HORAS KASIH (1983), VIRUS CINTA (1997) dan lain-lain.Sedangkan lagu-lagunya yang pernah menjadi hit, adalah Kisah Hidup (1963), Mama (1964), Minah Gadis Dusun (1965), Gang Kelinci, Romo Ono Maling, Rindu Setengah Mati, Cinta, Jatuh Cinta, Bing (1973), Kupu-kupu Malam, Pantang Mundur, Ayah, Adinda, Marilah ke Mari, Buruk Kakaktua, Bapak Pembangunan, Apanya Dong (1982), Horas Kasih (1983), dan Virus Cinta (1994).
  • Anggun C. Sasmi. Anggun Cipta Sasmi adalah penyanyi Indonesia yang saat ini telah memiliki kewarganegaraan Perancis. Ia merupakan putri dari Darto Singo, seorang seniman Indonesia, dan Dien Herdina, seorang perempuan yang masih kerabat Keraton Yogyakarta. Ia mengawali kariernya dengan tampil di panggung Ancol di usia tujuh tahun, lalu merekam album anak-anak dua tahun kemudian. Di bawah bimbingan musisi Ian Antono, Anggun merekam album studio pertamanya di Indonesia berjudul Dunia Aku Punya pada tahun 1986. Namun, nama Anggun baru melambung setelah merilis singel berjudul “Mimpi” pada tahun 1989. Pada usianya yang masih sangat muda Anggun telah berhasil menggapai puncak popularitasnya sebagai penyanyi rock di Indonesia dengan diraihnya penghargaan “Artis Indonesia Terpopuler 1990-1991”. Pada tahun 1994, Anggun memutuskan untuk meninggalkan Indonesia dan mewujudkan impiannya menjadi artis bertaraf internasional. Dengan bantuan Erick Benzi, seorang produser besar Perancis, pada tahun 1997, Anggun berhasil merilis album internasional pertamanya berjudul Snow on the Sahara di 33 negara di seluruh dunia, termasuk Amerika Serikat yang menjadi baromoeter musik internasional. Sejak saat itu Anggun telah menghasilkan sebanyak lima album internasional yang direkam dalam multi-bahasa, terutama bahasa Inggris dan bahasa Perancis. Anggun juga telah berkolaborasi dengan banyak artis mancanegara, termasuk di antaranya Julio Iglesias, Peter Gabriel, dan Pras Michel dari grup The Fugees. Anggun merupakan penyanyi Indonesia pertama yang berhasil menerobos blantika musik internasional dan album-albumnya telah meraih penghargaan gold dan platinum di beberapa negara Eropa. Anggun telah menjual lebih dari 10 juta kopi rekaman sepanjang perjalanan kariernya. Beberapa penghargaan telah diraih Anggun atas pencapaiannya, termasuk di antaranya anugerah prestisius “Chevalier des Arts et Lettres” dari pemerintah Perancis. Anggun juga telah dua kali didaulat menjadi juru bicara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yaitu duta Mikrokredit pada tahun 2005 dan duta Food and Agriculture Organization (FAO) pada tahun 2009.
  • Nicky Astria. Nicky Astria adalah seorang penyanyi rock asal Indonesia. Bakat Nicky ditemukan oleh sang legenda gitaris rock Ian Antono pada sebuah malam ekspresi seni antar-SMA. Beberapa tembang lagu yang melambungkan namanya adalah Tangan-tangan Setan, Jarum Neraka, dan Pijar.image
  • Agnes Monica. Agnes Monica Muljoto adalah seorang penyanyi dan artis berkebangsaan Indonesia. Ia memulai kariernya di industri hiburan pada usia enam tahun sebagai seorang penyanyi cilik. Agnes telah merilis tiga album anak-anak yang berhasil mengantarkan namanya ke deretan penyanyi cilik populer di era 1990-an. Selain bernyanyi, Agnes kemudian juga menjadi presenter di beberapa acara televisi anak-anak. Saat menginjak usia remaja, Agnes mulai terjun ke dunia seni peran. Penampilannya di sinetron Pernikahan Dini (2001) berhasil melambungkan namanya. Agnes kemudian membintangi sederet judul sinetron yang menjadikannya artis remaja dengan bayaran termahal saat itu. Pada tahun 2003, Agnes merilis album dewasa pertamanya yang berjudul And the Story Goes, yang kembali melejitkan namanya di industri musik Indonesia. Kesuksesannya di tanah air mendorong Agnes memasang target untuk bisa berkarier di kancah internasional. Pada album keduanya yang dirilis pada tahun 2005, Dia menggandeng penyanyi asal Amerika Serikat Keith Martin untuk berkolaborasi. Agnes juga terlibat dalam syuting dua serial drama Asia, The Hospital dan Romance In the White House di Taiwan. Agnes berhasil meraih penghargaan dua tahun berturut-turut atas penampilannya di ajang Asia Song Festival di Seoul, Korea Selatan, pada tahun 2008 dan 2009. Pada album ketiganya, Sacredly Agnezious (2009), Agnes mulai terlibat sebagai produser dan penulis lagu. Pada tahun 2010, ia diangkat sebagai salah satu juri pada ajang pencarian bakat Indonesian Idol. Agnes juga menjadi salah satu pemandu acara pada karpet merah pegelaran American Music Awards 2010 di Los Angeles, Amerika Serikat. Seiring dengan melesatnya Agnes ke puncak popularitas, penampilan dan gaya berbusananya menjadi tren di kalangan anak muda. Selain sukses secara komersial, Agnes merupakan penyanyi dengan jumlah penghargaan paling banyak di Indonesia. Ia telah memenangkan puluhan trofi, termasuk di antaranya sepuluh Anugerah Musik Indonesia, tujuh Panasonic Awards, dan empat MTV Indonesia Awards. Selain itu, Agnes telah dipercaya menjadi duta anti narkoba se-Asia serta duta MTV EXIT dalam memberantas perdagangan manusia.
  • Ruth Sahanaya Ruth Sahanaya dianggap sebagai salah satu diva Indonesia bersama Krisdayanti dan Titi Dwijayati. Di Jakarta karier Uthe mulai bersinar. Setelah menyabet berbagai penghargaan di berbagai lomba tingkat nasional maupun internasional (salah satunya adalah Live Music Concert di Kuala Lumpur Malaysia), Uthe dilirik PT Aquarius Musikindo. Album pertamanya adalah Seputih Kasih (1987) langsung meledak di pasaran. Nama Uthe semakin tenar saat membawakan lagu “Kaulah Segalanya”. Selain di Indonesia, nama Uthe juga berkibar di luar negeri. Festival yang pernah diikuti oleh Uthe antara lain Midnight Sun Song Festival di Finlandia tahun 1992 mendapat gelar “Grand Prix Winner” dan menjadi vokalis tamu dalam konser Mario Mario Frangoulis di Herrod Atticus, Acropolis, Athena (Yunani), 5-6 Oktober 2002 berduet dengan Mario untuk lagu slow Naturaleza Muerta. Uthe juga pernah duet dengan Phil Perry dalam acara East-West Collaboration in Peace di Garuda Wisnu Kencana, Jimbaran, Bali, Desember 2002. Terakhir, pada tahun 2011 ini, Ruth Sahanaya menggelar konser besarnya bertajuk 25th Anniversary Concert, yang adalah juga konser peraknya selama berkarier di dunia musik Indonesia!.
  • Nike Ardila. Raden Rara Nike Ratnadilla Kusnadi atau Nike Ardilla (lahir di Bandung, Jawa Barat, 27 Desember 1975 – meninggal di Bandung, Jawa Barat, 19 Maret 1995 pada umur 19 tahun) adalah penyanyi dan artis berkebangsaan Indonesia. Ia tewas pada 19 Maret 1995 ketika mobil Honda Civic yang dikendarainya menghantam beton di jalan RE Martadinata di kota Bandung. Ia meninggal dunia di saat popularitasnya sedang memuncak. Nike Ardilla merupakan penyanyi, bintang film, model, bintang iklan dan seniman paling sukses di semua bidang entertainment dan di Indonesia belum ada orang lain yang sukses di semua bidang entertainment. Walaupun sudah wafat akan tetapi Nike Ardilla Masih produktif mengeluarkan album, meskipun albumnya masih sama, hanya berganti cover saja. Selama sejarah entertainment Indonesia ada, hanya Nike Ardilla artis satu-satunya yang mendapatkan penghormatan paling tinggi dimana setiap tanggal kelahirannya dan kematiannya selalu diperingati. Boleh dikatakan hanya Nike Ardilla artis dengan pengaruh besar di industri hiburan Indonesia bahkan Asia. Nama Nike Ardilla mungkin bisa disejajarkan dengan Bruce Lee.

image

Iklan